Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
50


__ADS_3

"Kau darimana saja, kami sudah menunggu terlalu lama."


Lady Gracia masih saja begitu tidak menyukai Claude, walaupun ia sudah mengangkat derajat keluarga. Walaupun hanya sedikit.


"Apa kau sudah merasa baikan?" Vischa bertanya baik-baik pada Claude, namun Claude tidak begitu menghiraukan Vischa.


"Yah, sekarang aku sudah lebih baik. Aku hanya butuh waktu istirahat setelah kepalaku pusing dengan apa yang di perbuat oleh keluarga ini." Claude berkata sambil menarik kursinya yang kosong, tepatnya terletak di bagian baris kedua dari sisi kiri tepat bersebelahan dengan Carpel dan Charly.


"Maafkan Ayah, Carpel dan Carsten sudah Ayah hukum. Kuharap kau tidak terlalu marah akan hal yang terjadi semalam. bahkan mereka juga mendapatkan hukuman dari komisi pendisiplinan bangsawan."


Vischa yang duduk di tengah antara Lady Gracia dan anak-anaknya itu terlihat dengan jelas membela Claude secara terang-terangan.


"Ayah benar, kak Claude jangan terlalu di masukan kedalam hati atas perbuatan yang di lakukan oleh kak Carpel dan Carsten. Mereka itu terlalu kekanak-kanakan." Charly angkat bicara membela Vischa. Dia merupakan satu-satunya saudaranya yang netral dan tidak terlalu dekat dengan ibunya Lady Gracia.


"Yah, aku sudah melupakannya. maka dari itu aku sekarang sudah merasa baikan. Kuharap kedepannya aku tidak harus membereskan masalah yang kalian perbuat lagi. Atau aku akan mengatakan semua kebusukan keluarga ini pada yang mulia." Claude dengan nada angkuhnya, langsung menekan aura yang tercipta saat sedang makan bersama pagi itu.


"Baik, ayah akan lebih memerhatikan semua sikap keluarga kita kedepannya. Sebagai gantinya kau tidak boleh melaporkan apapun pada yang mulia."


"Tentu."


Mereka makan dengan hening tanpa suara apapun. Setelah percakapan singkat antar keluarga itu. Namun keheningan akan segera berakhir dengan Vischa yang memberitakan sedikit kabar buruk yang menimpa keluarganya.


"Ayah sudah selesai makan. Jika kalian semua juga sudah selesai, cepat ganti baju berkabung kalian. Kita akan pergi ke kediaman Duke Lourik."


"Bukankah, polisi akan datang untuk memeriksa kesini Ayah?' Charly bertanya mewakili Claude yang juga ingin bertanya demikian.


"Kau benar, maka dari itu tidak akan lama lagi kepolisian akan mengawasi kita selama proses pemakaman Duke dan mengintrogasi kita di kediaman Duke bersamaan dengan Duchess."


Vischa pun mendorong kursinya lalu berdiri meninggalkan meja makan, karena suasana dimeja makan sudah tidak terlalu mengenakan baginya. Pesta yang seharusnya bisa membangun citra keluarganya, namun dengan mudahnya di rusak oleh kedua anaknya dan Ditambah kematian Duke saat perjalan pulang dari pestanya.


Hal ini membuatnya agak pusing memikirkan bagaimana ia mengatasi hal seperti ini. Sehingga ia pergi meninggalkan meja makan terlebih dahulu.


"Gara-gara kau anak tidak tahu terimakasih, Vischa menjadi begitu murung dengan apa yang telah terjadi." Lady Gracia menyalahkan semuanya pada Claude. tapi memang apa yang dikatakannya tidak salah karena yang membunuh Duke memanglah Claude.

__ADS_1


"Kau-pun sama tidak bisa mendisiplinkan anak-anak mu dengan baik. Aku juga sudah selesai. Sungguh tidak selera harus makan semeja dengan orang yang lebih rendah dari jelata." Claude mendorong kursinya lalu berdiri dan pergi meninggalkan meja makan itu.


"Yang dikatakan oleh Kak Claude benar, ibu kau ini tidak jauh berbeda dengan Kak Carpel. Aku juga pergi." Charly Vischa dan Claude meninggalkan meja makan itu. Sedangkan Carpel dan Carsten dihukum oleh komisi pendisiplinan bangsawan untuk tidak bisa berbicara sehari dengan sihir mereka.


