Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
65


__ADS_3

"Kau ingin menyalahkan ku?" Tatapan mata Zachary benar-benar menakutkan. Aura iblis-nya terpancar hingga terasa mencekik tak bisa bernafas, Gabriel yang hanya menjabat beberapa ribu tahun setelah banyak posisi malaikat pensuci yang kosong itu. Baru pertama kalinya menghadapi orang yang sangat Sulit seperti ini.


Tatapan mata kosong dari Zachary membuat Gabriel tidak bisa menebak apa isi hati Zachary. Nampaknya akan sedikit lebih sulit untuk Gabriel mensucikan Zachary untuk saat ini. tetapi Gabriel tidak menyerah begitu saja dirinya melihat juniornya yang terkapar tidak berbentuk lagi seolah-olah marah dengan apa yang dilakukan oleh Zachary.


"Kau adalah manusia terdampak yang ada di dunia. Bukankah jika kau mati kau bisa bereinkarnasi dan menjalani hidup yang lebih baik lagi?" Ujar Gabriel yang sedang menahan emosinya.


"Kau salah, jika aku harus bereinkarnasi maka aku harus memulai semua ini dari nol lagi. Dan itu sangat merepotkan." Zachary mengungkapkan alasannya secara gamblang.


"Aku tidak mengerti lagi cara pikir mu yang seperti itu. Walaupun aku hanya malaikat pensuci, suatu saat ada malaikat maut yang hebat yang bisa membunuhmu!"


Setelah Gabriel menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja Zachary menyerang Gabriel. Kini serangannya sedikit meleset namun berhasil melukai bahu kiri Gabriel.


"Kau banyak bicara! Aku sedang lapar, apa kau juga akan menjadi makanan ku selanjutnya? Tapi malaikat penakut seperti mu sepertinya rasanya agak sedikit kecut."


Gabriel masih terbelalak kaget begitu bahunya berhasil di lukai oleh Zachary. Luka perih yang amat dalam menjalar ke otak Gabriel. Benar-benar sakit tiadatara. Di serang menggunakan kekuatan murni malaikat lain ditambah dengan sedikit kekuatan murni iblis membuatnya tidak bisa menggerakkan bahu kirinya lagi.


"Bagaimana rasanya? Sakit? utututu.., jangan menangis. Tapi kau hebat tidak langsung mati begitu mendapat serangan ku. Bagaimana kalau kau mencobanya sekali lagi?"


Zachary pun hendak membunuh Gabriel dengan melakukan serangan yang selanjutnya tetapi, begitu serangannya di luncurkan sebuah asap kabut tebal menyelimuti semua hutan sekitar istana.


"Kau tidak akan bisa menemukanku sekarang." Gabriel dengan percaya diri mengeluarkan asap kabut yang tebal dengan sedikit partikel suci yang dapat mensucikan kekuatan iblis Zachary.


"kekekekek, kau pikir dengan begini aku tidak bisa menemukanmu? lihatlah sekelilingmu."


Zachary tiba-tiba berdiri di belakang Gabriel, dan di sekeliling Gabriel terdapat banyak sekali Undead dari sihir yang dikeluarkan oleh Zachary.


"Kau bukan hanya melanggar hukum dunia kau bahkan mencemari sihirmu dengan menjadi Necromancy." Gabriel tidak begitu paham lagi dengan apa yang dilakukan oleh Zachary.


Zachary dengan tenangnya hendak melakukan serangan yang selanjutnya pada Gabriel, namun ketika itu juga suara dari seseorang membuatnya membatalkan semua serangan yang hendak di lancarkan kepada Gabriel.


"Zach! Zach!" Suara dari seorang wanita yang memanggilnya.


"Sacra!?" Mata Zachary terbelalak terkejut begitu mendengar suara Sacra. "Pergilah malaikat bodoh. Bawa batu cahaya milik junior mu." Ucapan Zachary benar-benar tidak bisa di mengerti oleh Gabriel tetapi ia cukup paham, karena menurut instingnya orang yang lebih berbahaya akan segera datang.


Gabriel pun pergi dengan membawa sebagian keping batu cahaya dari perwujudan juniornya. Gabriel pun terbang melesat kedunia atas, namun di saat belum sempat sampai ke dunia atas Batu cahaya yang dibawanya itu pecah ketika di pertengahan jalannya.

