Menikah Dengan Lelaki Duda

Menikah Dengan Lelaki Duda
Koas


__ADS_3

'Aku akan menunggu, sampai Kak Wilden sendiri yang mengatakan nya. Karena aku sadar, aku bahkan terlalu pengecut untuk berani bertanya secara langsung.


Sudah beberapa hari berlalu, namun tak ada perubahan yang berarti. Mela tetap berusaha bersikap biasa saja seolah tidak ada hal yang pernah dilihat nya, meski jauh di dalam hati nya ia sangat menanti-nantikan saat di mana Wilden akan menjelaskan secara gamblang mengenai hubungan nya dengan Lena.


Tapi sampai sejauh ini, justru Wilden malah bersikap biasa saja tanpa ada niatan bagi nya untuk menjelaskan.


Jujur Mela lelah, sudah berapa kali ia menanyakan mengenai Lena sejak hari pertama mereka berbaikan, dan Wilden selalu mengalihkan pembicaraan, sehingga Mela memutuskan untuk bersabar dan tetap menunggu.


Hari ini adalah hari pertama ia akan memasuki masa koas, sementara Mela masih memikirkan mengenai hubungan nya dengan Wilden. Mela menggeleng-gelengkan kepala nya pelan saat memikirkan hal itu, ia berusaha memfokuskan diri nya saat ia menyadari bahwa saat ini mobil yang di kemudikan Wilden telah sampai di depan rumah sakit tempat nya menjalani koas.


Mela menengok jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangan kiri nya, jam telah menunjukkan pukul lima lebih empat puluh lima menit dini hari.


Karena selama masa koas, Mela memang harus ekstra disiplin dan akan selalu berangkat pagi, paling tidak jam enam harus sudah sampai di rumah sakit.


"Terima kasih Kak, kalau begitu aku masuk dulu."

__ADS_1


Mela mencium punggung tangan Wilden sebagai salam, dan ketika hendak membuka pintu mobil gerakan nya harus terhenti saat Wilden menahan lengan nya membuat Mela mengernyit bingung.


"Iya Kak?" Ucap Mela.


"Semoga koas nya lancar." Mela hanya tersenyum menanggapi perkataan Wilden.


Namun saat kembali akan membuka pintu mobil, Mela kembali menghentikan gerakan nya saat Wilden menarik nya mendekat dan memberikan kecupan hangat di kening Mela membuat Mela terdiam memejamkan mata nya secara spontan.


Seharus nya, ciuman itu bisa menjadi penyemangat bagi Mela, namun hal itu kini tidak lagi terjadi saat bayangan Wilden menarik Lena ke dalam pelukan nya yang


memejamkan mata nya.


Perasaan menyesakkan itu kembali datang, membuat Mela beralih dengan segera membuka matanya kembali dan


melepaskan diri nya dari Wilden dengan seulas senyuman yang dipaksakan nya sebelum akhir nya benar-benar keluar dari mobil Wilden dengan langkah yang sengaja ia

__ADS_1


percepat.


*******


Kini para mahasiswa kedokteran telah berbaris sesuai dengan kelompok nya masing-masing yang terdiri dari lima orang, baik laki-laki maupun perempuan.


Setelah itu mereka di beri tugas masing-masing sesuai dengan stase yang telah di tentukan oleh dokter pembimbing.


Saat ini Mela dan kelompok nya telah berada pada bangsal yang di mana kelompok nya terdiri dari Mela sendiri, Rendi, Kevin, Meta, dan juga Syarif.


Diantara para kelompok nya, Mela bahkan tidak ada yang mengenal salah satu di antara mereka. Mungkin hanya sekedar mengetahui


nama, atau mengetahui orang nya tapi tidak


pernah berinteraksi sama sekali.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian muncullah sosok dokter pembimbing mereka yang tak lain adalah dr.Reymon, karena kebetulan saat ini mereka tengah berada pada stase bedah yang di bimbing oleh dr.Reymon sendiri.


__ADS_2