Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
35


__ADS_3

***


Pagi-pagi sekali tiba-tiba Raja mengundang Claude untuk sarapan pagi bersama dengan anggota kerajaan lainnya.


Seperti dugaan Claude sebelumnya, cepat atau lambat raja pasti akan mengundangnya untuk makan bersama di istana utama. beruntung sebelumnya Krud mengajarkan Claude bagaimana cara memotong steak dan etika makan lainnya di istana, bahkan larangan-larangan kecil saat perjamuan istana.


“Kudengar tuan Claude berhasil memenangkan peperangan yang sebelumnya mengalami kekalahan besar oleh Yang mulia putra mahkota pangeran Garg ya?”


Tiba-tiba seorang pria dengan mata hijau bagaikan sebuah zamrud hijau berkilau itu menatapnya dengan tajam. Rambut kreamnya, merupakan rambut khas yang sama dengan Raja. Hal itu diperjelas kembali dengan pakaiannya yang ia kenakan sama seperti pakaian yang digunakan oleh para pangeran lainnya.


“Sebenarnya yang mulia putra mahkota juga sepertinya bisa memenangkan peperangan itu, yang mulia jika tidak ada seorang penyusup yang menyamar dan menghasut yang mulia putra mahkota pada saat itu.”


Claude berpura-pura berpihak pada Garg agar pangeran Garg memiliki sebuah hutang pembelaan padanya. Setelah itu dimana pangeran Garg harus membayar pembelaannya itu ia akan manfaatkan untuk kelancarannya melakukan misi utama yang sudah diberikan oleh Krud.


“Tetapi tetap saja yang mulia putra mahkota, tidak bisa mengetahui perbedaan sihir bangsa kita dan sihir bangsa Tarten.”


Pria itu terus menerus menyudutkan Pangeran Garg, namun tanpa disangka oleh Claude. Pangeran Garg sendiri juga merupakan orang yang sama-sama liciknya dengan pria itu.


“Yah mau bagaimana lagi, toh kamu juga kalah pada perang melawan kerajaan bangsa Silverstone. padahal seperti yang kita ketahui, bahwa tentara silverstone itu hanya seberapa. Bahkan Grand Duke Jacques bisa melakukannya sendirian.” Ejek Pangeran Garg.


Claude mulai memahami, ternyata di dalam kerajaan Greenbreez bukan merupakan kerajaan yang begitu sejahtera seperti kelihatannya. Baik perang politik maupun perang saudara di dalam kerajaannya begitu sadis dan saling menjatuhkan satu sama lain.


“Yang mulia putra mahkota sepertinya tidak tahu situasi sebenarnya seperti apa.”


“Tuan muda pangeran ketiga Wardof merupakan orang yang sama tidak tahu situasinya seperti apa.”


Pangeran Garg begitu cepat membalikan perkataan Pangeran Ketiga Wardof.


“Yang dikatakan oleh Yang mulia pangeran Garg benar, situasi waktu peperangan itu sangat sulit, bahkan saya sendiri hampir mati di tengah peperangan. Beruntung sebelum peperangan dimulai saya menemukan sebuah batu sihir yang dapat meningkatkan mana seorang jendral.”

__ADS_1


Claude membicarakan batu sihir yang ia temukan di tengah hutan dekat dengan gubuk rumahnya saat itu.


“Batu sihir??” serempak semua orang bertanya-tanya tentang batu sihir


“Benar tuan-tuan dan yang mulia. Maaf saya memberitahukannya pada saat jamuan pagi ini, tadinya saya ingin membicarakannya pada yang mulia Raja saja.”


Claude membela Pangeran Garg sudah pada tahap yang sangat jauh sepertinya, Pangeran Garg akan berterima kasih padanya. Menurut pikir Claude.


“Mengapa kalian membutuhkan sebuah batu sihir?” tanya seseorang yang sedikit mirip Wardof namun tubuhnya lebih kecil darinya.


“Tentu, karena lawan kita bukanlah orang biasa, tetapi seorang pangeran dengan kekuatan Necromancy. Ditambah lagi para penyihir murni mereka ikut berperang bahkan mereka menggunakan sihir hitam untuk melawan kami, sehingga tanah Greenpreal kini sudah banyak terkena kemalangan.”