__ADS_1


Air mata tiba-tiba saja meleleh dari mata Gabriel. Dia masih belum tahu pasti siapa yang salah. Bahkan di dalam otaknya masih terngiang wajah juniornya yang tersenyum bangga setelah lulus dari akademi.


>>>> kembali ke keadaan sekarang.


"Senior!"


"Mengapa senior melamun? Apakah ada sesuatu pekerjaan senior yang sangat Sulit?"


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku sedikit khawatir dengan keadaan Krud."


"Maksud senior, Krudzrail si malaikat maut yang sombong itu?"


"Ya.."


"Apa yang terjadi padanya? pasti itu adalah sebuah karma untuknya akibat sikapnya yang selalu sombong itu.".


"Dia hampir pecah."


"Uapa!? Pecah? Apa yang di lakukan bocah itu, apa dia sudah gila?"


"Aku juga tidak tahu, tapi Krud menyembunyikannya rapat-rapat ini pasti berhubungan dengan Claude, tapi Claude mengatakan bahwa saat mereka melawan Granduke Krud sudah kehabisan kekuatannya lebih dulu."


"Memangnya siapa yang sama?"


"Rail dan Azrach, mereka juga berada di ruang istirahat padahal mereka baru saja lulus akademi seminggu yang lalu."


"Dimana mereka di tugaskan?"


"Hmm.., di Blackriver dan Redsole."


"Itu tempat yang cukup sulit bagi malaikat yang baru saja lulus seperti mereka."


"Itu sudah ketetapan, merekapun sedang kekurangan anggota seperti kita."


"Ini.. aku harus menanyakan sesuatu pada mereka."

__ADS_1


"Senior kau mau pergi kemana? Bukankah kau mau menambah serbuk partikel suci?" Teriakan juniornya itu diabaikan begitu saja oleh Gabriel.


Sedangkan Gabriel kembali ke sebuah tempat para malaikat maut berada untuk menanyakan sesuatu pada Rail dan Azrach.


Gabriel tidak begitu tahu dimana tempat mereka diistirahatkan sementara. namun ia tidak kehilangan akal untuk bertanya pada malaikat yang berjaga disana. Sehingga ia dapat dengan mudah menemukan kamar Azrach dan Rail.


"ruangan 19 dan ruangan 18." beruntung hanya berbeda satu kamar saja."


Gabriel pun masuk ke dalam kamar 19 dahulu untuk menemui Azrach.


"Azrach!"


"Se, senior!!!"


"Apa yang terjadi?"


"Penyihir murni di redsole Benar-benar menakutkan, sepertinya aku harus kembali ke akademi setelah kekuatanku pulih."


Kamar sebelah..


"Apa yang terjadi padamu Rail?"


"Pokoknya aku harus kembali ke akademi setelah ini. Jadi malaikat hitam sangat Sulit. padahal aku ingin sedikit keren seperti senior Krud."


"Kalian terlalu gegabah, kini dunia sudah berubah kalian harus extra hati-hati saat menjalankan tugas kalian."


"Sepertinya kalimat hati-hati ini selalu diucapkan para senior, tapi senior sendiri bagaimana!??.


Aku sering melihat senior mengeluarkan darah dari hidung senior apakah senior sendiri sedang baik-baik saja?"


Gabriel terbelalak terkejut begitu mendengar apa yang di katakan Rail. Selama ini kata hati-hati yang ia ucapkan untuk malaikat lainnya tidak pernah ia perhatikan sendiri. Dirinya tidak begitu hati-hati dan terkadang memaksakan dirinya untuk menyelesaikan semua tugasnya.


"Aku sungguh baik-baik saja dari kalian. Aku hanya sedikit kelelahan begitu mendapat kerjaan yang empat kali lipat dari biasanya ditambah, malaikat pensuci semakin langka, akan sangat Sulit bagi kami menyelesaikan tugas dalam kurun waktu yang bersamaan."


"Kalau begitu senior, minta bantuan saja pada malaikat yang lainnya. misalnya malaikat penurun bencana."

__ADS_1


"Tidak bisa, mereka sekarang sedang di persiapkan untuk sesuatu. Kalau kau sudah beristirahat jangan lupa untuk mengunjungi ku, aku akan pergi bertugas kembali."


Gabriel pun pergi meninggalkan Rail dan Azrach.


__ADS_2