
"Hehehe, kau tidak akan bisa membunuh penyihir yang kau maksud itu." Claude tidak percaya jika Krud bisa dikalahkan semudah itu, karena pada dasarnya Krud adalah seorang malaikat maut yang bertugas mengambil nyawa manusia dan makhluk hidup lain.
"Kau benar dia begitu merepotkan, bisa-bisanya ia menyegel seluruh pasukan ku dengan sihirnya di tambah sihirnya itu seperti tidak akan pernah habis saja.
tapi ia terus menerus berteriak padaku Senior! Kau apakan Seniorku! Cepat kembalikan kekuatan seniorku!
Awalnya dia tampak seperti pria yang tak terkalahkan, tapi saat berhadapan denganku dia malah bertingkah konyol seperti itu, hihihi.. Memalukan!" Ejek Pangeran Zachary.
"Hidup yang mulia Pangeran Zachary de Tarten! Hidup!" Teriakan masa yang begitu memanas.
Begitu ucapan penjelasan singkat dari Zachary selesai. Tiba-tiba saja Claude merasa marah dirinya seperti dilahap dengan emosi yang sangat besar. Rambutnya berubah menjadi hitam legam seluruhnya, mata biru masih tetap sama dan tidak ada perubahan seperti sebelumnya.
"Tuan Penasehat!" Teriak Fermilion.
"Kau urus para penyihir itu biar aku yang mengurusi pria sombong ini." Teriak Claude.
Dalam hari Fermilion, dirinya sangatlah mustahil menghadapi Delapan penyihir hitam ini sendirian. namun Fermilion tidak akan membiarkan pengorbanan para tentara Greenbreez begitu menjadi sia-sia.
"Tuan Penasehat aku akan memancing mereka menjauh darimu. Agar aku lebih leluasa menggunakan sihir ku." Teriak Fermilion dengan penuh kepercayaan diri.
"Aku percayakan padamu!" Claude mengisyaratkan agar Fermilion segera menjauh darinya sejauh mungkin agar sihirnya tidak terserap oleh Claude.
"Kau begitu pengecut! Bawahan mu menyerang delapan orang dan kau hanya menghadapi ku seorang." Ledekan Zachary semakin menjadi. namun tidak tahu mengapa tingkat kemarahannya tidak membuat mata iblis-nya berubah seperti sebelumnya hanya rambut dan gigi taringnya saja yang mengalami perubahan.
"Kau akan menghabisi mu dan segera membantunya! Kau lihat saja!"
__ADS_1
"Menghabisi ku? Mimpi saja! Menurut ku kau ini penyihir yang tidak lebih hanya tingkat satu. Karena tidak ada mana pada dirimu, tapi kau bisa merubah warna rambutmu!"
Zachary menyadarkan Claude yang tidak mengetahui bahwa rambutnya telah berubah menjadi hitam legam dengan penuh hawa kegelapan dari alam bawah.
Claude pun berkaca di sebuah belatinya, yang ternyata apa yang dikatakan oleh Zachary benar. Rambutnya sudah berubah menjadi hitam legam dengan penuh kegelapan.
"Hihihi, Kau salah! Aku dan penyihir yang menggunakan kekuatan segel itu bukanlah seorang penyihir kami adalah seorang malaikat maut yang akan mengambil nyawamu!"
Saat Claude mengatakan mengambil nyawa Zachary, ia teringat bahwa Zachary bukanlah targetnya. Bahkan tidak ada surat kematian yang mengizinkan ia untuk membunuh Zachary.
"Hihi, khayalan mu itu sangat keterlaluan! Malaikat maut? Bahkan Malaikat yang memberikan kesucian pun bisa kami tangkap." Tukas Zachary.
Ini benar-benar keterlaluan, bukan hanya menggunakan kekuatan murni dari iblis saja. mereka bahkan bisa menangkap seorang malaikat suci.
Pangeran Zachary begitu banyak melakukan kejahatan, namun dirinya masih belum mendapatkan karma apapun dari Dewa. Apa hanya karena dia adalah satu-satunya penerus kerajaan Tarten saat ini. Makanya dewa menunda hukuman untuknya.
DUAR!!!..
