Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
60


__ADS_3

Claude tidak begitu mengerti apa yang diucapkan oleh Gabriel, namun sepertinya Krud telah melakukan sesuatu yang besar untuk keberadaan Claude.


Semua orang pun terbangun, mereka tidak sadar begitu mereka diamankan ditempat yang sedikit jauh dari Claude dan Grand Duke.


"Tuan Claude! Apa yang terjadi?" ucap kepala pasukan kepolisian kerajaan itu.


"Sekarang kalian cepat bawa grand Duke ke penjara. Jika dia bangun kita tidak bisa menanganinya lagi." Claude sempoyongan lemas. namun dirinya berhasil di papah oleh seseorang.


"Tuan penasehat!" Suara yang tidak asing di telinga Claude. "Kau baik-baik saja?" Ucapnya lagi, namun penglihatan Claude sudah kabur. sepertinya efek samping menggunakan kekuatan Murninya masih belum menghilang.


Waktu di Medan perang pun sama, pasti setelah menggunakan kekuatan Murninya Claude akan terpingsan. Tubuhnya masih belum cukup terbiasa menerima kekuatannya yang luar biasa kuat itu.


"S,siapa?" Ujar Claude lemah.


Brugh..


tubuh Claude ambruk, lagi lagi mengalami hal yang sama pada saat di Medan peperangan.


***


Claude terbangun, di tempat yang sedikit asing baginya. "Dimana ini?" Ucapnya dengan kepala yang masih sedikit pening.


"Tuan Penasehat sudah bangun?" Ujar pria yang sedang duduk di sofa ruangan asing itu.


"Kau! Lyon?" Ujar Claude tidak menyangka bahwa Lyon tidak menyalahkan dirinya atas perbuatan Claude pada kakaknya sendiri. "Kau menyelamatkanku? Bagaimana bisa? Kau tidak marah aku melakukan itu pada kakakmu?" Pertanyaan bertubi-tubi dari Claude malah membuat Lyon tersenyum.


"Hahaha, Tuan pertanyaan mu terlalu banyak. baiklah kalau begitu, untuk pertanyaan pertama. Sebenarnya bukan aku saja yang membantumu setelah pingsan tetapi tuan kepala pasukan kerajaan juga. selain itu masih banyak orang yang ingin menyelamatkan mu.


Untuk pertanyaan yang kedua kenapa aku bisa berada di tempat tuan. Walaupun ini sedikit panjang akan aku ceritakan secara singkat pada tuan Penasehat.


Malam saat pesta...


Setelah berbincang sedikit dengan Lyon Claude pergi meninggalkan Lyon sendiri di balkon. Setelah itu datang Grand Duke Jacques kakak dari Lyon.

__ADS_1


"Kau membicarakan apa dengan pria itu?" Kata-kata ketus dari Grand Duke sontak membuat Lyon terkejut.


"Kak Edmund?" Sambil terbelalak kaget dirinya sedikit gemetaran mengingat masa lalu kelamnya yang dilakukan oleh Grand Duke terhadapnya. "Kupikir kakak tidak mau datang ke pesta ini." Sambung Lyon sambil tersenyum menyembunyikan rasa takutnya.


"Aku hanya penasaran dengan pria yang namanya sedang banyak dibicarakan di seluruh pelosok ibu kota. Setelah aku sedikit menyelidikinya, ternyata Baron Marqez itu adalah mantan tahan ksatria dari Garten. Tentu saja ini sangat menarik untuk dilihat secara langsung."


Sambil meminum perlahan segelas Wine-nya. Grand Duke bersandar di pagar tembok balkon sambil menengadah ke atas. "Sungguh luar biasa, aku menemukan pria yang cukup menarik untuk di jadikan eksperimen. Pria tanpa sihir yang terlihat di aliran tubuhnya namun ia bisa memenangkan peperangan? Bukankah itu sangat aneh Lyon?" Grand Duke memalingkan wajahnya ke hadapan Lyon.


"Tuan Penasehat memiliki sihir yang sedikit unik." Lyon menahan sedikit amarahnya.


"Orang lemah sepertimu atau sepertinya sama saja. Tatanan kerajaan ini benar-benar harus di buat ulang. Dan satu hal Lyon." Grand Duke mendekatkan wajahnya sambil mencekik Lyon. "Mau bagaimana pun kau membelaku di depan umum aku tidak akan pernah menganggap kau bagian dari keluarga Jacques. Ku harap kau bisa pergi ke perbatasan lagi dan menghilang selamanya."


