
Semua orang menjauh ngeri melihat kekuatan Granduke yang sangat besar bahkan sangat mengerikan. Tubuhnya tiba-tiba membesar, percampuran antara kekuatan sihirnya dan kekuatan murninya sangat besar namun tidak terlihat efisien atau homogen.
Walaupun kekuatan sihirnya dan kekuatan murninya bercampur, namun masih sangat jelas perbedaannya. Bagaikan mencampur pasir dalam air, walaupun bercampur namun masih terlihat perbedaan yang sangat jelas.
Semuanya ketakutan setengah mati, kekuatan yang begitu mengerikan bahkan jika itu sihir biasa atau sihir gelap hal itu masih bisa Claude serap sihirnya oleh liontinnya miliknya, namun kekuatan Granduke sangat berbeda.
"Apa ini efek dari ia mengkonsumsi darah iblis setiap harinya?" Dalam hati Claude ia berpikir bahwa akan sangat berbahaya kedepannya jika tantangan dewa selanjutnya adalah orang-orang yang seperti Granduke.
Namun ia tidak bisa mundur di tengah seperti ini, karena saat ini korbannya bukan hanya dirinya saja, Bahkan para pasukan dan bangsawan lain disekitar sini juga bisa menjadi korban, bahkan jika ia mundur dari tugas dewa sepertinya korbannya akan berlanjut sangat banyak.
Ini tidak bisa dibiarkan, namun Claude tidak bisa menghentikan Granduke dengan kekuatan murninya. Tiba-tiba saja pasukan kerajaan membuat formasi barisan sihir mereka.
Mereka pun membuka Grimoire mereka dan melantunkan sebuah mantra. "Wahai dewa yang Agung, seseorang telah berbuat keji tolonglah hentikan dia dengan segel sihir milikmu."
Sebuah Cahaya berwarna biru berkilap muncul dari bawah mereka dan berubah menjadi sebuah jaring sihir untuk menghentikan Grand Duke. Namun sayang Grand Duke bisa memutusnya dengan mudah menggunakan pisau sihir miliknya.
"Ayo sekali lagi kita tidak boleh menyerah!" kepala pasukan tidak mengerti jika ia melakukannya lagi Granduke akan benar-benar sangat marah.
Claude harus melakukan sesuatu. Granduke benar-benar sudah berubah menjadi sebuah monster yang mengerikan. Ia pun menyerang pasukan kerajaan dengan tebasan sihir miliknya. Sehingga akhirnya hampir seluruh pasukan kerajaan itu terluka bahkan beberapa orang tidak sadarkan diri.
Para bangsawan yang tertangkap pun hendak melarikan diri namun berhasil di serang oleh Granduke dengan sihirnya. Claude sangat kebingungan banyak korban berjatuhan dihadapannya tetapi ia tidak bisa berbuat apapun.
Tiba-tiba seseorang berbisik dengan tenang. "Tidur!" Dalam sekejap tiba-tiba semua orang tertidur dengan nyenyak kecuali Granduke yang sedang marah itu.
Claude-pun melihat asal suara itu yang ternyata adalah suara dari Krud. Claude sangat senang akhirnya ia bisa bertindak sesuka hatinya, tanpa harus mengkhawatirkan identitasnya terbongkar.
"Kau lama sekali Krud." Claude tidak menunjukan rasa senangnya ia begitu melihat Krud datang membantunya.
"Jangan senang gitu dong, aku hanya datang karena seseorang menghilangkan keberkahan di daerah sini. Ku pikir kau mengeluarkan jiwa iblis mu lagi ternyata makhluk ini ya."
"Apa yang kau maksud makhluk ini adalah Granduke?"
"Eh, U, APA!? GRANDUKE? tunggu dulu Grand Duke Jacques maksudmu? Bukankah kau pergi dengan Lyon kenapa sekarang ada Granduke?"
Claude pikir setelah Krud datang ia mengetahui bahwa yang ada dihadapannya adalah Granduke yang sedang mengeluarkan kekuatan iblis yang ada didalam tubuhnya.
"Kau datang dengan sangat keren, tapi ternyata itu hanya sesaat saja ketika kau datang."
"Claude sepertinya ini sangat buruk. Dewa belum menurunkan surat kematiannya, tetapi kita bertemu lebih cepat dari dugaanku."
__ADS_1
"Eh,U, APA!? Ku pikir kau kemari membawa surat kematiannya. Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?"
