
Krud bersiap-siap untuk mengeluarkan sihirnya, Claude dengan hati-hati melepaskan liontin milik ibunya dan memberikan liontin miliknya itu pada Krud, dengan segera Krud menerimanya dengan hati-hati.
Seperti yang ditakutkan sebelumnya, saat krud mengeluarkan sihirnya untuk meniru kemampuan sihir milik ibunya Claude. Saat itu juga sihir yang dikeluarkan oleh krud terserap oleh liontin itu.
Claude sudah menduga hal itu sebelumnya, namun Krud masih bersikeras untuk mencoba kemampuan sihir yang dimilikinya. Semuanya sia-sia saja menurut pikir Claude, Ia harus mencari strategi baru untuk menghadapi para undead itu.
“Apakah kau sudah selesai, Krud?” Claude bertanya pada Krud yang masih bersikukuh untuk mempelajari kemampuan sihir milik ibunya Claude.
“Sebentar lagi aku akan berhasil.” Krud masih terus bersemangat untuk mencobanya, sehingga Claude tidak tega melihat Krud yang merupakan sahabat baiknya itu begitu antusias mempelajari sihir itu demi membantu dirinya, namun dihentikan olehnya begitu saja hanya karena dirinya sudah menyerah melihatnya.
“Apa yang akan kalian lakukan?” Donny tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Claude dan Krud. Di matanya Claude dan Krud tidak terjadi apapun, bahkan kemampuan Krud dimatanya itu tidak ada yang spesial atau membuatnya tercengang, semuanya tampak seperti orang yang sedang sangat senggang membuang-buang waktunya.
Melihat peluang didepan mata. Donny pun berpikir untuk mencoba sesuatu bersama para tahanan itu. Krud dan Claude yang tidak mengetahui selama mereka masih mencoba untuk mempelajari sihir segel yang dimiliki oleh ibunya Claude. Donny dan para tahanan pengkhianat itu mencoba melarikan diri dan menjebak Claude dan Krud yang masih mencoba eksperimennya di dalam sel tahanan Donny.
Para tahanan itu diam-diam menggunakan sihir mereka untuk membuka kunci sel tahan mereka. Memang benar sebelumnya Claude mengambil mana sihir mereka secara paksa, namun mengambil mana sihir secara paksa akan berbeda dengan menyerap sihir yang dikeluarkan. Maka dari itu di tubuh mereka masih terdapat sedikit mana sihir yang tersisa.
__ADS_1
Para tahan itu memulai aksi yang telah mereka rencanakan sebelumnya, mereka berniat untuk membunuh Claude terlebih dahulu. Claude yang tanpa liontinnya itu bisa apa ketika ia mendapatkan serangan yang begitu mendadak.
Namun semua pemikiran itu salah, insting Claude begitu kuat, dengan beberapa senjata yang dibawanya itu, semuanya mengandung serpihan batu liontin milik Claude. Sehingga walaupun efeknya tidak seperti liontin Claude yang aslinya namun fungsinya tetap sama yaitu dapat memecah energi sihir.
Claude dengan sigap memecah sihir milik salah satu tahanan itu dengan menggunakan senjatanya. Senjata yang dilempar Claude tidak pernah meleset, begitu ia melemparnya senjata itu mengenai tepat di bagian jantungnya.
Semuanya begitu senyap dan tidak ada suara apapun tetapi tiba-tiba. Brugh…Semua orang yang melihat orang itu yang tiba-tiba ambruk tanpa suara dengan refleksnya mereka langsung melihat ke arah Claude.
Bola mata biru yang tajam bagaikan berlian milik Claude dengan cahaya lampu minyak yang terbentuk di bola matanya itu, namun alah satu matanya berubah menjadi mata kuning pekat seperti mata iblis. Membuat mereka gemetar ketakutan, seolah-olah orang yang dilihat para tahan itu bukanlah Claude yang biasanya, tetapi mereka seperti melihat sosok yang lain ada didalam diri Claude.
Donny yang mengetahui ramalan tentang malaikat maut yang bernama Krud bekerja sama dengan iblis untuk melawan bangsa Tarten itu, akhirnya terbuktikan dengan sosok dingin dan aura yang begitu gelap mencekam di dalam diri Claude yang keluar tiba-tiba ketika pemicunya keluar.
sambil merangkak mundur Donny berteriak pada Claude. “Ternyata kau adalah seorang iblis dalam ramalan itu!” Teriak Donny pada Claude.
