Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
64


__ADS_3

"Krud, apa kau sudah sedikit lebih baik?" Ujar Gabriel begitu ia membuka pintu ruangan peristirahatan dengan nomor 67.


"Hmm? Aku harus cuti satu tahun bukan? Ini sangat membosankan. Lebih bosan dari pada saat aku bertemu denganmu." Krud dalam keadaan terbaring masih saja memiliki tenaga untuk melemparkan beberapa kata yang menyebalkan.


"Ada pesan dari Claude." Gabriel begitu serius saat mengatakan ada pesan dari Claude, sehingga membuat Krud ikut terbawa suasana.


"Pesan apa? Cepat katakan! Apa si bocah bodoh itu kesulitan sekarang?" Krud bertanya serius tetapi masih terlihat tidak serius bagi Gabriel.


"Dia mengatakan ini.. ehemm..ehem.." Gabriel mencoba berdeham untuk menyesuaikan suaranya dengan Claude. "Hey bodoh kau harus cepat sembuh sebelum aku membunuhmu." Begitu Gabriel mengucapkannya mirip sekali dengan apa yang di katakan oleh Claude.


Begitu mendengar kata-kata dari Claude. Krud sedikit tersentuh, iapun tersenyum dan tertawa dengan sangat keras.


"Hahahaha, dasar bocah sialan itu. Aku akan menghukumnya karena beraninya ia mengatakan ku bodoh." Krud sedikit meneteskan air mata haru.


"Dasar, kau dengannya benar-benar sama saja. Kau tidak perlu khawatir, jika hanya mengawasinya saja aku masih bisa mengatasinya. Lagipula tugasku dan Claude kali ini sedikit berhubungan. Jadi aku bisa membantunya. Tapi bagaimana dengan tugasmu yang satu ini."


Gabriel memperlihatkan satu kertas lainnya yang ia dapatkan di monitor besar tempat pemberitahuan dan pengambilan surat kematian khusus untuk malaikat maut yang bertugas.


"Waktu kematian orang ini tidak lama lagi, apa kau ingin menyerahkan tugas ini kepada Claude?" Gabriel bertanya pada Krud yang tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi.


"Kau tidak lihat keadaanku, serahkan saja pada bocah itu. Daripada dia menganggur dan hanya mempermainkan saudara-saudari sialannya. lebih baik dia menyelesaikan tugasku."


"Tapi lokasinya cukup jauh." Gabriel mencoba menimang keektifan pekerjaannya itu.


"Dimana?"


"RedSole!" Gabriel juga tidak bisa membantu Krud, dan para junior Krud sedang sibuk di daerah Everfreez dan Silverstone.


"Apa!? Kalau begitu akan ku kerjakan sendiri."

__ADS_1


"Dasar bodoh itu cukup berbahaya."


"Aku akan meminta Claude saja."


"Tidak! Dia harus tetap mengawasi Granduke. Lagi pula salah satu saudaranya sepertinya memiliki hubungan yang dekat dengan lucifer. tidak lama lagi pasti lucifer akan membawa Claude ke alam bawah."


"Tentu saja, dia seharusnya ada di sana."


"Tidak, dia masih memiliki hati seperti manusia. Lagi pula aku bisa mendapatkan banyak keistimewaan dari Dewa karenanya. Tentu aku harus membalas budi padanya."


"Kau benar-benar malaikat sejati. Walaupun semua malaikat maut kejam, tetapi hanya kau yang memiliki hati yang baik seperti malaikat pemberi keberkahan."


"Kau jangan berbicara omong kosong, aku hanya tidak mau ada hutang Budi lagi dengan bocah itu. Sebaiknya kau selesaikan tugasku dengan benar."


"Dasar bocah ini, tidak ada sopan santunnya dengan seniornya sendiri."


Gabriel pergi meninggalkan Krud di ruangan peristirahatan itu. namun satu hal yang membuat Gabriel tidak tenang akan hal tentang Claude adalah kekuatan murninya yang begitu besar, tetapi Claude sendiri tidak bisa mengatasinya.


Gabriel pun pergi ke tempat para malaikat pensuci. Disana Benar-benar sepi. Hanya tidak sebanyak malaikat pemberi berkah atau malaikat penghukum atau malaikat yang mendatangkan bencana alam.


Disana Benar-benar kosong dan di huni oleh beberapa saja.


