
"Karena kebodohannya itu yang jadi menderita bukan hanya satu dua orang saja, tapi semua keturunan Jacques yang terpilih menjadi kepala keluarga harus menderita karena kutukan itu."
Claude memerhatikan tatapan mata Lyon yang mulai berubah. Seolah-olah menunggu kalimat selanjutnya Claude mengocok gelas Wine-nya secara perlahan.
"Kutukan seperti apa yang dimiliki oleh Grand Duke?' Claude bertanya karena Lyon tidak kunjung melanjutkan ceritanya.
"Kakakku terkena kutukan, apabila ia menggunakan sihirnya secara berlebihan tubuhnya akan panas seperti serasa terbakar oleh Api neraka. Itu sebabnya dia hanya menjadi seorang ilmuwan yang menggunakan energi sihir yang sedikit.". Lyon menjelaskan bagaimana kutukan itu.
"Jadi itu kutukan yang berasal dari sihir ya, artinya masih bisa dilepas oleh mantra sihir yang lain." Claude pura-pura menyelidik bagaimana cara melepaskan kutukan yang dialami oleh Grand Duke. Walaupun sebenarnya ia tidak begitu peduli akan hal itu, karena toh sebentar lagi juga akan mati ketika ia bunuh.
"Benarkah apakah ada cara untuk melepaskannya?" Lyon metal Claude dengan penuh harap.
"Benar, sepertinya aku harus mencari Grimoire milik ibuku. karena disana banyak catatan mengenai sihir kutukan." Claude mencoba memastikan bahwa Lyon benar-benar di pihaknya.
"Apa kau yakin itu akan berhasil?" Lyon nampaknya masih setengah percaya dan setengah tidak. tapi ia tahu bahwa bakat sihir yang di miliki oleh Claude hanya bisa menghapus sihir saja.
Namun hal itu membuatnya sedikit yakin bahwa Claude bisa melakukannya. karena mungkin saja hanya dengan menghapus sedikit sihir milik Grand Duke kutukan itu bisa saja terlepas.
"Aku yakin bisa, tapi aku juga perlu imbalan yang sesuai." Claude mencoba bernegosiasi kepada Lyon.
Tidak segan-segan Lyon langsung memberikan setumpuk koin emas. Namun Claude menolaknya, Lyon pun menambahnya menjadi dua kantung emas. namun tetap ditolak oleh Claude.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya apa yang ingin kau lakukan?" Lyon bingung karena Claude terus menerus menolak uang yang diberikan oleh Lyon.
"Aku hanya ingin meminta kau menjawab satu pertanyaan dariku." Claude dengan nada tegas dan dingin itu menjelaskan bagaimana dirinya menukar satu mantra dengan satu pertanyaan saja.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Lyon nampaknya tidak bisa bersabar untuk cepat-cepat mendapatkan sebuah mantra yang bisa membebaskan kakaknya itu dari kutukan turun temurun ini.
Namun sebenarnya Claude tidak peduli akan hal itu toh nanti juga Grand Duke akan segera mati di tangannya. Menurut pemikiran Claude, namun setelah dipikirkan tidak sesederhana itu.
Lyon memiliki dua elemen sihir dan juga handal dalam menggunakan keduanya. namun tingkat sihir miliknya tidak lebih rendah atau tinggi dari penyihir level tiga.
Jika Grand Duke mati, para Keluarga Jacques yang lain atau sepupu bahkan Paman dan Bibi Lyon bisa saja menyerangnya saat ia sedang lemah seperti itu, karena dari penampilannya Lyon bukan tipe orang yang bisa bermain politik dengan handal, melainkan terlihat seperti orang yang lugu dan polos serta mementingkan kejujuran.
"Eksperimen apa yang dilakukan oleh kakakmu sekarang?" Pertanyaan yang sudah di ketahui jawabannya itu masih Claude tanyakan karena ia sendiri berharap, Lyon bisa berubah pikiran dan membuka hatinya untuk bercerita lebih lanjut kepadanya.