Granduke pun melepaskan cengkeramannya dari leher Lyon dan membantingnya ke arah dinding.


"Jika kak Edmund melakukan sesuatu pada tuan Penasehat. Kau akan merasakan akibatnya."


Edmund pergi menghilang begitu saja. Sehingga membuat Lyon sedikit terkejut begitu kakaknya itu menghilang.


Keesokan harinya, Berita tentang kematian Duke Lourik langsung menggema di seluruh telinga bangsawan, hak itu juga tidak luput dari keluarga Jacques.


"Apa kalian tidak salah dengar!?" Lyon bertanya pada pelayan yang melayaninya.


"Benar tuan."


Edmund tiba-tiba datang masuk kedalam kamar Lyon. "Sebaiknya kau tetap diam di kamar mu. Biarjan aku yang menghadiri acara pemakaman Duke, karena kau tidak diundang."


"Tidak ini tidak benar! Aku mendengar bahwa Keluarga Marqez jadi tersangka pembunuhannya.".


"Sebaiknya kau diam biarkan aku menjadi mu. Sihir api ubahlah wujudmu menjadi sebuah penjara yang dapat mengurung siapapun yang aku hendaki oleh tuan mu."


Begitu mantra itu berhasil dirapalkan, kekuatan sihir grand Duke berubah menjadi sebuah sihir yang sesuai dengan keinginannya.


"Kau cukup diam dan duduk manis disini. Aku akan mencari pria yang bermarga Marquez itu." Grand Duke Jacques pun pergi meninggalkan Lyon yang terkurung oleh penjara sihir dari kemampuan Edmund De Jacques.

__ADS_1


"EDMUND! JANGAN PERGI KAU! KELUARKAN AKU DARI SINI!" teriakan Lyon tidak di dengar oleh Edmund sedikitpun.


"Tuan Muda Lyon! Kau baik-baik saja?" Para pelayan Lyon menghampirinya dengan penuh rasa khawatir.


"Jangan sentuh penjaranya kalian bisa terluka."


"B,baik tuan!"


"Dasar monster aku sudah lelah menjadi orang baik untuk menjaga citranya."


"Apa kami bisa membantu tuan?"


"Tidak, ini adalah sihir kurungan milik keluarga Jacques secara turun-temurun, mantra yang hanya boleh dirapalkan oleh kepala keluarga Jacques untuk mengurung orang yang bertindak jahat pada kerajaan."


"Lalu, apakah tuan tidak ingin menyelamatkan teman tuan?"


"Kita tunggu sampai sihir ini melemah."


"Tapi tuan bagaimana anda akan menyantap makanan anda."


"Tidak apa."


"Tidak tuan kau harus makan! Tubuh tuan lebih lemah dari tuan Edmund!"


"Baiklah bawa saja sesuka kalian." Lyon tersenyum karena walaupun dirinya tidak di perlakukan baik oleh kakaknya, namun ia masih memiliki pelayan yang begitu setia dan baik kepadanya.


Sudah hampir larut malam tetapi, sihirnya masih begitu kuat. Jika saja Edmund tidak memakan darah iblis mungkin ia sudah merasakan sakit bagaikan di neraka oleh kutukannya, namun semuanya berawal dari orang yang ditemui Edmund dan Lyon di Garten saat mereka di tugaskan untuk mengirimkan surat ke kerajaan yang hampir hancur itu.


"Andai saja waktu kami ke Garten tidak bertemu dengan pria bernama Lucifer. Pasti kakak tidak akan menjadi orang yang emosian seperti ini. Aku yakin Lucifer sendiri bukanlah seorang manusia yang baik.


Karena walaupun aku lebih lemah dari kakak, tapi aku bisa merasakan aura baik. Seperti aura milik tuan Alger. Pancaran energi positifnya sangat menghangatkan sekaligus sangat menakutkan. Dia seperti malaikat maut.


Semua malaikat baik, tetapi malaikat maut berbeda mereka karena mereka bertugas untuk mencabut nyawa manusia. Jadi tentu saja bagi orang yang takut dengan kematian hal itu adalah bencana bagi mereka."

__ADS_1


__ADS_2