Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
79


__ADS_3

"Sungguh keluarga Iroas tidak bisa diragukan lagi, kalian benar benar sangat pandai dalam hal permainan psikologis seperti ini. Kalau begitu aku akan memanggilkan saksi dari informasi yang kau dapatkan"


Mata hakim Agung itu benar-benar tajam, semuanya dipikirkan dengan penuh pertimbangan yang hati-hati. Begitupula dengan semua kepuasan yang ia ambil untuk keadilan yang ia junjung demi negara tercintanya ini.


"Saksi dipersilahkan berbicara sejujur-jujurnya."


Begitu sang moderator persidangan itu mempersilahkan Calude untuk menyampaikan kesaksiannya, gemuruh suara persidangan tidak hentinya. Mata Grand Duke yang terbelalak terkejut begitu melihat Claude yang akan menjadi saksinya itu seketika amarah yang sebelumnya sedang tertidur kini bangkit kembali.


Grand Duke meronta-ronta untuk dilepaskan demi membalaskan dendam pada Claude yang sudah melupakan semua kejahatan yang telah dilakukan oleh Claude pada Granduke.


Semuanya tampak kebingungan melihat sikap Granduke yang sebelum ia tertangkap adalah pria yang bijaksana dan tenang itu. Kini terlihat seperti binatang liar nan buas yang sedang mengamuk meminta untuk dilepaskan.


Semua orang terheran-heran, mengapa bisa sikap Granduke begitu berubah ketika Claude dipersilahkan berbicara oleh hakim. Hanya satu orang diantara sekian banyak penonton yang menyadari sesuatu keganjalan yang terjadi di ruangan persidangan.


Claude menyilangkan kakinya dengan tegap dan santai. Wajah kesal Iroas terhadap Claude tidak bisa disembunyikan. Perlakuan Claude semalam memang terlalu berlebihan bahkan ia merusak banyak properti dan tembok kediaman Iroas dengan kerugian kerusakan yang cukup besar.


Claude pun dipersilahkan untuk memaparkan kesaksian yang sangat jelas dan singkat duduk di bangku saksi. Seperti yang telah diketahui oleh semua daratan Greenbreez Hakim Agung sangat sulit dibodohi atau dibohongi kecuali jika itu kehendak hakim sendiri.

__ADS_1


Melihat reaksi dari Granduke, Hakim Agung yakin bahwa Claude memiliki sangkut paut yang jelas atas penangkapan Grand Duke Jacques. Tetapi yang diketahui oleh hakim hanya sebatas Claude berhasil menghentikan Granduke Jacques dan orang yang mencebloskan Granduke itu sendiri kedalam jeruji besi di bawah tanah yang sangat dingin nan gelap sebagai tindak kriminal kelas berat.


Tatapan mata mulai tertuju pada Claude, semuanya penuh berharap dari kesaksian yang sangat adil seadil-adilnya untuk memberikan hukuman pada Granduke Jacques yang bertindak menyalah gunakan kekuasaannya untuk tindakkan yang sangat tidak pantas sebagai abdi istana kerajaan Greenbreez.


Claude hanya tersenyum tenang melihat semuanya berjalan sesuai rencananya. Tidak ada yang bisa berpikir bahwa pelaku yang sebenarnya adalah dirinya sendiri yang telah membunuh Duke Louirk.


"Seperti yang mulia tahu sebelumnya, Duke meninggal saat pulang dari pesta yang diadakan oleh keluarga saya untuk saya, sejujurnya jika menjadikan saya saksi atas kejadian ini itu menurut saya masih kurang pantas. Karena saya tidak yakin apakah ini bisa menjadi sebuah kesaksian.


Semua bangsawan di ibukota yang hadir di acara itu pasti tahu bahwa ditengah-tengah pesta tiba-tiba saya kurang merasa nyaman dengan tubuh saya. Mungkin saja saya terlalu memaksakan diri selepas dari Medan perang, menuju istana dan mengadakan pesta besar-besaran seperti itu.