"Senior Gabriel!" Suara yang tak asing dari telinga Gabriel terdengar jelas di telinganya.


"Lihat aku sudah lulus akademi, tugas pertamaku adalah negara Tarten."


Begitu mendengar malaikat kecil itu mengatakan Tarten ingatan buruk dari memori yang tersimpan di otak Gabriel tiba-tiba terputar seperti kaset lama yang menghantui dirinya.


>>>Beberapa tahun yang lalu

__ADS_1


"Senior! aku mendapat tugas mensucikan para bangsawan di Tarten! Senior juga bukankah mendapatkan tugas untuk mensucikan salah satu pangeran di Tarten? Seingat ku Light mengatakan kau mendapatkan tugas mensucikan pangeran Zacky?"


"Zachary de Tarten.." Dengan datar Gabriel membenarkan ucapan dari juniornya itu.


"Nah itu dia pangeran Zachary! setelah aku mensucikan beberapa Penyihir murni. aku akan mencoba membantu senior."


"Tidak perlu."


Setelah beberapa saat surat izin tugas di turunkan untuk Gabriel dan juniornya itu. Mereka pergi turun ke bumi untuk menyelesaikan tugas mereka. Dengan terbang kecepatan kilat Gabriel terlebih dahulu memantau musuhnya untuk melihat kelemahan musuhnya.


namun sangat di sayangkan saat itu juga Zachary menyadari keberadaan Gabriel, dan langsung menyerangnya. beruntung Gabriel dengan cepat ia bisa menghindari serangan dadakan itu.


"Apakah kau sudah gila? Mau berapa malaikat lagi yang harus ku makan? Sepertinya aku tidak pernah kenyang." Kata-kata mengerikan itu membuat Gabriel sedikit bergidik ketakutan.


"Memakan malaikat?" Ujar Gabriel mengulang apa yang ia dengar dari mulut Zachary.


"Benar, cincin iblis yang di berikan oleh pria itu ternyata memiliki kekuatan yang melampaui malaikat, kalau aku terus begini mungkin aku pasti bisa hidup abadi selamanya. tidak ada malaikat yang bisa mencabut nyawaku atau mensucikan aku. karena semuanya memuakkan."


Gabriel gemetaran, aura iblis-nya benar-benar pekat. Ini bukan pertama kalinya ia mendengar bahwa pangeran Zachary menggunakan cincin iblis dan mengalahkan banyak malaikat serta kakaknya sendiri pangeran Thura. Kini hampir setengah daratan Garten telah dikuasai oleh Tarten.


Gabriel akhirnya mengetahui alasan mengapa, para malaikat maut dan pensuci berkurang jumlahnya. itu dikarenakan orang semacam pangeran Zachary sudah tersebar di berbagai penjuru dunia. kecuali daratan urway yang akhir-akhir ini penghuninya berpindah menyebar ke daratan lainnya.


untuk sementara Gabriel memilih mundur terlebih dahulu untuk menyiapkan rencana yang lebih matang, sehingga iapun naik kembali ke dunia atas untuk melakukan beberapa persiapan.


Setelah berminggu-minggu, tidak seperti malaikat maut yang memiliki tugas yang ada tenggat waktunya. malaikat pensuci hanya harus terfokus pada satu targetnya saja.


Ketika Gabriel kembali. Ia tidak bisa menemukan Zachary, namun ketika ia memeriksa hutan sekitar istana. Ia menemukan Zachary yang sedang makan secara perlahan-lahan jasad dari seorang yang ia kenal.


"Hey kau kembali lagi ya? Kau pasti seniornya bukan? Katanya dia mencari kau untuk membantu mensucikan aku. tapi seperti yang kau lihat malaikat bocah sepertinya hanyalah sekor semut bagiku."

__ADS_1


Gabriel terbelalak kaget begitu melihat juniornya sudah tidak berupa lagi. Wajah Zachary kini benar-benar seperti malaikat. Kekuatan iblis dan kekuatan malaikat bercampur dalam satu tubuhnya. ini merupakan hal yang sangat langka terjadi. Karena pada dasarnya energi itu saling bertolak belakang.


"Beraninya kau membunuh Shiro. Walaupun dia adalah junior yang paling gegabah tetapi dia adalah salah satu juniorku."


__ADS_2