Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
31~ Undangan ke Ibu Kota


__ADS_3

"Untuk apa mereka menemui ku?" Claude dengan santainya menjawab Krud tanpa memperdulikan utusan kerajaan yang akan datang itu.


"Ini misi baru mu! Tapi aku tidak bisa membantumu ketika kau tiba di ibukota nanti, karena raja dan penyihir tingkat tinggi lainnya tentu saja bisa melihat sosok ku yang sebenarnya.


Lagi pula misi pertamamu itu gagal, kau berhasil membunuh sepuluh penyihir hitam itu, tetapi tidak berhasil membunuh satu orang yang tersisa."


"APA!? GAGAL? Apakah satu orang yang terakhir itu adalah Sacra?"


Claude tidak percaya dengan apa yang dikatakan Krud tentang misi pertamanya yang gagal itu.


"Kau benar! Sacra sudah melarikan diri begitu jauh dari arena perang sehingga hidungku yang tajam ini tidak bisa mendeteksi aura iblis-nya."


Krud sedikit kecewa dengan Claude yang membiarkan Sacra kabur dalam Medan perang sebelum Claude bertarung dengannya.


"Maka dari itu, dewa memberikanku misi kedua yang lebih mudah?"


Claude berpendapat bahwa misinya dalam kerajaan akan lebih mudah dikarenakan lawannya hanya seorang para bangsawan dan bukan seorang penyihir murni tingkat tinggi yang menggunakan perjanjian dengan Iblis.


"Kau salah! misi mu kali ini lebih rumit, aku bahkan harus berhati-hati jika akan menampakan diriku di hadapanmu. Sebenarnya tugas yang mencabut nyawa bangsawan kelas atas hanya Malaikat Agung Senior ku saja.


maka dari itu karena kau berwujud manusia maka mungkin kau bisa melakukannya. Malaikat Agung level menengah sepertiku masih akan terlihat walaupun aku juga berubah wujud menjadi manusia.


Pada umumnya para bangsawan yang bisa melihat sosok malaikat maut sepertiku. Memiliki sihir yang hampir menyerupai Raja misalnya Duke dan Grand Duke.


Saat aku mengambil nyawa di Tarten dan Everfreez para bangsawan melakukan sihir terlarang keluarga mereka untuk menangkal kematian.


Istilah umumnya mungkin menggunakan susuk keabadian yang berasal dari dukun untuk seseorang yang menginginkan hidup abadi selamanya."


Claude masih belum mengerti jelas tentang Krud yang bisa terlihat oleh bangsawan kelas tinggi. namun secara garis besar ia mengerti apa yang harus ia lakukan.


"Baiklah, walaupun aku sudah paham sebagian misinya,tapi aku ingin meminta satu hal padamu Krud!"


"Apa?" Krud menjawab Claude dengan singkat.

__ADS_1


"Bolehkah aku membalas dendam kepada keluargaku?" Claude dengan semangat ingin membalas dendam pada keluarga yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.


"Tentu saja, asalkan kau tidak membunuh orang itu kau boleh membuatnya menderita semenderita mungkin layaknya didalam neraka."


Krud begitu antusias ketika Claude menyatakan dirinya yang berkeinginan untuk membalas dendam pada keluarganya itu.


...****************...


Utusan dari kerajaan datang mereka membawakan sebuah pesan dari segulung kertas yang dituliskan oleh raja telah tiba dihadapannya.


"Kepada yang terhormat tuan yang telah membantu kerajaan Greenbreez yang terang bagaikan cahaya matahari yang bersinar. Sebagai bentuk rasa terima kasih kami. Saya Raja dari kerajaan Greenbreez Nebuchadnezzar de Esperanto mengundang pemimpin perang yang telah membawakan kemenangan bagi Kerajaan Greenbreez. Sekian dari surat ini."


Surat yang tidak mencantumkan namanya sama sekali itu membuat Claude sedikit segan ketika ia hendak menerima tawaran undangan raja itu.


"Aku menolak!" Kilatan jawaban dari Claude yang menolak undangan Raja ke dalam istana untuk memberikannya hadiah atas kemenangan perang yang diperolehnya.


