
...****************...
Upacara pemberian gelar telah tiba, semua ksatria sudah berderet rapih mengisi ruangan. Penduduk kota serta para bangsawan sudah di tempatkan khusus bagi mereka yang ingin melihat dan menghadiri hari pembelian gelar para pejuang di medan perang itu.
Suasana begitu ramai. Semua orang begitu ramai menantikan pemberian gelar untuk ksatria baru seperti Claude. Adapun mereka yang begitu tertarik dengan para jendral lainnya atau hanya ketampanan Claude semata.
Alih-alih melihat prestasi yang telah diraih oleh mereka, sebagian bangsawan wanita tidak begitu peduli akan hal itu karena mereka hanya peduli dengan penampilan mereka dan mulai berdandan cantik untuk sekedar dilirik oleh para Jendral itu.
Akhirnya tiba waktunya Claude dan para Jendral lainnya memasuki aula penobatan. Dimana aula tersebut sering dijadikan sebuah penobatan para bangsawan, pangeran, ksatria dan pemberian Gelar untuk siapapun yang telah memberikan jasa yang begitu besar untuk negri ini.
"PARA JENDRAL MEMASUKI RUANG PENOBATAN!" Teriak seseorang berbaju bangsawan di bagian keadilan dan kehakiman negara.
Claude melangkahkan kakinya pertama kali dan memimpin para Jendral lainnya. Sebenarnya ia sedikit gugup melakukan hal semacam ini. namun keyakinan yang kuatnya membuat kegugupannya itu hilang dengan sempurna.
Claude melangkahkan kaki dengan tegak dan penuh wibawa diikuti oleh jendral lainnya. Para wanita bangsawan dan rakyat ibu kota lainnya berteriak histeris begitu melihat wajah Claude yang sangat tampan dan gagah menggunakan zirah perang yang terbuat dari beri khusus yang sangat kuat itu.
"Ahhh.. Tuan Tampaan!" Teriakan para gadis itu begitu melihat wajah Claude.
Claude hanya melemparkan beberapa senyum seperlunya saja. karena ia harus fokus dengan acara pemberian gelarnya.
Mereka pun sampai tepat di tengah ruangan penobatan. pada saat itu juga.
"YANG MULIA RAJA NEBUCHADNEZZAR MEMASUKI RUANGAN PENOBATAN!" Teriak pria sebelumnya yang menggenakan pakaian pengadilan kerajaan.
__ADS_1
Raja langsung memasuki ruangan dengan jalan perlahan namun penuh kewibawaan itu, ia pun akhirnya duduk di singgasananya bersama dengan seorang permaisuri di sampingnya.
Setelah raja duduk di singgasananya itu, para Jenderal dan Claude langsung berlutut dengan sebelah kakinya membeli penghormatan sepenuhnya kepada Raja Greenbreez Yang mulia raja Nebuchadnezzar.
Seorang pelayan Tiba-tiba memasuki ruangan dengan membawakan sebilah pedang yang berada diatas bantal kecil dengan sarung tangan pedang yang begitu menawan dan sangat Cantik, memiliki ukuran khusus yang sudah ada sejak ribuan tahun secara turun temurun yang kemudian dijaga kemurnian dan perawatannya.
Pelayan itu berlutut dan memberikan pedang itu di hadapan Raja Greenbreez. Ketika itu juga raja berdiri dari singgasananya dan mengambil sebilah pedang itu.
Dengan perlahan tapi pasti, Raja membuka sarung pedangnya itu dan mengeluarkan pedang yang ada di dalamnya sambil berteriak.
"DENGAN SAYA YANG MEMBUKA PEDANG LELUHUR KAMI DENGAN INI SAYA NYATAKAN BAHWA PARA KSATRIA YANG SUDAH BERJASA MENGORBANKAN NYAWANYA AKAN KAMI KENANG DI DALAM HATI KITA DAN AKAN KAMI SEMATKAN NAMANYA DALAM TUGU PAHLAWAN.
SEDANGKAN BAGI PARA KSATRIA YANG SELAMAT DAN MEMBAWA KEMENANGAN INI SAYA AKAN TUNJUKAN PADA DEWA ATAS PENGHORMATAN KAMI YANG MEMEGANG SEBAGIAN SIHIR DEWA YANG TELAH IA TURUNKAN.
