Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
41


__ADS_3

Mendengar Everfreez dari mulut Krud untuk ke sekian kalinya. Claude jadi penasaran bagaimana dengan apa yang ada di Everfreez terutama, seperti yang di ceritakan oleh Raja bahwa Di Everfreez merupakan tempat yang jarang sekali orang-orang mau untuk tinggal disana karena salju abadi yang tidak pernah mencair sepanjang masa.


"Krud, apa kau tahu tentang perang manusia dengan bangsa iblis saat ratusan ribu atau bahkan miliaran tahun yang lalu?" Claude bertanya begitu ia teringat dengan apa yang Raja ceritakan padanya soal harta tanah surga yang berada di bawah sumur Greenpearl.


"Aku tidak tahu jelasnya, tapi aku pernah mendengar soal itu, Kira-kira itu adalah awal dari sihir Dewa yang turun ke Bumi untuk para penjaga gerbang alam bawah?"


"Penjaga alam bawah?"


"Yah sebelum aku terjun untuk masa uji coba. kami mendapatkan sebuah pelajaran atau bisa di katakan sekolah singkat.


Kami mempelajari manusia, jenis sihir, dunia, dan semuanya. bahkan sejarah semua alam yang ada.


Ada beberapa alam yang ada, alam manusia, alam roh, alam bawah tempat para iblis, alam atas tempat para malaikat alam langit, singgasana dewa. Alam Surga dan neraka. masih ada beberapa alam lagi yang aku tidak bisa bertahukan padamu.


nah aku mendapat pengajaran tentang sejarah masa lalu dimana para iblis bosan dengan kehidupan alam bawah, seorang malaikat agung yang ditugaskan untuk mengatasi hal tersebut. Melakukan pelanggaran berat yaitu membuka gerbang alam manusia dengan alam bawah.


Dari sana peperangan terjadi. Manusia awalnya memenangkan peperangan, tetapi iblis tidak mau tunduk dan mengakui kekalahannya sehingga mereka berbuat suatu kelicikan.


Dimana manusia yang awalnya bisa memenangkan peperangan itu namun hal itu malah berbalik. Setengah umat manusia bersembunyi di dalam alam buatan dewa.


Dari sana manusia pertama mendapatkan sihir dewa dan di sebut Raja Dunia, yaitu Raja dari segala Raja di dunia ini."


"Cerita mau sebenarnya jika dilihat dari sudut pandang yang lain memiliki kesamaan. namun aku ingin tahu apa yang terjadi setelahnya kepada malaikat yang melakukan kesalahan itu?"


"Tentu saja, dewa menurunkannya dan menjadikan malaikat itu tidak lebih sama seperti iblis.


tapi beberapa hari ini aku mendengar bahwa malaikat yang melakukan kesalahan itu masih hidup di alam bawah, bahkan ada yang berkata bahwa ia kini menjadi seorang raja disana."


"Menjadi seorang raja? bukankah itu hal yang sangat gawat?"


"Mungkin saja, tapi Dewa sendiri tidak mempersalahkan hal itu."

__ADS_1


Kalau kekacauan ini merupakan rencana dari malaikat yang membuat kesalahan itu dunia manusia tidak akan hanya terancam karena kehadiran ku saja. tetapi kehadiran raja alam bawah itu juga merupakan hal yang akan menjadi bencana besar


Claude berkutat di dalam otaknya memikirkan bagaiman jadinya saat ia berada di masa depan, dengan kekacauan dunia yang sekarang.


"Jika Grand Duke Jacques bisa menggunakan darah iblis, itu artinya masih ada iblis yang tersisa di dunia ini."


"Memang di dunia manusia ini ada seorang iblis yaitu kau!"


"Aku? Maksudku bukan begitu."


"Benar kau, Grand Duke Jacques mendapatkan kutukan karena melawan sihir kerajaan. Itu karena sihir mereka sama seperti sihir Emeraldgreen. kekuatannya mirip dengan sihir kerajaan.


namun sihir kerjaan itu Murni, setiap pengangkatan Raja baru sihir mereka akan di sucikan oleh malaikat suci yang levelnya tinggi."


