
Lanjut setelah itu di barisan belakang ada pengguna senjata jarak jauh dan pengguna pedang, baik pengguna pedang tunggal maupun pengguna pedang pendek. Di pimpin oleh Jendral Cervus.
Terakhir tim pemanah akan di bawakan oleh Jendral Lyon melihat kondisinya yang tidak berkemungkinan untuk maju di Medan perang dan akan lebih aman jika ia berada di Benteng untuk memimpin pasukan 12 untuk memanah lawan.
Terakhir aku dan Fermilion akan maju menyusup ke daerah dalam lawan untuk membunuh para penyihir murni itu dan satu lagi Jendral Tesla dan pasukan 15 tetap berada di camp untuk berjaga-jaga.
Okey semua strategi yang aku jelaskan mohon diingat untuk satu minggu kedepan ini. Aku dan Tuan Alger akan melakukan sesuatu untuk para pengkhianat itu. maka rapat hari ini aku nyatakan selesai!." Claude membubarkan para jendral dan para pemimpin pasukan itu, namun tiba-tiba Eden mengangkat tangannya.
Eden : "Tuan!!! Mengapa yang menyusup ke area musuh hanya kalian berdua?"
Claude : "Pertanyaan yang Bagus! Kau tahu sendiri bakat sihir api milik Jendral Fermilion sangat luar biasa, Aku hanya membutuhkan Fermilion ketika aku membutuhkan sihirnya. Setelah ini aku akan membicarakan rencana ku bersama Fermilion berdua."
Eden : "Baiklah aku percaya Tuan Claude tidak pernah mengecewakan kami. Kami percayakan misi yang begitu berbahaya itu pada Jendral dan juga Fermilion.'
Claude : "Baiklah Terimakasih atas kepercayaan kalian. Ada lagi yang ingin bertanya."
Sergion : "Saya! Bakat sihir tuan Claude adalah sihir penghapus, apakah akan baik-baik saja jika tuan bersama kakakku?"
Claude : "Hmm…, ini memang cukup beresiko, tapi sekarang aku bisa sedikit mengendalikannya, jadi kau jangan khawatir dengan itu."
Sergion : "Terima kasih Tuan Claude!"
Claude : "Baiklah Terimakasih atas kepercayaan kalian. Adakah pertanyaan yang lain?"
__ADS_1
Semuanya tampak diam, Claude pun langsung menutup rapatnya. Ia segera bergegas menuju tempat para tahanan itu, untuk mencoba apa yang sebelumnya Krud ingin cobakan kepada para tahanan itu.
"Apakah kau sudah siap Krud?" Claude memastikan Krud benar-benar siap untuk mencoba rencananya itu.
"Tentu saja, aku selalu siap kapanpun. Aku seorang Malaikat Agung mana mungkin dibandingkan dengan para manusia yang lain." Dengan sombongnya Krud membanggakan dirinya yang seorang malaikat Agung itu.
"Jika kau tidak berubah menjadi malaikat apakah bisa meniru sihir milikku, aku masih meragukannya." Claude masih ragu dengan kemampuan yang dimiliki Krud.
"Sebenernya aku juga ragu, tapi jika gagal pun aku bisa berubah m xcenjadi malaikat dan membantumu di Medan perang." Krud yang selalu berpikiran ringan itu memberikan solusi lain pada Claude karena ia sendiri pun ragu terhadap kemampuannya itu.
"Baiklah, kita coba dulu." Claude mencoba mengalah, namun ia mencoba memikirkan strategi yang baru, karena walaupun Krud seorang malaikat sekalipun jika berhadapan dengan Undead akan sangat Sulit baginya menghadapi seseorang yang tanpa arwah aslinya.
Saat sampai di penjara bawah tanah merekapun mengeluarkan salah satu dari mereka, yaitu mantan pemimpin pasukan enam yang bernama Donny Hemsworth untuk dijadikan kelinci percobaan pertama.
Seketika itu Krud langsung mendekati Donny dan menjambak rambut depannya, mendekatkan wajah Donny dengan wajahnya. Dengan tatapan yang tajam dan aura kematian yang sangat pekat membuat Donny menjadi gemetaran hebat.