DENGAN INI SAYA AKAN MEMBERIKAN PENGHORMATAN SEBUAH GELAR ksatria ZAMBRUD KHATULISTIWA GREENBREEZ Dimana khatulistiwa merupakan merupakan jalan yang dilalui oleh sang Matahari sedangkan ZAMBRUD merupakan tanah hijau milik negeri kita. ke PADA PEMIMPIN PASUKAN KERAJAAN YAITU TUAN CLAUDE DE MARQUEZ."
Raja menundukan pedangnya tepat di bahu kanan Claude yang sedang berlutut dengan sebelah kati kanannya. Sambil menundukkan kepala.
Hal itu merupakan hal yang sangat suci yang sering dilakukan oleh raja-raja untuk menghormati para ksatria yang telah berjuang membela negaranya.
Setelah itu Claude langsung mencium tangan Raja dengan penuh ketulusan sebagai bukti rasa terimakasih yang mendalam seorang Ksatria pada seorang Raja yang sudah memberinya sebuah penghormatan seperti sebuah gelar yang telah ia dapatkan saat ini.
"Selanjutnya, Saya akan menaikan pangkat Jéndral Eden menjadi seorang panglima perang dengan gelar Taring api. Dimana sihir api Eden yang saat ini bagaikan sebuah taring yang bisa mencabik-cabik musuh dengan mudah."
__ADS_1
Semuanya berbisik, Claude yang sudah berjasa begitu besar untuk peperangan kali ini namun Raja tidak menyebutkan akan menaikan pangkatnya menjadi panglima satu atau menjadi seorang penasehat kerajaan.
Namun ada pun orang yang tidak memperdulikan hal itu, karena semua yang dilakukan oleh raja pastilah memiliki sebuah rencana yang terbaik.
Raja melakukan hal yang sama pada Eden meletakan pedang sucinya itu di sebelah bahu kirinya yang memiliki arti tertentu, lalu dilanjutkan oleh Eden yang mencium tangan sang Raja dengan lembut. Sambil mengucapkan terimakasih kepada Yang mulia Raja.
"Selanjutnya pemberian gelar akan dilanjutkan oleh putra mahkota."
Begitu mendengar kata putra mahkota semuanya saling berbisik, dalam hal apapun yang di miliki Garg hanyalah sebuah ketampanan, bahkan saat peperangan yang di menangkan oleh Claude.
Garg justru sebelumnya mengalami kekalahan terbesar dalam sejarah Greenbreez, karena pasukan Greenbreez berhasil dipukul mundur secara besar-besaran sampai ke benteng kerajaan.
Semua orang tidak menyukai Garg, karena kurangnya Garg dalam berperang dan berpolitik. Membuat semua orang tahu akan pencapaian Garg sebagai putra mahkota saat ini. Karena posisi putra mahkota tentu saja akan menjadi Raja selanjutnya mana kala Raja saat ini telah wafat.
"Terimakasih yang mulia Raja, saya akan memberikan gelar kepada para jendral yang berani selanjutnya.
Adik dari Grand Duke Jacques, Lyon Jacques dengan tingkat sihirnya yang hampir menyamai para anggota kerajaan di bentukan dengan dua elemen unik di kerajaan saya akan memberi kan Gelar Ksatria Langit Hijau, dimana hal ini memiliki arti bahwa langit adalah sebuah pelindung umat manusia dan hijau adalah tanah kerajaan kita.
Maka dari itu kami harapkan Tuan Jendral bisa menjadi pelindung bagi kerajaan kita."
Semuanya bersorak Sorai, mendapati seorang pria berambut kuning pudar hampir mendekati warna krem dengan warna abu-abu polos yang membuatnya sangat tampan dan di gemari banyak para lady, yaitu bangsawan wanita dari setiap kalangan.
Namun tidak dengan Claude ia sangat terkejut begitu mendengar adik dari Grand Duke Jacques adalah Lyon. Orang yang sering bersamanya saat di Medan perang. Bahkan ia begitu akrab dengan Krud saat pelatihan perang.
__ADS_1
Mata Claude terbelalak kaget, mata birunya seolah-olah mengecil karena sangat terkejut. Ia melihat ke arah samping kanannya sambil melihat pangeran Garg dan Lyon sedang melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan yang mulia raja terhadapnya.