Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
40


__ADS_3

...****************...


"Tuan! kereta kuda tuan sudah kami siapkan. Tuan bisa pulang kembali ke kediaman tuan." Tixier Fenrir ia merupakan orang yang memberitahukan banyak hal tentang istana kerajaan pada Claude.


Namun Tixier sendiri tidak lebih hanya seorang bangsawan kecil sama seperti Claude. Walaupun status keluarganya sedikit lebih tinggi dari Claude, namun tidak menutup kemungkian, bahwa ia adalah seseorang yang berasal dari desa miskin.


Claude langsung bergegas keluar dari kamarnya, sejak malam sekali ia sudah membereskan pakaiannya dan beberapa barang bawaannya.


Begitu keluar dari istana, Kereta kuda sudah menungg olehu tepat di bawah tangga pintu Istana barat. Claude berjalan menuruni tangga dengan gagah, Claude mendapati sedikit wajah Tixier yang begitu membenci Claude.


Tidak seperti sebelumnya yang begitu ramah. Kemungkinan Tixier kecewa besar setelah mengetahui bahwa Claude merupakan seorang bangsawan yang berada jauh dibawahnya, namun mendapatkan penghormatan darinya dan beberapa bangsawan besar lainnya termasuk kerajaan.


Begitu sampai di depan pintu kereta kuda itu, para pelayan langsung menyimpan barang-barang Claude di dalam. Namun sebelum Claude menaiki kereta kudanya itu ada sesuatu yang sepertinya harus ia lakukan sebelum pergi.


Claude memegang bahu kiri Tixier dengan tangan kirinya. lalu berbisik perlahan di telinga Tixier. "Maaf, aku tidak bermaksud menipu. Tapi sepertinya sekarang takdir sudah berubah. Kau dan keluargamu akan berada di bawah kaki ku."


Setelah mengucapakan kata-kata yang begitu tajam hingga menyerang hati Tixier. Ia benar-benar menjadi sangat kesal dengan perilaku Claude yang berani mengatakan hal seperti itu pada bangsawan yang lebih tinggi statusnya.


Claude pun masuk ke dalam kereta kuda itu dan meninggalkan Tixier di istana barat. Tanpa mengucapkan salam perpisahan.


"Lihat saja nanti, semua aset dan kendali keluarga baron Marquez berada di tanganku. Tentu saja aku bisa membuatmu dan keluargamu hancur."


Ujar Tixier yang begitu kesal semenjak upaya pemberian gelar itu selesai. Akhirnya terbongkar sudah bahwa Claude berasal dari Baron Marquez.


Claude tersenyum senang melihat wajah kesal Tixier. Ingin sekali Claude rasanya sesekali melakukan hal itu kepada saudara tirinya Carpel yang sudah lama ia tidak jumpai saat ini.


Bahkan sosok yang paling ditunggu-tunggu oleh Claude adalah senyuman dan suara lembut Ren. namun jika saat ini Ren tidak melepaskan pekerjaannya. Mungkin ia sudah menjadi seorang perawan tua.


Tapi Claude berharap Ren sudah menemukan cinta sejatinya dan memiliki kehidupan yang lebih bahagia di bandingkan harus menjadi pelayan dari keluarga miskin seperti Baron Marquez.

__ADS_1


Seketika itu juga kereta kuda Claude sudah keluar dari kawasan istana dan memasuki wilayah ibukota, tiba-tiba saja di hadapan kursinya muncul sesosok yang tidak asing bagi Claude begitu melewati gerbang akhir istana dalam kilasan bayangan gelap sekejap.


Ketika itu juga Krud mengacungkan sabitnya ke leher Claude. "Krud apakah kau ingin terlihat keren lagi di hadapanku?" Dengan santai Claude sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran Krud yang tiba-tiba muncul itu.


"Apaan ini reaksi yang sangat membosankan." Krud mengeluh candaannya tidak mendapatkan respon yang baik dari Claude.


"Krud sudahlah hentikan bagaimana jika kita membicarakan hal yang lebih penting lagi."


"Kau ini selalu saja serius sekali-kali sebaiknya kita harus dipenuhi dengan sebuah candaan sederhana agar hidup kita tidak terlalu membosankan."


"Ada informasi apa?"