“Seorang pangeran menjadi seorang necromancy merupakan hal yang tabu di negara kita, bahkan beberapa negara lainnya juga, karena hal itu bisa menghilangkan kemurnian sihir dari kerajaan. Kalian pasti berbohong” ujar Wardof.


“Kau salah Wardof" Tiba-tiba raja angkat bicara soal Necromancy Pangeran Zachary yang benar adanya.


"Memang jika pangeran mempelajari ilmu tentang Necromancy akan membuatmu kehilangan kemurnian sihir dewa mu. tetapi berbeda jika kau berasal dari bangsa Tarten yang memiliki elemen tulang." sambung raja yang memahami bagaimana situasi peperangan.


"Claude setelah jamuan pagi ini selesai tolong temui aku di ruangan ku." Raja memotong pembicaraan Wardof.


"Yang mulia sebaiknya kau jangan terlalu kasar pada Wardof walau bagaimanapun dia juga anakmu." Salah satu seorang wanita yang berderet dengan raja dengan berpakaian warna magenta itu berbicara.


"Aku tidak keras, Wardof masih dalam masa introspeksi dirinya, karena dia seorang pangeran yang tidak bisa membuat citranya sendiri di dalam masyarakat, maka dari itu Wardof harus merubah sifat angkuhnya seperti ini." Raja mengabaikan perkataan wanita itu, yang kemungkinan seorang selir Raja .


***


Di ruangan kerja raja, Claude begitu terperangah dengan ruangan kerja raja yang begitu sederhana. Tidak seperti kamar Claude atau istana barat yang begitu mewah.


"Salam saya haturkan kepada titisan dewa matahari Yang mulia Raja Nebuchadnezzar yang Agung." Claude menunduk hormat kepada Raja.

__ADS_1


"Kemarilah!"


Claude pun menuruti Raja untuk mendekatinya, namun tiba-tiba..


"Tangkap pria ini!" Raja memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Claude.


Claude tidak sedikitpun berontak, namun dia hanya menanyakan alasan ia menangkapnya karena apa? "Yang Mulia mengapa anda menangkap saya?"


Raja pun menjawab "Kau menggerakkan para pasukan tanpa perintah dariku, itu adalah kesalahanmu yang pertama. Kedua statusmu itu sangat rendah kau tidak bisa memerintahkan para jendral yang statusnya lebih besar darimu. Yang ketiga adalah kau anak dari Baron Vischa, tentu saja kau tidak bisa seenaknya menggunakan peperangan ini untuk kepentingan mu.


"Lalu jika saya tidak turun tangan apa rencana yang mulia untuk mempertahankan Greenpearl?" Tegas Claude.


"Rencana ku adalah melakukan perebutan wilayah setelah mereka menguasainya beberapa hari."


"Jadi maksud yang mulia, kau membiarkan para Jendral dan pemimpin pasukan mati sia-sia pada perang dan kau sendiri akan merebutnya setelah peperangan?


Kau benar-benar sangat bijaksana yang mulia, membiarkan jendral hebat seperti Eden dan Lyon mati sia-sia dalam perang." Tatapan Claude bukan main ia benar-benar marah dengan pemikiran raja yang seperti itu.


"Lepaskan tuan Claude!" "Kau benar tidak seharusnya aku seperti itu. Kalau begitu aku ingin mendengar bagaimana cerita kau bisa memenangkan peperangan yang berat sebelah seperti ini.,


"Kalau yang mulia tidak keberatan maka saya akan bercerita dengan detail dan bersungguh-sungguh." Claude memberi hormat untuk meminta izin pada raja.


"Baiklah aku izinkan kau berbicara detailnya tentang peperangan di perbatasan."


"Terimakasih yang mulia. Tapi sebelum itu saya ingin bertanya pada yang mulia Raja."


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Apakah yang mulia tahu harta yang sangat berharga yang terletak dibawah Greenpearl?"

__ADS_1


"Sepertinya aku pernah mendengarnya dari Raja terdahulu, soal harta kerajaan yang tersembunyi di Greenpearl." Raja nampak sedang berpikir maksud harta yang tersembunyi di bawah tanah Greenpearl.


__ADS_2