Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
54


__ADS_3

"Oh, jadi begitu ya pantas saja ia bisa memenangkan peperangan itu, sepertinya makhluk rohnya itu hanya secara keberuntungan memilih Claude sebagai tuannya.


Sudah kuduga hanya melihat rambutnya saja yang mirip dengan milik kita, Aku sudah menebaknya bahwa sihirnya sama dengan milik kita. Aku juga yakin saat itu sihirnya tidak muncul karena ia dalam keadaan tertekan.


Seandainya saja dia tidak kabur, aku pasti akan menjadi orang yang sangat disukai oleh raja dan menikahi putri Drenelle."


Charmy menunduk kesal sekaligus ketakutan. Carpel benar-benar tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Charmy terhadap Charly.


"Hei, Carpel aku dukung kau untuk menjatuhkan Claude. Jangan nyerah ya." Charly mengatakannya dengan tatapan dingin dan penuh aura gelap disekitar. Senyuman yang begitu mengerikan dari Charly, membuat Carpel tersadar dan merasakan hal yang sama dengan Charmy.


***


Di dalam kereta kuda..


"Tuan Penasehat, seharusnya kita bersikap biasa saja saat nanti. Aku akan membawamu ke restoran VIP milik keluargaku."


"Kau memiliki Restoran?"


"Ya benar, namun sekarang sudah menjadi milik adikku Muse Jacques."


"Kau punya adik perempuan ternyata. Dia pasti sangat cantik karena kakaknya saja sudah setampan dirimu." Claude berusaha lebih akrab dengan Lyon agar ia mengetahui identitas keluarga Jacques berserta kutukan yang ada pada Grand Duke Jacques.


"Kau benar, dia sangat cantik. Sayang sekali tuan Penasehat sudah akan dinikahkan dengan salah satu putri Yang mulia Raja. Tadinya ku pikir jika aku menjodohkan kalian. Kalian akan menjadi pasangan yang serasi." Lyon tersenyum senang sepertinya ia sedang membayangkan saat Claude menjadi iparnya.


"Jangan berpikir bodoh seperti itu. aku sendiripun sebenarnya masih belum berpikiran jauh kesana. Lagi pula aku lebih suka berada di medan perang dari pada bersantai di ibukota seperti ini."


"Hahah, tuan Penasehat memang seorang pekerja keras ya."

__ADS_1


"Maafkan untuk ketidak sopanan ku, sebagai temanmu aku hanya merasa kau sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu bukan? Apa aku benar?"


Claude menatap menyelidik kepada Lyon, yang sepertinya dugaan Claude benar. Ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Lyon.


"Hmm.., bagaimana kita bicarakan ini setelah sampai." Lyon melirik pelayan yang berada di sebelahnya dan kusir kuda yang mungkin saja mendengar ucapan mereka ketika dalam kereta kuda.


Setelah mengerti isyarat yang diberikan oleh Lyon, Claude mengerti dengan apa yang di maksud oleh Lyon dan mengubah topik pembicaraannya.


Setelah beberapa puluh menit kemudian mereka sampai di restoran mewah milik keluarga Jacques. Lagu-lagu clasic yang merdu. Para penyanyi nya pun merupakan seorang penyihir bangsawan dengan bakat suara. Sehingga terdengar sangat indah dan memikat.


Claude sangat takjub bukan hanya bagian luarnya saja yang mewah, tetapi semua seisi-isi restoran ini begitu mewah. Keluarga Jacques berbeda sekali dengan keluarga Duke Lourik yang tidak begitu royal terhadap harta mereka.


Bahkan saat mengikutinya saja, Claude melihat Duke Lourik makan di toko kue yang biasa saja. Tidak semewah ini.


"Kau terlihat sangat takjub dengan desain interior ini." Ujar Lyon tiba-tiba Claude merasakan hawa dingin dibalik punggung Lyon yang membuat perasaannya menjadi tidak enak.


"Apakah desain semua ruangan ini menggunakan sihir?" Claude bertanya karena penasaran.


"Ya, karena sihir di keluargaku tidak hanya muncul satu jenis saja. Kau lihat penyanyi yang bernyanyi di panggung tadi? Itu adalah perwujudan sihir angin sebenarnya, mereka begitu Kreatif menciptakan sihir yang indah bukan?"