"Tadi aku baru saja berkunjung ke kediaman keluargamu yang berada di ibukota ini, aku melihat ayahmu dan saudara tiri yang sepertinya paling membencimu.. kalau tidak salah namanya adalah katel..?"


"Carpel???"


Ku rasa ia iri dengan kesuksesan mu kali ini, jadi apa yang akan kau lakukan untuk membalas saudaramu itu?"


"Kau tidak perlu tahu Krud aku hanya ingin melakukannya sendiri, meskipun ini sedikit merepotkan tapi otak Carpel yang tidak ada separuhnya dari otak katak itu tidak mungkin bisa melawan ku kali ini."


"Meskipun otaknya bodoh seperti kau yang dulu tetapi menurutku sihirnya agak sedikit di luar nalar bagi seorang keluarga tingkat Baron sepertinya."


"Bukankah kau sendiri yang mengatakannya, bahwa ayah ku merupakan seorang ksatria Garten sebelumnya. Tentu saja dia mungkin juga mewarisi sihir yang sama.


Selain itu juga dahulunya ayahku merupakan seorang count. sebelum ia turun pangkat kebangsawanannya. karena sihirnya yang tiba-tiba menghilang."


"Pasti sihirnya tidak melemah begitu saja. Pasti ada penyebab lain yang membuatnya bisa begitu. Bukankah begitu, Claude?"


Krud melirik tajam Claude, karena satu-satunya orang yang bisa menyerap mana sihir seseorang hanya Claude di dalam rumahnya itu.

__ADS_1


"Ahaha, sepertinya hal itu tidak ku sadari sebelumnya. Ku tahu bahwa aku mengetahuinya setelah bertemu denganmu.


Lagian sepertinya itu adalah salahnya, karena liontin ku ini tidak akan merespon ketika aku tidak dalam posisi terancam."


"Walaupun kau sedikit ada benarnya, tetapi liontin itu kini bukan hanya melindungi mu saja, tapi ia bisa menjadi kekuatan mu yang sangat berharga bukan?"


"Kau benar! Ibuku sangat menyayangi ku, bahkan hanya dengan liontin peninggalannya saja, hidupku bisa berubah seperti ini."


"Tapi sepertinya ada satu hal yang kau lewatkan."


"Apa?"


"Liontin ini juga merupakan segel jiwa iblis mu. Jika kau terus mengikis liontin ini dengan membuatnya menjadi berbagai alat perlindungan mu. mungkin suatu saat nanti liontinnya akan kehilangan kekuatannya.


Dan jiwa iblis mu akan keluar sepenuhnya. Apa kau tidak ingat apa yang terjadi di Medan perang?"


Claude terdiam. Walaupun ia tidak begitu mengingat bagaimana kejadian akhir ia bisa membunuh para penyihir itu dan juga pangeran Zachary yang memiliki sihir dewa itu.


Namun kilasan dalam ingatannya, ia sedikit sadar bahwa yang melakukannya adalah dirinya ketika tanpa ia sadari sebuah kekuatan mengalir dengan deras di dalam tubuhnya.


"Andai jika saat itu jiwa iblis ku tidak keluar, mungkinkah aku akan gagal menjalankan misi?"


"Aku tidak tahu bagaimana jiwa iblis mu bisa keluar hampir sepenuhnya seperti itu. bahkan saat aku sampai, jiwa iblis mu sudah menghilang dari tubuhmu. itulah mengapa aku ingin mengetahuinya dari mulut mu secara langsung. bagaimana kejadian detailnya pada saat itu.


walaupun kau tidak mengingatnya dengan benar, tetapi aku yakin kau mengingat sedikit bagaimana kau membunuh para penyihir itu bukan?"


"Kau benar. Aku memang mengingatnya sedikit, tapi menurutku tidak ada suatu hal yang penting untuk di bicarakan. padamu saat ini."


"Hei, apa kau lupa? Aku ini adalah orang yang mengawasi mu, jika sesuatu yang terjadi padamu, terutama berkaitan dengan kebangkitan jiwa iblis mu itu adalah tanggungjawab ku. Jika hal yang pada saat perang itu terjadi di ibukota juga mungkin aku akan memenjarakan mu di Everfreez untuk waktu yang lama."

__ADS_1


__ADS_2