
***
Setelah Gabriel datang dan menceritakan hal yang sedang Claude dan Krud selidiki tentang kekacauan di dunia ini. Claude berpamitan pulang pada Lyon untuk kembali ke kediaman keluarga Marquez.
Di dalam kereta kuda Claude melanjutkan perbincangannya dengan Gabriel dalam wujud manusia sebagai Erick de Alger. "Surat kematian Baron tidak lama lagi akan aku berikan pada mu."
"Bagaimana untuk surat kematian Granduke?" Claude menanyakan hal ini karena Claude takut dirinya tidak sempat melakukannya karena hukuman mati yang di berikan oleh Raja sebentar lagi akan segera dijatuhkan saat sidang selesai.
"Nampaknya ini akan sedikit sulit, karena seharusnya Granduke mati pada waktu yang masih cukup lama. Tapi kuharap kau bisa mengatasi ini sendiri. Aku akan mengawasi mu menggantikan Krud."
"Tapi aku masih penasaran mengapa Krud harus istirahat selama satu tahun? Padahal saat melawan Granduke dia tidak melakukan banyak hal." Ini adalah pertanyaan yang sangat Claude ingin tanyakan sebelumnya. Melihat Krud batuk dan memuntahkan darah seperti malam itu. Claude merasa hal itu bukanlah pertanda baik.
"Kau tanyakan saja padanya langsung selama menunggu satu tahun kedepan. Karena dia tidak mau memberitahu aku apapun soal luka seriusnya.
Jujur lukaku saat malam itu hanya karena kelelahan setelah bekerja seharian penuh. Tapi Krud berbeda ada bekas sedikit pertarungan sehingga menguras sekitar 89% kekuatan murninya.
nampaknya pemilik kekuatan itu bukanlah orang biasa, mungkin Krud sedang sial bertemu bangsawan tingkat tinggi."
"Bangsawan tinggi?" Claude pun berusaha berpikir, apakah Charmy mengatakan sesuatu pada Vischa. tapi kurasa itu tidak mungkin. Charmy paling anti berbicara kepada Vischa.
"Sebaiknya sekarang aku menjelaskan ciri-ciri targetmu selanjutnya. Targetmu kali ini adalah Baron Prieto ia merupakan seorang pedagang biasa, tapi masalahnya kali ini adalah barang yang ia dagangkan pada Viscount Hawks adalah barang yang sangat langka.
Barang itu adalah batu token yang bisa melihat malaikat sekaligus iblis, bukan hanya itu batu itu bisa mengalahkan malaikat dan iblis dengan mencampurkannya dengan sihir tingkat tujuh ke atas.
__ADS_1
memang ada bayaran yang harus ia bayar saat menggunakan batu token itu. salah satu diantara adalah sisa hidup penggunanya. Awalnya batu itu hanya di buat untuk pasukan bangsawan untuk membasmi iblis yang membuat kesusahan di dunia.
Namun aku tidak menyangka setelah pasukan khusus itu menghilang banyak batu semacam itu yang beredar diantara manusia, bahkan hal uang tidak aku duga adalah mereka menggunakan batu itu untuk membunuh para malaikat maut dan malaikat pensuci
Kini malaikat benar-benar kekurangan anggota, sehingga para junior yang baru saja lulus di paksakan untuk langsung terjun menghadapi hal yang paling sulit.
Seperti Krud pada masa awal debutnya. tapi aku tidak menyangka bahwa ia bisa mengalahkan Espen yang sudah beribu-ribu tahun menjadi buronan para malaikat pencabut nyawa. Kini dirinya diangkat menjadi malaikat agung senior diantara para malaikat maut yang lain. Dia juga mendapat banyak hadiah serta kelebihan lain oleh dewa. Dasar bocah itu membuat yang lain iri saja."
"Apa? Dia mengalahkan Espen dan hidup dengan enak?" Claude tidak menyangka bahwa Espen yang dikalahkan olehnya beberapa tahun yang lalu merupakan buronan tingkat tinggi sehingga Krud sendiri mendapatkan kasih sayang dari dewa.
