
***
"Setelah mendapatkan informasi yang cukup tentang Ayahnya, Claude kembali ke dalam kamarnya. Begitu membuka kamarnya ia langsung menggantung jasnya. Lalu berjalan menuju ranjangnya sebelum ia membantingkan tubuhnya diatas ranjang.
Claude akhirnya bisa merasakan ketenangan sejenak, namun saat itu juga Gabriel datang kembali dengan membawa dua surat kematian. setelah ia pergi beberapa jam ke dunia atas.
"Hei kau dilarang untuk beristirahat!" Gabriel menegur Claude. Namun Claude mengabaikannya.
Dalam hati Claude pun menggerutu dengan dengan kesal "Sial, Datang satu pria yang membosankan." sesuai ucapan Krud. Bahwa Gabriel adalah malaikat yang sangat membosankan bagi Claude. Tidak seperti Krud yang memiliki seribu satu ekspresi yang membuat Claude merasakan rasa itu begitu Krud tidak lagi ada di sisinya.
"Hei, apakah kau mau bermalas-malasan disaat Krud tidak ada?"
"tolong jawab aku, kau kan malaikat yang paling senior dari Krud. Apakah kau tahu keberadaan pangeran Henry IV?"
Tiba-tiba mata Gabriel terbelalak kaget. Claude menangkap ekspresi Gabriel yang tidak bisa berbohong itu.
"Jadi kau kenal dia ya. Tidak usah dilanjutkan aku hanya ingin meminta bantuan pada mu untuk menyalin semua buku ini."
Claude pun menyerahkan buku yang sangat tebal itu pada Gabriel.
"Apakah kau bertindak seperti ini juga pada Krudzrail? Aku jadi berpikir dua kali, sebenarnya siapa bosnya diantara kalian kenapa aku merasa bahwa Krud itu adalah babu mu?"
"Tidak kok, dia tetap bosnya tetapi setiap bis memberikan upah bukan? Krud membantuku sebagai bentuk imbalan, karena ia tidak ada jadi kau yang menggantikannya."
"Memangnya apa yang membuat Krud begitu berhutang padamu? tentu saja itu karena aku berhasil mengambil nyawa para target yang ditugaskan untuk Krud.
Mulai dari Espen si penyihir sinting itu. Sampai para penyihir hitam di Tarten dan juga pangeran Zachary si pria sinting sialan itu."
"Zachary??" Gabriel terbelalak tidak percaya dengan perkataan Claude. Sehingga ia mengulang nama yang disebut oleh Claude.
"Itu benar! Kenapa kau terkejut begitu? Sepertinya semua malaikat selalu terkejut begitu mereka mengetahui Zachary. Bahkan Krud juga menyangka bahwa Zachary itu adalah seniornya. Sebenarnya apa yang terjadi?
Tunggu dulu, apakah di dunia atas tidak ada papan gosip? Biasanya berita yang luar biasa langsung diumumkan di papan yang sangat besar. Kalaupun ada pasti si Krud sialan itu yang terkenal di dunia atas bukan? Pantas saja dia bilang kalau dia adalah orang yang paling keren di dunia atas. Dasar Krud awas saja kau!"
Claude berkata dengan santai seolah-olah semuanya dilakukan dengan mudah baginya. Hal itu membuat Gabriel tertampar keras, Bagi dirinya Zachary adalah lawan yang sangat Sulit untuk dihadapi.
"Apa aku tidak salah dengar? Bagaimana kau mengalahkannya? Bahkan di dunia atas aku tidak pernah mendengar bahwa Krud mendapat tugas untuk membunuh Zachary. Bahkan keberadaan Zachary di dunia atas.. itu tidak mungkin kau pasti berbohong bukan?"
__ADS_1
"Tentu saja kau dan para malaikat yang lain tidak tahu." Claude pun berusaha untuk bangun dari ranjangnya. "Karena surat kematiannya turun langsung kehadapan ku." sambung Claude menatap Gabriel dengan remeh.
Gabriel semakin terkejut dengan apa yang terjadi. Mengingat dia yang harusnya menangani Zachary itu telah gagal, Bahkan para juniornya menjadi korban dari keegoisannya yang menyerah pada tugas itu sehingga dewa melemparnya kepada para junior yang merasa dirinya sanggup.
