Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
#11# Lena Heylona


__ADS_3

Dengan sabar Wilden menunggu hingga sambungan telepon itu terhubung lalu tanpa basa-basi ia langsung mengungkapkan maksud dan tujuan nya menelpon menemui Lila.


"Apa kamu ada di rumah?"


"Ini kak Wilden?"


"Ya, Kamu pikir siapa lagi."


"Iya kak, ini aku sedang ada di rumah. itu sebentar lagi aku akan kembali ke rumah sakit."


"Bagus lah, karena saat ini Lila tidak mau makan jika bukan kamu yang menyuapi nya." "Maksud Kakak, Lila sudah siuman?"


"Hm cepatlah."


"Kak___"


Tut tuttt


Belum sempat melanjutkan perkataan nya, dan langsung memutus panggilan telepon nya secara sepihak.


Sebelum akhir nya ia kembali duduk di samping Lila.


"sayang, Mama sedang dalam perjalanan ke sini, kamu yang sabar ya."


"Iya Pa!"

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar suara kenop pintu yang di buka dari luar, Wilden sempat berpikir bahwa mungkin saja Mela sudah tiba di rumah sakit.


"Afan.. "


Deg!


'Suara ini...' perlahan Wilden membalikkan wajah nya ke sumber suara itu berasal, dan seketika itu pula tatapan mata nya bertumbukan dengan sepasang iris berwarna biru gelap dan juga tengah memandang nya kini.


"Lena..."


Suara Wilden terasa sedikit terdekat di tenggorokan nya saat menyebutkan nama itu, nama dari seseorang yang cukup berpengaruh dalam kehidupan nya.


Dengan sangat terpaksa ia mencoba menampakan senyum nya pada Lena, meski ia tahu itu hanya lah senyum palsu,


"senang bertemu dengan mu lagi, Lena.


Dengan sangat terpaksa Wilden menanyakan hal itu hanya untuk sekedar berbasa-basi.


"Kabarku baik, dan mengenai suamiku kami akan bercerai."


Wilden tersentak saat mendengar kabar tersebut, pasal nya Ia memang sudah putus komunikasi dengan Lena semenjak beberapa tahun yang lalu.


Entah harus berekspresi Senang atau apa mendengar kabar ini. Apakah egois jika dia sedikit merasakan senang saat mendengar bahwa Lena akan bercerai dengan suaminya?


"Maaf aku tidak tahu."

__ADS_1


"Tidak masalah."


Setelah nya ia memutuskan untuk kembali beranjak ke ranjang Lila, sebelum suara Lena kembali menghentikan langkah kaki nya dan membuat tubuh nya semakin menegang.


"Aku merindukanmu!"


Tubuh tegap Wilden masih menegang mendengar dua kata yang di ucapkan Lena tadi. Ia tidak menyangka bahwa Lena akan mengatakan hal itu padanya.


"Apa maksudmu Lena?"


Perlahan Wilden kembali membalikkan badan nya menghadap Lena yang kini tengah menatap kedua mata nya lurus.


"Maaf, jika dulu aku memutuskan kontak komunikasi begitu saja dengan mu setelah aku menikah dengan Rehan."


"Sudahlah Lena, itu semua masa lalu. Jangan diingat-ingat lagi, lagi pula aku sudah menikah."


Akhirnya Wilden berhasil merangkai kata-kata untuk membalas perkataan Lena padanya tadi.


Ia tahu, tidak seharus nya ia merasa senang mendengar bahwa Lena telah bercerai dengan suami nya. Seharus nya ia mengingat bahwa kini status nya bukan lagi duda. Melainkan, kini ia telah menikah.


" Papa Tante itu siapa?"


Lila yang sedari tadi hanya diam kini mulai bertanya pada Wilden mengenai keberadaan wanita cantik yang sedari tadi berdiri di ambang pintu kamar rawat Lila.


" Hai sayang, kamu pasti Lila ya? perkenalkan nama tante Lena. "

__ADS_1


Lena segera saja beranjak ke samping ranjang Lila dan memperkenalkan diri nya dengan ramah di sertai senyum lembut yang mengembang di sudut bibir nya.


"Pa, Mama mana?"


__ADS_2