Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
39


__ADS_3

"Aku juga merasakan hal yang sama, dan sudah menjadi seperti sahabatnya sendiri ketika itu. tapi Themis maksud ku Themir lebih suka jika nama baik keluarganya saja yang dibersihkan." Claude membela Fermilion.


"Apa yang dikatakan Tuan Penasehat benar. Mungkin suatu saat nanti aku akan datang berkunjung ke tempat kediamannya atau mengundangnya untuk mengunjungi kediaman rumah kami." Lyon lemas, karena sedikit kecewa dengan keputusan Krud yang sungguh tidak adil baginya.


"Bagaimana setelah ini aku akan traktir kalian dengan beberapa gelas beer di kedai terkenal di Ibu kota?" Cervus mengambil inisiatif untuk mentraktir mereka minum beberapa beer untuk sedikit bersenang-senang.


"Kalian pergi duluan saja aku harus membereskan beberapa urusan terlebih dahulu." Lyon pergi meninggalkan para perkumpulan pria tangguh itu.


"Baiklah, jangan kau terlalu pikirkan tentang tuan Alger dia lebih senang dengan kesejahteraan keluarganya yang di berikan oleh Raja." Teriak Cervus pada Lyon yang pergi meninggalkan mereka begitu saja.


"Yah, mau bagaimana lagi. Walaupun Grand Duke Jacques tidak begitu tertarik dengan politik dan terjun ke medan perang. tapi perannya dalam memimpin keluarga Jawura sangat besar." Ujar Dior.


"Memangnya Grand Duke Jacques orang yang seperti apa?" Claude berpura-pura bertanya untuk mengambil kesempatan mendapatkan informasi tentang targetnya itu.


"Bagaimana jika kita lanjutkan saja saat kita minum-minum nanti?" Cervus menyela pembicaraan Claude dengan Dior.


"Kau benar, aku sudah tidak sabar dengan traktirannya orang terkaya di seluruh ibukota. Siapa lagi kalau bukan keluarga Count Mammon." Eden mengunci tangannya di leher Cervus sambil menggosok kepala Cervus dengan tangan kirinya hingga rambut Cervus berantakan.


Semuanya tertawa kegirangan menantikan bincang-bincang santai mereka setelah beberapa hari ini mereka sibuk di kediaman mereka masing-masing.


Namun satu hal yang sangat di sayangkan, di kesempatan kali ini Claude tidak bisa mendapatkan informasi langsung mengenai Grand Duke Jacques langsung dari mulut Lyon sendiri.


...****************...


Semua para Jendral yang terhormat itu sudah terhuyung-huyung mabuk dengan beberapa botol yang sudah mereka minum. Beruntung mereka memesan tempat khusus sehingga tidak ada siapapun yang melihat kelakuan asli seorang jendral yang memenangkan peperangan di perbatasan Tarten.

__ADS_1


"Jadi tadi kau mau memberitahuku tentang Grand Duke Jacques bukan?" Claude pura-pura mabuk untuk tidak terlihat mencurigakan di mata para Jendral yang lain.


"Hahaha, kau masih ingat pembicaraan yang tadi ya?" Cervus terhuyung dan tertawa tidak jelas karena sedang mabuk berat.


"Kau tahu, keluarga Grand Duke Jacques adalah keluarga adik Raja terdahulu. Sihirnya sangat kuat, tetapi tidak sekuat Raja. Itu karena Grand Duke Jacques memiliki kutukan." Sambil mabuk Dior menceritakan apa yang ia ucapkan seingatnya saja.


"Kutukan apa?" Claude mencoba menyelidiki lebih dalam lagi, mungkin ekserimen yang di katakan oleh Krud ber hubungan dengan kutukannya itu.


"Aku pun tak tahu hanya orang kerajaan dan keluarganya sendiri. Kutukan itu hanya di turunkan kepada kepala keluarga mereka saja..ngokk zzz" Dior pun tertidur setelah membicarakan hal itu. Begitu pun dengan yang lainnya yang sudah tertidur akibat meminum minuman beralkohol.


Satu poin penting berhasil Claude dapatkan. Ternyata di kerajaan Greenbreez bukan hanya Claude seorang yang mendapatkan sebuah kutukan. Jika kutukan itu hanya keluarga Kerajaan dan Keluarga Grand Duke Jacques saja. Hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa bawahan mereka juga bisa mengetahui apa kutukan yang di terima oleh para kepala keluarga Gran Duke Jacques.