"Meskipun kau kami lepaskan tapi kematian mu sudah ditentukan oleh sang pencipta!" kata-kata yang dingin dan tajam itu membuat Donny terdiam dan tidak berkutik apapun.
"Kali ini aku tidak akan menggali informasi dari mu jadi bersiaplah jadi kelinci percobaan ku." Claude mengatakannya seperti seseorang dengan tanpa rasa simpati sedikitpun, walaupun tatapan mata biru berliannya itu tidak menatap Donny dengan tatapan tajam, namun aura iblis-nya cukup menggetarkan hati seseorang."Krud cepat selesaikan ini."
"Kekekekek, dengan senang hati!" Krud tersenyum mengerikan bagaikan seorang iblis yang hendak memakan mangsanya.
"Tunggu dulu! Krud!? Krudzrail!? Apakah kau sebenarnya malaikat maut yang membunuh Nona Espen!?" Donny tiba-tiba saja menyebutkan nama Espen di sebuah kalimat yang ia lontarkan.
__ADS_1
Claude dan Krud saling bertatapan, karena yang mengetahui hal itu hanya mereka berdua saja, tidak ada orang lain yang mengetahuinya, namun terlintas kemungkinan selama dua puluh tahun Krud menunggu sihir Espen melemah mungkin saja dalam kurun waktu dua puluh tahun itu Espen menghubungi Penyihir murni yang lain dengan kekuatan telepatinya.
"Hei! Apa yang kau tahu tentangku!?" Krud sangat penasaran bagaimana cara Donny mengetahuinya.
"Dalam ramalan Tarten kuno! Seorang malaikat dan seorang iblis bersatu melawan bangsa Tarten." Ucap Donny yang tidak terdapat kesalahan sedikitpun didalam katanya. Claude yang seorang iblis kutukan harus menjadi setengah iblis setengah malaikat untuk menghentikan kehancuran dunia.
"Kekekekek, Ternyata ramalan itu sungguh sangat menarik, hehe." Krud tersenyum dengan puas karena mendengar ramalan kuno dari bangsa Tarten itu sangat tepat. "Siapa yang membacakan ramalan itu!?" Krud mencekik Donny sangat keras agar Donny mau memberi tahu Krud siapa orang yang memberitahukan ramalan kuno itu.
"L, Lady Daphne, dia seorang Penyihir Agung." Donny berkata sambil terbata-bata karena dia sangat merasa sesak sekali ketika lehernya dicekik dengan kuat oleh Krud.
"Hahaha ku kira siapa. Ternyata wanita itu ya.." Krud tersenyum mengerikan. Tahanan yang lain pun ikut kengerian mendengar suara tawa Krud yang bagaikan seorang iblis jahat itu.
"Apa kau menengenalnya?" Claude bertanya pada Krud karena penasaran siapa orang yang disebutkan namanya itu.
"Hahaha, Dia adalah salah satu Penyihir Agung yang berkhianat. Aku sudah mengambil nyawanya beberapa tahun yang lalu. Kekuatannya cukup kuat, tapi sayang sekali karena ia merupakan Penyihir agung yang berkhianat, dewa sudah memberikan kutukan padanya terlebih dahulu." Krud menjelaskan dengan singkat siapa wanita yang disebutkan Donny itu.
"Apa kutukannya sama denganku?" Claude penasaran dengan kutukan Penyihir Agung itu, karena jika kutukannya sama mungkin penyihir itu memiliki kesamaan dengannya
"Tidak ia hanya di kutuk menjadi manusia biasa, yang tidak bisa menggunakan sihir." Krud dengan enteng menjawab pertanyaan dari Claude.
"Ternyata ada yang seperti itu juga. Padahal dalam buku jenis kutukan dewa itu hanya beberapa macam saja." Claude berpikir mengapa hal itu tidak ada dalam buku yang ia baca.
"Itu karena orang yang menulis buku itu tidak pernah merasakan ataupun dikutuk oleh dewa." Pembenaran Krud yang masuk akal membuat Claude percaya dengan apa yang dikatakan oleh Krud.
__ADS_1
"Kau benar, Kalau begitu ayo cepat kita lanjutkan eksperimen kita." Claude menyuruh Krud untuk segera melanjutkan percobaan kemampuannya pada Donny dengan mempelajari sihir yang ada di dalam liontin Claude.