
"Yah sudah, kalau begitu bagaimana kalau kau berjaga di dekat pintu, jika ada aura orang yang sama denganku itu Artinya dia adalah Charmy, Kakakku Dia adalah mata-mata jadi kau berhati-hatilah dengan wanita ular itu."
"Tidak mau, aku tidak mau diperintah oleh orang rendah sepertimu. Aku ini adalah malaikat agung senior bagaimana bisa aku dengan mudahnya menerima perintah dari bawahan juniorku sendiri."
"Apa!? Dasar malaikat tidak berguna!" Kata tidak berguna yang keluar begitu saja dari mulut Claude membuat Gabriel benar-benar geram dengan perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh Claude.
"Kau tahukan bahwa malaikat memiliki kecepatan yang luar biasa? Nah oleh karena itu aku akan membuatmu sangat cepat seperti kami bagaimana?"
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi. Seharusnya aku sudah mencatat mantra bab dua sekarang. Cepat buat aku bisa melakukan dengan cepat untuk menyalin semua Grimoire ini."
Gabriel mencoba menstransfer kekuatannya. Namun tidak bisa masih ada sedikit kekuatan iblis didalam tubuh Claude. Padahal sebelumnya tidak bisa seperti ini. Biasanya seluruh jiwa dan kekuatan iblis-nya tersegel di dalam liontin milik ibunya.
"Apa yang terjadi?"
"Kau tahu kekuatan kita saling bertolak belakang. Ini aneh, bukankah dalam laporan Krud jiwa dan kekuatanmu tersegel didalam liontin mu?" Ujar Gabriel keheranan dengan yang terjadi saat mentransfer kekuatannya.
"Benar, Krud juga pernah mengatakan kalau jiwa dan kekuatan iblis ku tersegel di dalam liontin milik ibuku ini." Claude mengacungkan liontin itu.
"Kurasa saat kau menggunakan kekuatan iblis untuk bertarung dengan para targetmu. Sedikit demi sedikit jiwa iblis-mu kembali ke tempatnya."
"Apa!? lalu bagaimana dengan penyamaran ku? Apakah raja akan mengetahui identitas asli ku?" Claude terkejut begitu mendengar apa yang di katakan oleh Gabriel masuk akal.
Jika jiwa iblis-nya perlahan-lahan mulai kembali kedalam tubuhnya. Kemungkinan besar tentang hancurnya dunia seperti apa yang diramalkan akan sepenuhnya terjadi. Sebelum ia mengubah dirinya menjadi setengah malaikat.
"Kurasa raja tidak akan menyadarinya, karena hanya ada satu persen bagian saja yang menepati pusat aliran darah mu." Gabriel menyelidiki tubuh Claude dengan kekuatan murninya.
"Kalau begitu syukurlah. Jika itu terjadi kemungkinan besar orang-orang akan mengurungku atau memenggal ku." Claude mengungkapkan kekhawatirannya.
"Itu benar, tapi sekarang aku tidak bisa mentransfer kekuatan milikku. Satu-satunya cara agar kau bisa menyalinnya adalah kau harus bersabar dan menulis semuanya dengan tanganmu."
__ADS_1
"Sial, kenapa aku terlahir tanpa sihir seperti ini. Padahal orang-orang bisa menulis mantra dengan sihir mereka." Claude berkeluh kesah karena buku yang ia salin bukanlah buku yang bisa disalin dalam satu malam.
"Kalau begitu aku akan menunggumu di sini." Gabriel menunjuk kasur Claude.
"Maksudmu kau akan tidur di ranjang ku? Sedangkan aku menulis semalaman di meja kerjaku?" Claude kesal melihat Gabriel seenaknya begitu.
"Tentu saja, aku adalah malaikat agung senior 1. Artinya aku yang paling tertinggi diantara malaikat agung senior lainnya."
"Dasar malaikat semuanya sama saja." Claude benar-benar kesal dengan perbuatan para malaikat yang seenaknya seperti itu."
***
Setelah dua hari berlalu. Claude berhasil menyalin semua mantra di dalam Grimoire milik ayahnya itu dan Claude pun meregangkan badannya. Selama dua hari ia makan hanya didalam kamarnya tetapi Charmy tidak pernah nampak mengantarkan makanan atau membantunya berganti pakaian.