Serangan hebat tanpa aba-aba itu tiba-tiba hampir menyerang Claude, namun dengan sigapnya Claude langsung menghindari serangan itu.
"hehehe, Apa kau pikir aku adalah hanya seorang Necromancy saja? Apa kau lupa aku aslinya adalah seorang pangeran Zachary de Tarten pemilik sihir tulang yang tidak kalah dengan Thura! Bahkan jika dibandingkan dengannya tentu saja aku lebih hebat darinya!" Zachary begitu tertawa kegirangan melihat ekspresi Claude yang terkejut melihat sihir asli yang digunakan oleh Zachary.
"Lihatlah bagaimana aku bisa menciptakan para undead itu berasal dari sihir tulangku yang abadi." sambung Zachari yang begitu sombong pada Claude.
Namun menurut Claude itu bukanlah sesuatu hal yang harus dibanggakan olehnya, karena Claude menangkapnya sebagai kelemahan sihirnya.
__ADS_1
"Oh jadi begitu cara bekerja kau membuat para undead itu. ternyata sia-sia saja jika Krud melakukan penyegelan pada para tentara undead mu. Ternyata undead itu bukanlah kemampuan necromancy mu melainkan manipulasi sihir mu." Claude dengan tenang mengatakan hal itu pada Zachary.
"Kau salah, aku memang seorang necromancy! Lihatlah ini!" Teriak Zachary.
Tidak tahu apa yang yang dilemparnya, tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor raksasa undead berwujud tulang yang sangat besar dengan mata magis berwarna api hijau.
“Lihatlah kemampuan Necromancy ku! HAHAHA!” Zachary tertawa kegirangan melihat benda pembunuh ciptaan nya begitu besar dan banyak ditakuti oleh semua orang yang melihatnya.
Claude menengadah ke atas mengamati aliran sihir yang terdapat pada Undead itu, namun hal itu sangat sulit membuatnya konsentrasi karena monster itu tiada henti menyerang Claude secara bertubi-tubi, namun saat itu juga Claude berhasil menghindar di setiap serangan monster Undead itu.
DUAR!!!..
Suara ledakan kembali terjadi, ternyata walaupun Zachary mengendalikan monster sebesar ini. Dirinya masih bisa menggunakan kekuatan sihirnya untuk menyerang Claude. Ini akan menjadi masalah sulit bagi Claude, karena sihir asli yang digunakan begitu jauh dari Claude saat ini.
Tidak ada cara lain selain mendekati Zachary lalu merampas semua mana yang ada didalm tubuhnya itu. Perlahan Claude mulai melawan Undead itu. Ia berlari-lari di antara kerangka tubuh monster Undead itu lalu memenggalnya dengan menggunakan pedang katana miliknya.
Undead itu berhasil roboh, Claude langsung bergegas mendekati Zachary, namun seketika itu juga Undead itu bergerak kembali dan menyatukan tubuhnya seperti sedia kala.
“hihihi, belum berhasil mengalahkan monsterku sudah berani mendekatiku!” zachary benar-benar meremehkan Claude.
Claude melakukan hal yang sama berulang kali hingga tidak terhitung jumlahnya, namun Undead itu semakin lama semakin cepat proses pemulihan nya. Hal itu sangat menyulitkan Claude.
Jika pada hari ini adalah Claude yang dulu mungkin saja ia sudah mati dalam satu serangan pertama di awal, namun semuanya berbeda. Claude bertekad untuk tidak menyerah walaupun dirinya sudah kelelahan dengan energi manusianya yang terbuang sia-sia.
Manusia tanpa sihir itu adalah hal yang mustahil untuk mengalahkan seseorang yang menggunakan sihir besar seperti zachary, Claude berusaha berpikir tenang dalam dirinya. selain menyerap sebuah mana dan sihir tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Claude.
__ADS_1
Ketika ia sedang berpikir untuk mengamati kelemahan monster itu, tiba-tiba saja serangan Zachary yang sebelumnya tidak pernah mengenainya kini malah tepat sasaran mengenainya, hingga membuat Claude terjatuh dan terluka. Ketika melihat kesempatan itu segera pangeran Zachary melakukan serangan terakhir pada Claude.