“Pfft... memangnya aku ini tampak seperti manusia bagi kalian?” suara tertawa Claude tidak seperti suara tertawa ia pada biasanya. Sekarang tawanya sudah mendekati dengan tawa aura seorang iblis sesungguhnya.
“Dih, manusia ini selalu saja membuat masalah.” Suara Krud yang menyela perkataan Claude itu seolah-olah kesal dengan perilaku mereka yang tidak tahu malu itu. Nyatanya ia hanya kesal saat konsentrasinya terbuyarkan.
__ADS_1
“Bagaimana jika aku saja yang menghabisi mereka semuanya? Toh mereka kan sudah ditakdirkan untuk mati.” Claude menjadi tidak sabaran, karena mereka semua sudah mengetahui identitas Claude yang sebenarnya. Claude tidak menginginkan itu terjadi, jika salah satu dari mereka membocorkannya kepada para tentara kerajaan mungkin saja misi pertama Claude akan gagal total dan tujuannya menjadi seorang malaikat akan hancur.
“Tidak perlu, untuk kali ini biarkan aku saja yang melakukannya. Aku sudah siap untuk menggunakan segel sihir milik ibumu itu.” Krud tersenyum tipis dengan senang karena ternyata Krud telah berhasil melakukan sebuah peniruan jenis sihir yang dimiliki oleh ibunya Claude.
Krud mengeluarkan Grimoirenya dan menuliskan mantra-mantra sihir yang berhasil ia pelajari. Krud mengeluarkan sebuah tongkat sihir yang sangat elegan dengan sebuah batu berwarna ungu berkilauan dan merupakan salah satu alat yang diciptakan Claude yang bisa membuat sebuah mana sihir penggunanya menjadi besar berkali-kali lipat.
Krud menyuruh untuk Claude keluar dan memperhatikan Krud dari jauh sambil memberikan liontin milik Claude. “Maaf kau harus menjauh atau semua mana sihir yang aku miliki akan kau serap semuanya.” Ujar Krud yang mengusir Claude secara tidak langsung untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal seperti yang dikatakannya.
“Kau mengusirku ya? Yah.., mau bagaimana lagi jika semua manamu terserap oleh ku, maka kau sudah tidak ada gunanya lagi nantinya.” Claude berkata sambil meninggalkan Krud
Krud tersenyum tipis mendengar kata-kata beracun dari Claude. Setelah Claude berhasil menjauh sejauh hingga batas yang tidak bisa dijangkau oleh liontinya. Krud mengeluarkan mana sihirnya dalam jumlah yang sangat besar. Sihir yang begitu menakjubkan. Jumlah sihir yang hampir sekelas dengan penyihir tingkat bangsawan Duke atau para jendral.
Krud merapalkan mantra yang sebelumnya ia sudah menulisnya di dalam Grimoirenya. “Sihir penghapusan, sihir suci, nyanyian dari para penyihir agung. Bukalah kuburan kematian bagi penyihir yang berbuat banyak dosa!!!!” Krud berteriak dengan penuh energi yang besar. Suara lantangnya begitu nyaring terdengar. Menggetarkan hati semua orang yang mendengarnya.
Getaran bumi, layaknya sebuah gempa bumi. Mengguncangkan penjara bawah tanah itu. Sedikit demi sedikit langit-langit penjara itu meruntuhkan batu-batu diatasnya. Krud yang sudah bersiaga dengan sihir terbangnya ia langsung pergi menuju pintu keluar. Begitupun Claude yang sebelumnya sudah berada di dekat pintu keluar itu segera pergi keluar begitu merasakan guncangan hebat yang terjadi di penjara bawah tanah itu.
Para tahanan itu tidak bisa lari, karena mereka sudah terkena segel yang dirapalkan oleh Krud, pada saat itu juga rantai sihir berwarna putih bersinar menjalar keseluruh tubuh tahanan itu dan mengikatnya hingga mereka tidak bisa bergerak sedikitpun,
__ADS_1