Maaf saya mengulur waktu anda yang berharga dengan cerita tidak penting saya. namun satu hal yang saya tahu, bahwa Grand Duke Jacques atau Duke Louirk sebelumnya tidak memiliki permasalahan pribadi yang mengharuskan mereka berdua saling membunuh satu sama lain.


Semua para hadirin itu berharap penuh dengan kesaksian Claude dengan penuh antusias mendengarkan setiap katanya. Begitu pula dengan hakim, namun Granduke Jacques masih belum bisa memastikan apa yang akan di katakan oleh Claude selanjutnya.


Para pengguna sihir yang bisa mendeteksi kebohongan para pembicara, bisa melihat tidak adanya lonjakan darah dari dalam tubuh Claude yang artinya tidak ada sama sekali kebohongan dari pernyataan Claude.


Jika dilihat dari kenyataannya, memang Claude memantau kepergian Duke Louirk dari balik jendela kamarnya. namun Claude tidak menyebutkan dimana ia melihat ledakan kereta itu. Karena tentu saja Claude melihat ledakan kereta itu karena orang yang meledakkannya adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


Claude pun melanjutkan pembicaraannya dengan begitu tenang. "Saya tidak begitu bisa melihat pembunuhnya (karena melihat diri sendiri tanpa cermin sangatlah sulit), jika saya melihat dari jendela saya dengan tempat kejadian itu jaraknya cukup jauh mustahil saya bisa melihat dengan jelas. (Tapi yang ku maksud bukan melihat Duke) Saya yakin dengan pasti bahwa, bukan Granduke Jacques pembunuhnya.


Karena orang itu (maksudnya aku) memiliki aura bencana yang sangat jelas. Tetapi bukankah kematian adalah hal yang wajar jika seorang malaikat maut sudah ditugaskan pada dewa untuk mencabut nyawa orang tersebut?"


Tiba-tiba semua orang terbelalak dengan pernyataan akhir yang dikatakan oleh Claude. Sepertinya bukan hanya satu dua bangsawan saja yang tahu tentang sihir penangkal malaikat, terutama malaikat maut yang ingin mencabut nyawa mereka. tentu saja mereka ingin hidup dengan umur yang panjang dengan melakukan berbagai macam hal.


Claude tersenyum, hal ini benar-benar membuatnya sadar. Mengapa banyak malaikat maut yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Ternyata semua itu memiliki sebab yang sangat kuat.


"Melihat dari apa yang dikatakan oleh saksi, dan beberapa penyihir menyatakan tidak adanya lonjakan darah atau perubahan aliran darah yang ganjil. Pernyataan dapat dikatakan dapat diterima. Sehingga dalam point' kedua tentang kasus pembunuhan Duke Louirk oleh Granduke Jacques tidaklah benar adanya. Bagaimana hakim apakah pernyataan saudara Claude de Marquez bisa di terima oleh anda?"


Sang moderator sidang alias Oscar mengajukan pernyataan kesetujuan Hakim dan Jaksa atas pernyataan yang di buat oleh Claude. Kedua orang tersebut menyetujui untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kasus pembunuhan Duke Louirk dengan para detektif khusus kerajaan.


Grand Duke yang melihat kesaksian Claude. Dengan membelanya itu tidak dapat dipercaya, dalam hatinya ia meragukan bahwa Claude itu adalah seorang manusia setengah iblis. Dalam pikirnya Claude lebih cocok menjadi iblis rubah dengan segala pemikiran cerdiknya itu. Karena ia sangat yakin bahwa rencana besarnya pasti akan datang cepat atau lambat pada persidangan ini.


Seketika dalam otaknya tiba-tiba seseorang berbicara dengan sangat mengerikan. Granduke dibuat kebingungan dengan suara yang muncul didalam kepalanya tersebut, ia menangadahkan kepalanya keatas melihat siapa orang yang berbicara di dalam otaknya itu.


suara yang benar-benar sangat jelas dan mulus tanpa gangguan apapun.

__ADS_1


"Semua pikiranmu itu salah, karena sesuatu yang besar akan terjadi beberapa hari setelah persidangan ini berakhir." Grand Duke pun menemukan satu-satunya orang yang tersenyum mengerikan padanya.


__ADS_2