"Aku pernah membacanya sedikit tentang hal itu, tapi tidak menyangka setiap persoalan ini memiliki sebab akibat yang logis"


"Sepertinya aku melupakan sesuatu, satu lagi berita yang sangat penting."


"Hehe, kau benar ini soal pangeran Thura."


"Apa yang terjadi pada orang itu?"


"Ku pikir kau tidak akan tertarik dengan hal yang tidak ada hubunganya dengan misi utama kali ini."


"Aku memang berpikir begitu, tapi aku tidak tahu kedepannya jika misi ketiga ku harus membuatku kembali atau bahkan menyusup ke tanah Tarten. Tentu aku harus sedia payung sebelum hujan, maksudnya harus bersiap sebelumnya."


"Pemikiran mu kali ini tidak hanya meluas, tapi juga melihat jauh ke depan. Aku tidak menyangka aku bisa mengubahmj menjadi seperti ini.'


"Apa kau ingin memuji dirimu sendiri lagi? Sebaiknya kau cepat memberi tahuku sebelum kita sebentar lagi akan sampai di kediaman keluargaku."


"Baiklah aku akan memberitahu mu dengan satu kata. Pangeran Thura dari penjara di Everfreez."

__ADS_1


Tiba-tiba Krud menghilang dari hadapan Claude. Kata terakhir yang mengatakan bahwa Pangeran Thura kabur itu membekas di otak Claude.


Setahu Claude, penjara dieverfreez itu sangat ketat. walaupun tidak tahu bagaimana detail kata ketat itu. namun Claude yakin bahwa hal itu menunjukan pengawasan di penjara Everfreez tidaklah main-main.


"Tuan kami sudah sampai di kediaman tuan!" Sahut kusir kuda itu dengan lantang seorang kusir kuda itu, secara tidak langsung menyuruh Claude untuk turun dari kereta kudanya.


"Baik, terima kasih atas tumpangannya."


Begitu turun dari kereta kuda. Claude hanya disambut oleh Vischa dan beberapa pelayan yang menemaninya. "Ayah sudah lama tidak berjumpa ya!?" Suara tajam dan dingin Claude, tanpa sadar adalah sebuah sindiran besar bagi Vischa.


"Bagus sekali, sudah sukses harus tahu balas Budi." Vischa tidak terlalu, mendengarkan sindiran Claude dan hanya meraup keuntungan setelah perjuangan yang Claude lakukan selama ini.


"Aku tidak menyangka setelah aku pergi dari kediaman, sepertinya kau punya banyak sekali uang sampai dapat membeli sebuah rumah di ibukota."


Claude dengan isyaratnya menyuruh para pelayan itu untuk membawakan barang bawaannya, kedalam rumah.


"Ayo kita mengobrol sebentar di dalam, setelah itu kau bisa istirahat di dalam kamar yang telah ayah siapkan." Senyum palsu Vischa benar-benar membuat Claude muak. Dalam pikirnya bagaimana bisa ibunya yang seorang penyihir agung itu malah jatuh cinta dengan seorang rendahan seperti Vischa.


"Sepertinya aku lebih nyaman dengan kediaman yang dulu. Walaupun disana banyak kenangan buruk yang menghantuiku, tetapi kasih sayang ibu masih membekas disana."


Sambil jalan beriringan dengan Vischa, Claude dengan sengaja menyinggung persoalan tentang ibunya. Agar orang lawan bicaranya itu mengerti rasa bersalah padanya.


"Kau masih saja manja terhadap ibumu, meskipun orang itu sudah membuatmu menderita begitu banyak."


Mendengar Vischa yang seolah-olah itu adalah kesalahan Ibunya Claude seorang, membuat Claude benar-benar kesal dan marah. Ingin rasanya mencabik-cabik orang yang ada disampingnya itu.


"Kau benar, apa kau juga tidak merasa sama dengannya."


"Aku melakukan itu demi kepentingan mu."


"Terimakasih telah berkorban banyak untukku. Aku akan mengingatnya."

__ADS_1


Claude menyembunyikan rasa kesalnya itu dengan sebuah lontaran senyum palsu, karena sebenarnya dalam hati Claude ingin sekali rasanya ia mencekik hingga mati orang yang ada di sampingnya itu.


__ADS_2