Namun Claude juga kesal. Krud yang memanfaatkan dirinya mendapatkan banyak sekali keuntungan sedangkan Claude sekarang harus bergerak dibawah menjadi asistennya.
"Gabriel sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan kita pada bahasan sebelumnya."
"Memangnya apa yang akan terjadi jika batu itu jatuh ke tangan Viscount Hawks?" Claude penasaran setiap misinya membunuh para manusia yang memiliki sisa waktu yang akan habis, selalu saja ada alasan dewa di balik semuanya. seolah-olah semua tugas yang ia berikan membimbing Claude untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di dunia saat ini.
"Viscount Hawks adalah seorang bangsawan yang memiliki sihir tingkat delapan. Sedangkan Baron hanya memiliki tingkat tiga.
Awalnya Viscount Hawks akan di nobatkan menjadi bangsawan yang lebih tinggi lagi. namun satu kesalahannya yang tidak bisa di maafkan adalah persengkongkolan dirinya dengan para bandit yang mengambil sebagian upeti terungkap secara diam-diam oleh pasukan khusus kerajaan."
Claude mulai memahami akar permasalahannya. Inti permasalahannya jika dilihat dari sudut pandang biasa seolah-olah Viscount Hawks lah yang bermasalah dan seharusnya menjadi orang yang di bunuh tetapi ketika melihat Baron bisa menjual batu token yang sangat langka itu pencapaiannya pasti tidaklah mudah.
"Aku mengerti menurutku kedua orang ini sama-sama bermasalah. aku harus menyelidiki keduanya."
__ADS_1
"Menurut ku. Kau benar, keduanya bermasalah karena Baron Prieto pun tidak mungkin mendapatkan benda selangka itu untuk diperjual belikan dengan mudah. "
Gabriel setuju dengan pemikiran yang di berikan oleh Claude begitu saja. karena nampaknya Gabriel memiliki pemikiran yang sama dengan Claude.
"Claude! sepertinya kereta mu ini akan segera sampai di kediaman mu. Aku harus kembali ke dunia atas untuk mengambil catatan lengkapnya berserta surat kematian Baron."
"Baiklah, sampaikan pesanku ini pada krud."
"Kau mau berpesan apa padanya?" Ujar Gabriel sebelum ia hendak meninggalkan kereta itu.
"Hey bodoh kau harus cepat sembuh sebelum aku membunuhmu. itu adalah pesanku." Claude dengan yakin memberikan pesan pada Krud yang harus menjalani masa istirahatnya selama satu tahun.
Gabriel pun mengerti dan akan segera menyampaikanya begitu ia sampai di dunia atas. tepat begitu kereta itu berhenti Gabriel terbang melesat pergi menuju dunia atas. Claude berharap Krud benar-benar segera pulih karena menurut Claude Krud jauh lebih menyenangkan daripada Gabriel.
Setelah terbang melesat diantara belahan langit, Gabriel pun sampai di dunia atas. Nuansa putih dan suci dunia atas begitu ramai dengan para malaikat yang sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing.
bahkan tidak ada satupun dari mereka yang bermalas-malasan, kecuali malaikat yang sedang berada di ruang pemulihan. Begitu sampai Gabriel melangkahkan kakinya untuk segera pergi ke daerah para malaikat maut.
suasana langsung berubah aura kematian yang mencekam menusuk sampai ke pori-pori Gabriel. Gabriel pun pergi mengantre untuk mendapatkan surat kematian yang di cetak menjadi kertas melalui monitor besar otomatis, yang merupakan salah satu barang ciptaan dewa.
tidak butuh waktu lama untuk mengantre Gabriel langsung mengambil surat kematian menggunakan nama Claude dan Krud. kertas itu langsung keluar. ada dua kertas berbeda yang di cetak oleh monitor itu. setelah itu Gabriel pergi menuju ruang peristirahatan malaikat maut.
Gabriel harus berjalan sedikit jauh dari sana, sebelum akhirnya ia sampai dan menemui krud
__ADS_1