Tiba-tiba saja Granduke menyerang mereka.
"Aku tidak tahuuuu ..!" Krud berteriak sambil menghindar serangan dari Grand Duke.
Claude ikut menghindar dengan arah yang berlawanan dengan Krud.
"Apa tidak ada cara lain? Aku sangat lelah seharusnya aku sudah tidur sekarang." Teriak Claude menanyakan solusi lain pada Krud.
"Aku tidak, tahu bukankah aku sudah menjadikanmu makhluk yang pintar?" Krud terus menghindar serangan sihir dari Grand Duke.
"Berhenti kau iblis rendahan!" Ujar Granduke saat menyerang Krud
"Oi, aku bukan iblis. Aku adalah Malaikat Agung."
Ketika Krud berbicara seperti itu Claude teringat akan sesuatu hal. Bahwa kekuatan murni iblis dan malaikat itu berlawanan.
"Kau, Krud apakah kau bisa menggunakan kekuatan murni mu untuk menghilangkan kekuatan murni iblis-nya?"
"Tidak bisa aku diciptakan untuk mencabut nyawa saja, tugas itu hanya bisa dilakukan oleh malaikat pensuci, yang bisa mensucikan kekuatan murni iblis dengan sihir manusia." Teriak Krud.
"Tidak mereka kekurangan Anggota."
"Kalau begitu tidak ada cara lain." Claude pun melepas sedikit jiwa iblis miliknya. Sehingga sebelah mata kirinya berubah menjadi warna emas kekuningan seperti warna mata iblis.
"Claude!"
"Maaf Krud, jika dibiarkan Granduke seperti ini korban di sekitarnya akan mati."
"Bukan itu maksud ku, aku akan mengevakuasi semua orang. Dan kau coba hentikan Granduke, tapi semoga saja kau tidak mati saat menghentikan Granduke."
"Dasar kau, masih sempat-sempatnya kau mendoakan ku untuk segera mati."
"Ayo gunakan kekuatan iblismu lebih banyak lagi." Ujar Grand Duke pada Claude.
"Dasar Krud, dia selalu saja menyerahkan hak yang merepotkan padaku." Ujar Claude dalam hati.
"Baik, sebaiknya aku mengamati dulu bagaimana Granduke menggunakan kekuatan murninya. Aku harus minat kelemahannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Saat ia menyerang ia hanya melapisi kekuatan sihirnya dengan kekuatan murninya, itu artinya kekuatan murninya tidak terlalu berperan besar.
Tiba-tiba Claude teringat bahwa jika jiwa iblis-nya bisa tersegel di dalam liontin milik ibunya itu artinya kekuatan murni milik Grand Duke Jacques juga bisa seperti itu. karena hal itu menurutnya tidaklah jauh berbeda. tetapi hanya saja Claude tidak tahu bagaimana caranya.
"Krud! apa kau bisa membaca mantra yang ada di liontin ku ini lagi?"
"Lagi? Hei Ayolah, kekuatanku belum pulih sepenuhnya."
"Belum pulih? Apa yang sebenarnya kau lakukan?"
"Ah, emm itu.. hanya sedikit masalah saja."
>>>> Kembali ke waktu setelah Claude pergi bersama lion.
"hihi, aku tidak menyangka Claude memiliki keberuntungan yang sangat melimpah, bagaimana kesempatannya bisa datang secepat ini."
Brak..
"Charly?" Dalam hati Krud reflek berkata demikian begitu ia terbelalak kaget melihat Charly yang masuk begitu saja kedalam kamar Claude.
"Jadi ini yang Makhluk roh peliharaan Claude? Jelek juga."
"Apa kau bilang? Jelek?"
"Hihihihi, sangat menarik aku jadi ingin memilikinya."
"Jangan Mimpi Sialan!"
"Makhluk roh, makhluk Dewa. Anugrahkanlah kekuatannya menjadi milikku."
Charly tidak menyangka bahwa sihirnya tidak bekerja pada Krud.
"Hahaha kau gila? Aku tidak semudah itu dengan sihirmu yang kecil itu."
Terlihat Jelas Charly sangat marah dengan ejekan Krud yang sangat meremehkannya.
"Charmy!"
Charly berseru pada Charmy, dan Charmy pun membalas dengan anggukan.
__ADS_1
"Makhluk roh, makhluk Dewa. Anugrahkanlah kekuatannya menjadi milikku."