"Ibu aku juga setuju dengan kak Charly. Sudah seharusnya kita mulai berbuat baik pada kak Claude. bahkan sampai saat ini kak Charmy tidak mau mengakui kita keluarga karena keluarga kita miskin."


"Laura sebaiknya kau diam, kau masih kecil tidak mengerti nasehat orang dewasa seperti ini." Lady memarahi Laura anak bungsunya yang sedang duduk disebelahnya itu.


"Kalau begitu Laura juga pergi. Laura mau bersiap ke pemakaman Paman Duke Lourik." Laura mengikuti ketiga orang uang sudah meninggalkan meja makan itu terlebih dahulu. Dari semenjak dulu. Laura selalu berpihak pada Claude dan terkadang saat ia masih kecil ia sering memberi Claude sepotong roti miliknya secara diam-diam.


Lady Gracia marah besar, ia menghentakkan tangannya keatas meja makan. Rasa kesalnya tidak bisa terbendung lagi. Ia semakin membenci Claude. Ia menyesal tidak membunuh Claude lebih dulu pada saat itu.


Sedangkan Carpel dan Carsten sibuk makan makanan apa yang di hidangkan diatas meja. karena percuma saja mereka berusaha berbicara apapun. Suara mereka tidak akan keluar. bahkan mulut mereka akan otomatis terkunci saat mereka mengeluarkan satu patah kata.


Claude yang sudah berada dalam kamarnya itu langsung disambut oleh para pelayannya yang membantu Claude untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian berkabung serba hitam khas negara Greenbreez.


Selesai membantu Claude berganti pakaian. Mereka langsung pergi meninggalkan kamar Claude. Pada saat itu juga Claude memanggil Krud keluar.


"Kenapa kau harus bersembunyi saat pelayan itu masuk, bukankah mereka tidak bisa melihatmu?" Claude heran dengan apa yang dilakukan oleh Krud yang bersembunyi ketika para pelayan itu sedang melayani Claude.


"Alasan, kau tahu bukan bahwa diantara mereka ada yang bisa melihatmu?"


"hahah, Kau sangat jeli."


"Siapa yang bisa melihatmu?"


"Pelayan dengan rambut berbeda dengan rambut pelayan yang lain."


"..?"


"Kau tidak menyadarinya?"


"Maksudmu rambut kuning yang mirip denganku?"

__ADS_1


"Benar!"


"Dia kakak perempuan tiri ku."


"Hah! APA?"


"Iya, aku tidak mengerti maksud dia apa menjadi pelayan di kediamannya sediri, bahkan dia melayaniku dengan baik. Padahal dia dulunya sangat membenciku bahkan ikut melukaiku bersama lady."


"Benar-benar menarik, keluarga Marquez memiliki orang-orang unik, tidak hanya dirimu. Ayah dan beberapa saudaramu bahkan bisa melihatku."


"Aku punya satu pertanyaan padamu, apakah Charly juga bisa melihatmu?"


"Charly?"


"Ya, kupikir rambut kita sama jadi bisa melihatmu."


"Itu mungkin saja, Vischa dan kakak tiri perempuan mu memiliki warna rambut yang sama denganmu."


tok-tok-tok..


"Tuan! Semuanya sudah siap berangkat. Para kepolisian kerajaan juga sudah siap mengawal kita."


"Kak, Charmy bolehkah aku berbicara empat mata denganmu dulu?"


"Pura-pura lah tidak pernah mengenalku."


"Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu."


Charmy pun masuk seorang diri kedalam kamar Claude. Dengan tatapan datar nampak seperti orang yang sangat membosankan.


"Ada apa?" Charmy berkata dengan nada datarnya.


"Apakah kakak bisa melihat pria ini." Claude menunjuk kearah Krud berada.

__ADS_1


Charmy melirik sedikit kearah Krud. Lalu kemudian menatap Claude kembali dengan tatapannya yang datar itu.


"Bukankah dia adalah makhluk roh peliharaan mu?" Claude tersentak kaget dan menahan tawa dengan jawaban yang Charmy lontarkan.


__ADS_2