"Gabriel! Kira-kira berapa hari lagi aku harus membunuh Baron Prieto?" Claude bertanya pada Gabriel yang sedang mengawasinya saat menulis.
"Yah waktunya tidak lama lagi. tapi sepertinya ada beberapa masalah."
"Pertama bagaimana kau akan pergi ke pertemuan itu, yang kedua jika kau sengaja menemui mereka mungkin kau akan sulit dan langsung dicurigai. Jadi apa yang akan kau lakukan untuk membuat strategi?" Ujar Gabriel penasaran dengan pendapat Claude.
"Kau benar, aku juga tidak bisa keluar sembarangan di dalam kediaman ini. Sebaiknya aku mengembalikan Grimoire ini dulu. Lalu memikirkan strateginya dulu."
Claude pun membawa Grimoire itu dan pergi keluar untuk menemui Vischa.
Namun ia ingat ia masih belum membuka surat yang ketiga. Ia pun kembali kedalam kamarnya untuk membaca surat itu terlebih dahulu.
"Ada apa?" Ujar Gabriel.
"Aku rasa aku harus segera membuka surat yang ketiga. Jujur sebenarnya aku penasaran dengan isi dari surat yang ketiga ini."
__ADS_1
...----------------...
Claude maaf telah menelantarkan mu dan ibumu, adikku pasti kerepotan mengurus mu karena ia juga memiliki seorang anak yang banyak.
Tapi Claude kau harus percaya, Garten dalam masalah. Sebelumnya aku sempat dirasuki oleh seorang iblis bernama Belphegor. Jika saja saat itu aku tidak melakukan kesalahan dengan ibumu. Mungkin kau tidak akan menjadi manusia terkutuk.
Tetapi aku mendengar dari Vischa kalau ibumu menghapus kutukan mu dengan melakukan persembahan darah dengan liontin miliknya. Itu sebabnya dia tidak bisa menjagamu sampai akhir.
Vischa bilang bahwa ia sangat menyayangi mu karena kau sangat mirip denganku. Kuharap suatu saat nanti kau akan bertemu denganku dan menyelamatkan Garten.
Claude aku mengirim Grimoire milikku kepada Vischa aku harap ia benar-benar memberikannya padamu agar kita bisa bertemu. Ini satu hadiah mantra untukmu.
"Garten ditutupi keberkahan abadi berkat dari raja pertama Raja Axias"
^^^^^^Wilson^^^^^^
...----------------...
Claude tidak begitu mengerti maksud didalam surat itu, tetapi tiba-tiba saja air matanya meleleh. Jadi sebenarnya siapa Vischa? Didalam otaknya masih belum menerima apa yang dikatakan oleh surat itu.
Terlalu berat baginya untuk menerima bahwa Vischa bukanlah Ayah kandungnya. Dua hari yang lalu Vischa bercerita bagaikan seorang ayah yang bercerita pada anaknya, namun setelah dua hari ia menemukan surat di dalam Grimoire yang begitu tebal ini.
Ia tidak sengaja menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Suratan takdirnya begitu rumit mulai di kutuk menjadi iblis dan berbagai hal yang ia lewati, ia tidak menyangka bahwa yang lebih kejam dari semua apa yang dilewatinya selama ini adalah ayah kandungnya sendiri.
Ia membuat ibunya melahirkan seorang iblis sepertinya dan menelantarkannya begitu saja. Hingga ibu dan anaknya menderita.
"Surat itu pasti inti dari surat yang lainnya. Sudah kubilang untuk membacanya dulu saat itu." Gabriel tiba-tiba berbicara ditengah-tengah Claude yang sedang menunduk sambil meneteskan air matanya itu.
"Kau tahu seseorang memberiku hadiah sebuah mantra rahasia. Dasar orang sialan, apa dia tidak tahu kalau aku tidak memiliki sihir?" Ujar Claude mencaci maki orang yang menulis surat itu.
__ADS_1
Claude pun meremas surat itu dan membuangnya entah kemana. Ketika ia hendak mengembalikan buku Grimoire itu kepada Vischa tidak sengaja air matanya menetes ke atas buku Grimoire itu sehingga Grimoire itu terbakar.