"Yah tidak apa-apa jika kau tidak mau memberitahukannya padaku. Aku juga tidak bisa memberikan mantra itu dengan percuma. Kalau begitu bagaimana kalau kita berkeliling ibukota saja? Ada tempat yang ingin ku kunjungi."
"Sepertinya tuan Penasehat hari ini sibuk sekali ya, pagi hari anda harus menghadiri upacara pemakaman sampai jam 1 siang belum anda sekeluarga harus diintrogasi karena dituduh sebagai pelaku dan berakhir pukul 3 sore.
Hari ini kau harus menemaniku sekarang sudah jam lima sore, takutnya kau terlalu larut untuk pulang apa kau tidak apa-apa tuan? Maafkan atas keegoisanku."
"Tidak apa-apa, aku lebih suka di sibukkan dengan hal yang berguna dibandingkan harus berdiam diri tidak melakukan apapun."
__ADS_1
Claude memasang senyum palsunya, begitupula dengan Lyon. Terlihat jelas ada sesuatu yang ingin dilakukan Lyon kepada Claude, namun Claude hanya bisa menunggu hal itu terjadi.
"Ayo, aku akan membimbing jalan, Tuan Penasehat." Lyon menyimpan alat makannya kemudian mengelap mulut dan tangannya secara rapih dan hati-hati. Kemudian ia berdiri dari kursinya.
Mendorong kursinya kembali agar terlihat rapih. Kemudian memasukan sapu tangannya kembali. lalu membimbing Claude keluar dari ruangan VIP itu. Mereka pun keluar, Claude tidak menyangka bahwa para pengunjung dan pelayan disana melihat mereka berdua keluar dari ruangan itu secara bersamaan.
Claude semakin aneh dengan tingkah laku mereka Sebenarnya apa yang sedang Lyon rencanakan pada Claude, bukankah ia berteman akrab saat di Camp militer. Begitulah perasaan Claude.
Setelah keluar dari restoran milik keluarga Jacques itu Lyon dan Claude kembali menaiki Kereta kuda milik Lyon. Didalam kereta kuda Claude merasakan bahwa ada sebuah sihir pelumpuh. Hal ini biasa digunakan oleh sihir angin menggunakan mantra yang paling sulit.
Namun Claude harus berpura-pura terkena karena dengan itu, mungkin Lyon akan menunjukan niatan yang sebenarnya. Tetapi Claude harus memilih tempat yang sesuai untuk menunjukan efek sihir yang dilakukan oleh Lyon.
Namun satu hal yang membuat Claude bertanya-tanya, mengapa Lyon sendiri tidak terkena sihir ini bukankah orang yang membuatnya bukanlah dirinya tetapi orang suruhannya, mengapa ia bisa tidak terkena, bukankah dia harus mengucapkan mantra terlebih dahulu untuk terlepas dari sihirnya ini.
Namun setelah di perhatikan, Lyon sama sekali tidak mengucapkan mantra apapun. Jadi sihir apa yang sebenarnya ia gunakan untuk melumpuhkan Claude.
Tepat sekali berdekatan dengan pojok ibukota yang Claude tuju, ia berpura-pura mulai terkena efek sihir itu. Claude menunjukan kelemahannya, dan berakting dengan nafas yang tersengal-sengal, seolah-olah ia sedang terkena sesak nafas.
Kereta kuda itupun berhenti. Dengan sihirnya Lyon melempar Claude keluar dari dalam kereta kudanya dengan sangat keras, beruntung ada sedikit rumput yang membuat Claude terjatuh diatasnya itu tidak mengalami lecet.
Lyon perlahan-lahan mendekat dengan tatapan yang tidak seperti biasanya. Ia seperti dua orang yang berbeda dengan orang yang berada di dalam Medan perang. Bahkan aliran sihir yang mengitari diseluruh tubuhnya sangat jauh berbeda dibandingkan milik Lyon, seperti ada tiga aliran yang bergerak secara berlawanan arah.
__ADS_1
Namun dalam hati Claude mulai menyeringai, ia menantikan siapa menjebak siapa. Ia sungguh menantikan sebuah permainan yang sangat menakjubkan dari orang yang berada dihadapannya itu.