Dalam hati Claude masih terasa tidak enak, seperti ada sesuatu yang mengganjal pada Lyon. "Tidak, aku baru mengerti lagu ini adalah mantra sihir." Dalam hati Claude berbisik kalau ia baru menyadari sesuatu.


Tetapi ia harus lihat sampai mana Lyon akan menunjukan maksud yang sebenarnya. Claude pun masuk kedalam ruangan VIP itu diikuti oleh Lyon.


Mereka langsung terduduk di meja dan kursi yang sudah disiapkan. Tidak ada satupun orang yang bersama dengan mereka. Para pelayan hanya menunggu di depan pintu untuk berjaga terjadi sesuatu.


Lyon pun menuangkan Wine di gelas milik Claude dan miliknya. Sambil tersenyum Lyon mengacungkan gelasnya menandakan ia ingin bersulang dengan Claude.

__ADS_1


Walaupun pada awalnya Claude ragu, Akhirnya mereka bersulang. Kedua gelas saling beradu, menimbulkan suara dentingan yang nyaring. Lalu mereka pun meminum seteguk anggur itu.


Lalu dilanjutkan dengan memakan hidangan yang ada sambil membahas apa yang mereka hendak bicarakan.


"Jadi apa yang ingin kau katakan Lyon?" Sambil berhati-hati, Claude sudah merasakan bahwa Lyon sepertinya menyiapkan suatu perangkap untuknya.


"Ini soal kakakku, semalam kita sudah membahasnya bukan?" Lyon tersenyum palsu pada Claude, namun dengan cepat mengetahui hal itu.


"Kepala Keluarga Jacques secara turun temurun mewarisi tanda segel kutukan. Tapi sepertinya kau sudah mendengarnya." Sambil memotong makanan yang ada dihadapannya Lyon membicarakan tentang keluarganya yang seperti diharapkan oleh Claude.


"Tidak bisa di pungkiri, karena gosip mudah menyebar." Claude beralasan bahwa ia hanya mendengarnya lewat sebuah gosip agar Lyon tidak menganggap terlalu serius akan hal itu.


"Itu bukan hanya sekedar gosip, karena bagi orang yang menyebarnya adalah hukuman mati. tapi khusus untuk tuan Penasehat kerajaan tidak melakukannya."


.


"Kau terlalu serius Lyon, Jujur aku tahu semua hal ini hanya berasal dari sebuah gosip. (Sebenarnya gossip dari Krud jadi tidak mungkin salah) memang kutukan seperti apa siapa tahu aku bisa membantu mu mencari obatnya."


" terimakasih niat baik mu, aku akan menceritakannya. jadi dulu grand Duke yang merupakan keturunan ke kerajaan itu memiliki sihir yang sangat besar tiga bakat elemen sihir.


Diantaranya Angin, Air, Api. lalu kami menyebutnya sihir A3. Dimana sihir itu sebenarnya saling berlawanan. Namun bisa saling digabungkan. Keluarga kami banyak melakukan eksperimen dan menghasilkan kekuatan luar biasa, sehingga ada sedikit niatan mereka untuk mengkhianati ke kerajaan.


Dengan tidak tahu malunya ia datang seorang diri, karena istri dan anaknya sendiri adalah orang yang ingin ia hadiahi sebagai posisi paling tinggi. Sehingga mereka tidak tahu tentang pengkhianatan itu.


Hal yang sama terjadi juga pada keluarga Alger mungkin dia akan tahu bagaimana rasanya berada di posisi sebagai orang yang mengkhianati kekaisaran. Beruntung keluarga kami tidak diusir seperti keluarga Tuan Alger. tetapi tetap saja kami tidak bisa hidup dengan tenang."


"lalu apa yang terjadi?" Claude begitu antusias mendengarkan cerita dari Lyon.

__ADS_1


"Tentu saja, tidak disangka-sangka Raja pada saat itu sedang berbicara dengan seorang penyihir Agung. Sehingga karena sudah terlanjur menerobos masuk ia menyerang penyihir itu juga. itu adalah hal yang dilakukan oleh Kakek ku"


__ADS_2