"Cepat jawab apa kau bisa menyalin semua Grimoire milik ayahku?" Claude dengan datarnya menyuruh Gabriel yang merupakan malaikat yang lebih tinggi dari Krud itu untuk menyalin satu buku tebal penuh.
Gabriel pun merebut buku tebal itu dan melihat dulu sampul Grimoire tua itu. "Apa kau tidak salah ini Grimoire yang harusnya tidak kau salin." Gabriel mencoba meyakinkan Claude untuk menyalin buku yang menurutnya tidak cocok dengan iblis seperti Claude.
"Pokoknya salin saja aku tidak peduli apapun."
"Tapi di dalam satu lembar di bagian tengah ada sebuah lembar yang berisikan kertas lainnya. Menurut perkiraan ku itu adalah sebuah surat."
"Benarkah?" Claude langsung merebut buku itu dari tangan Gabriel.
"Sini kemari kan biar aku yang merobek halamannya."
"Tapi bagaimana jika ayah tahu? bahwa ada surat di dalamnya?"
"Sepertinya ia tidak tahu."
"Ini tulisan sihir dari keluarga kerajaan Garten."
"Mau ku robek atau tidak?"
"Robek saja! jangan banyak bicara. Tapi asal jangan mengenai tulisan mantra di halaman itu. Sebaiknya kau merobeknya dari bawah."
"Baiklah akan ku robek dari bawah."
Gabriel pun merobek halaman 87 dan 88 dari Grimoire itu secara perlahan dibagian bawah halaman yang tidak terkena tinta tulisan mantra-mantra yang ditulis sendiri oleh Vischa.
Keringat tegang diantara keduanya membasahi seluruh kepala dan badannya. Mereka benar-benar sangat hati-hati, karena mereka takut merobek suratnya juga.
"Bagaimana?" Claude penasaran dengan Gabriel yang baru saja selesai merobek halaman itu.
Gabriel mengambil secara perlahan surat itu dari dalam halaman Grimoire itu.
"Sepertinya.. ini.. tidak bisa diambil." Gabriel mengatakannya dengan sedikit kecewa, Bukan hanya itu Claude juga sedikit kecewa tubuhnya sedikit lemas lesu begitu begitu ia mendengar bahwa suratnya tidak bisa diambil.
__ADS_1
"Kenapa suratnya tidak bisa diambil?" Claude mengeluh kepada Gabriel, karena sejujurnya ia benar-benar sangat kecewa setelah Gabriel mengatakan itu.
"Ini tersegel dengan sihir, yang cukup rumit." Gabriel menjelaskan alasan mengapa surat itu tidak bisa diambil.
"Berikan buku itu padaku!"
Gabriel pun memberikan buku itu pada Claude. Namun seketika segel sihir yang menurut Gabriel cukup rumit itu ternyata dengan mudah dapat dibuka oleh Claude.
"Apaan ini apakah kau bercanda?" Claude kesal dengan Gabriel yang sempat mengatakan bahwa suratnya tersegel dalam buku dengan segel sihir yang cukup rumit, ternyata dengan mudah ia membukanya.
"Ini.." Gabriel tertegun begitu melihat Claude dapat membuka segel itu dengan mudah.
...----------------...
untuk Putraku Claude, tolong pergi selamatkan Garten.!
...----------------...
"Apa-apaain ini maksudnya? Apakah surat ini sebenarnya ditujukan untukku? Apa maksud ayah sebenarnya? Ini sangat membingungkan."
"Oh itu Claude! Lihat! Total semua suratnya ada tiga buah."
...----------------...
untuk Putraku Claude, maafkan perbuatan ayah selama ini.
...----------------...
"Apakah dia gila? Beraninya dia meminta maaf dengan cara seperti ini setelah apa yang ia lakukan selama ini."
"Tenangkan dirimu Claude kau harus membaca suratnya yang ke tiga."
"Tidak perlu! Kau cepat saja salin semua mantra nya."
"Sebenarnya aku tidak punya sihir untuk menyalin seperti Krud."
"APAA!? lalu aku harus bagaiman?"
__ADS_1
"Tentu saja kau harus menyalin semuanya dengan tanganmu sendiri dengan begitu kau dapat mengetahui mantranya dan arti dari mantra itu."
"Memang tidak salah tapi jika Charmy melihatnya, mungkin saja akan terjadi sesuatu seperti yang dikatakan Ayah" ujar Claude di dalam kepalanya.