Claude segera menuliskan surat dengan secarik kertas, untuk meninggal mereka. Karena Claude tidak bisa berdiam diri begitu saja, mengingat pesta penyambutan dirinya sudah begitu dekat dan ia sama sekali tidak memiliki persiapan yang matang untuk tugas tambahannya ini.


Setelah menuliskan sebuah surat diatas meja. Claude pergi meninggalkan mereka semua, tanpa berpamitan terlebih dahulu, karena ia harus memeriksa sesuatu di suatu tempat.


Tidak hanya disitu Claude langsung berbalik arah dan Menteng balik orang yang melakukan hal itu padanya.


"Hei, Hei! Ini aku Krudzrail sang Malaikat maut Agung datang untuk mengunjungi anak buahnya." Suara Berat Krud menyadarkan Claude yang hanyut ketika dirinya seperti terserang oleh kekuatan yang besar.


"Kau! Bisakah kau datang dengan cara yang sedikit baik." Claude kesal dengan tingkah laku Krud yang selalu saja seenaknya saja itu.


"Kupikir cara seperti ini sangat keren bukan?" Krud tersenyum licik seperti mendapatkan sesuatu yang besar dan sangat menguntungkan dirinya.


"Ada apa? sepertinya kau cukup bahagia hari ini." Claude menyipitkan matanya mengintrogasi Krud yang nampak mencurigakan itu.

__ADS_1


"Hehe, mengenai Grand Duke Jacques, ternyata Lyon adalah adik dari Grand Duke Jacques." Krud mengatakan hal apa yang sudah di ketahui Claude sehingga begitu mendengarnya tidak terlalu begitu senang atau terlalu terkejut mendengarnya.


"Hey, kenapa kau tidak terkejut?" Krud tidak tahu sebenarnya Claude sudah mengetahuinya lebih dulu.


"Aku sudah tahu! Kau ini malaikat maut yang kurang kerjaan ya? Dimana sabit mu? Sebaiknya kau berkerja keras sana!" Claude kesal Krud datang hanya memberikan informasi yang sebelumnya sudah ia ketahui.


"Hei, tunggu dulu masih ada lagi hal yang harus aku beri tahu."


"Apa!?" Dengan tatapan dan raut wajah datar Claude. Krud menjadi tidak mau dianggap sebagai malaikat senggang atau malaikat pengangguran. karena hal itu adalah hinaan terbesar malaikat yang setiap harinya akan selalu sibuk dengan pekerjaan pekerjaan mereka.


"Duke Lourik! Dia adalah kakak ipar jendral Dior."


"Dior?"


"Benar, kakak perempuan Dior menikah dengan Duke beberapa tahun yang lalu. Dior yang seharusnya menjadi kepala keluarga emeraldgreen merupakan keluarga Grand Duke terkuat pada saat itu.


namun keturunan Scout emeraldgreen tidak memiliki sihir yang kuat seperti dirinya. Baik itu Elena Emeraldgreen ataupun Dior Emeraldgreen. Keduanya tidak memiliki sihir yang baik.


Namun ketika Scout Emeraldgreen menikah dengan seorang wanita di rumah bordil, anaknya yang satu ini memiliki sihir yang cukup kuat, sehingga Dior di buang ke perbatasan oleh keluarganya.


Walaupun begitu Keluarga Emeraldgreen sekarang hanya menjadi keluarga Count biasa. karena beberapa akhir-akhir ini sinar keluarga itu telah redup.


Karena status Joshen Emeraldgreen yang berasal dari ibu dari rumah bordil itu di ketahui oleh banyak orang, sehingga orang-orang sedikit segan kepada keluarga ini.


Beruntung Elena Emeraldgreen bisa menikahi Duke Lourik, yang merupakan keluarga terpandang di daerah tempat tinggal mu."

__ADS_1


"Jika aku membunuh kakak ipar Jendral Dior, akankah dia membenciku jika dia mengetahuinya?" Claude menimbang-nimbang kemungkinan yang terjadi kedepannya jika suatu saat ia melakukan kesalahan sedikit saja.


__ADS_2