Dengan jawaban itu sontak membuat semua orang merasa terkejut dengan penolakan Claude yang begitu tegas dan jelas itu.


"Ini titah Raja! beraninya kau menolaknya!" Teriak pengawal yang berada di samping utusan raja itu.


"Jika hamba boleh tahu ada apa gerangan tuan menolak undangannya?"


Utusan itu dengan hormatnya menanyakan alasan Claude yang menolak undangan dari istana itu.


"Yang pertama dalam surat itu tidak di cantumkan nama saya dengan Jelas. Yang kedua jika surat itu tidak mencantumkan nama saya apakah jelas orang yang di panggil oleh Raja adalah saya?"


Pernyataan tegas dari Claude itu sontak merasa ada sebuah kebenaran yang dalam dari ucapannya itu. Sehingga para utusan itu dengan segera mengirimkan pesan sihir dengan cepat.


"Jika hamba di perkenankan, apakah saya boleh bertanya siapakah nama tuan yang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa ini."


Utusan itu sebelum mengirimkan suratnya pada Raja dengan hati-hati ia bertanya siapa nama pria yang berhasil memenangkan Peperangan itu.


"Claude! Panggil saja aku Claude."

__ADS_1


"Maaf nama keluarga Tuan!?"


"Katakan saja namaku! Kau tidak perlu mengetahui nama keluarga ku."


Claude bereaksi sedikit berlebihan ketika ia diminta untuk menyebutkan nama keluarganya, karena hal itu adalah hal yang paling sensitif baginya. Ia tidak mau raja dan para utusan ini bereaksi sama seperti para Jendral dan pemimpin pasukan saat ketika ia pertama masuk kedalam Camp militer ini.


"Baik tuan akan saya sampaikan kepada Yang mulia Raja." Utusan itu menunduk hormat dan pergi keluar dari camp Claude.


Segera setelah itu utusan itu pergi mengirimkan sebuah pesan kepada sang raja dengan sihirnya yang dapat mengendalikan para burung di sekitarnya. Menempelkan kertas di kali burung itu dan melepasnya, membiarkannya terbang melesat menuju istana Greenbreez.


Tidak butuh waktu yang lama saat hari menjelang petang burung itu sudah kembali kehadapan utusan itu dan membacakan kembali segulungan kertas yang telah dibawa oleh seekor burung yang telah tersihir oleh utusan itu


"**Maaf sebelumnya jika ada terdapat kesalahan dalam surat titah kerajaan yang sebelumnya sebagai permainan maaf kami akan memberikanmu sebuah permintaan yang tuan mau."


...----------------...


...Surat Titah Kerajaan Greenbreez...


Kepada yang terhormat tuan Claude yang telah membantu kerajaan Greenbreez yang terang bagaikan cahaya matahari yang bersinar. Sebagai bentuk rasa terima kasih kami. Sekali lagi Saya sebagai seorang Raja dari kerajaan Greenbreez, Nebuchadnezzar de Esperanto mengundang pemimpin perang perbatasan dengan bangsa Tarten Tuan Claude yang telah membawakan kemenangan bagi Kerajaan Greenbreez. Sekian dari surat ini saya sampaikan secara bentuk formal kami.


^^^King of Greenbreez^^^


^^^Nebuchadnezzar de Esperanto**^^^


...----------------...


Setelah surat itu selesai di baca oleh utusan tersebut, dengan segera Claude menghormat dan menerima undangan raja untuk menemuinya di istana.


Para utusan itupun membalas dengan penghormatan yang sama dan segera menyiapkan kereta kuda yang mewah untuk Claude naik.


"Apakah tidak terlalu larut kita pergi pada petang ini?" Claude bertanya pada utusan itu, karena nampaknya hari sudah mulai gelap dan hal itu tidak baik dalam melakukan perjalanan.


"Tuan benar sebaiknya kita tunda sampai esok pagi tiba, terimakasih kesediaan tuan untuk menerima undangan dari Yang mulia Raja kami."

__ADS_1


Utusan itupun pergi meninggalkan Claude, dan beristirahat di Camp Militer milik pangeran Garg sebelumnya untuk sekedar beristirahat saja.


__ADS_2