Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
48


__ADS_3

Keesokan harinya berita pembunuhan yang terjadi pada duke tersebar dengan cepat. Bahkan membuat geger seluruh penduduk kerajaan. Berita tentang penyerangan dan pembunuhan yang membuat Duke mati dalam kedaan telanjang.


Pagi-pagi sekali di kediaman, baron Marquez. Claude yang baru saja terbangun dari tidurnya itu sudah dibangunkan oleh kebisingan dari para pelayan yang bergosip membicarakan berita tentang kematian Duke Lourik.


“Aku mohon kepada kalian semua untuk keluar dari kamarku jika kalian masih saja bergosip tentang hal itu.”


Claude yang tertidur pulas dengan rambut yang berantakan itu marah, karena merasa tidurnya lelap musti terganggu oleh gossip dari pelayan-pelayan itu. “Tapi tuan muda harus segera bangun semuanya sudah menunggu anda di meja makan.” Para pelayan yang membantu Claude bersiap itu berbalik menasehati Claude agar segera bangun dari ranjangnya.


“Kau tidak tahu? Kasur adalah tempat dimana gravitasi terkuat berada. Jadi kalian harus menarik ku keluar.” Seperti apa yang di bicarakan oleh Claude para pelayan itu langsung menarik Claude bangun dari ranjangnya.


Karena tarikan yang mereka lakukan terlalu kuat, Claude pun sampai terbelalak kaget tidak menyangka seorang pelayan begitu memiliki tenaga yang cukup kuat untuk menarik tubuhnya. Akhirnya tubuh Claude mendarat diatas lantai yang dingin itu.


“Apakah kalian sering berlatih beladiri?” Claude begitu ngeri dengan kekuatan para pelayan itu.


“I,itu karena tuan baru saja bangun tidur dan kebanyakan orang begitu bangun tidur mereka memiliki banyak celah.”


“Jadi begitu.”


“Kalau begitu kalian pergilah lebih dulu aku akan bersiap sendiri.”


“Baik, Tuan.”


Para pelayan mengikuti perintah Claude untuk meninggalkan ruangan kamar Claude. Untuk membiarkan Claude bersiap sendiri tanpa dibantu oleh para pelayan itu.


“Kau sangat lemah sampai-sampai bisa terjatuh sangat konyol seperti itu oleh para pelayan Wanita.” Krud tiba-tiba muncul di atas ranjang Claude.


“Kau nampaknya sangat senggang ya Krud.” Claude merasa kesal dengan Krud yang mentertawakan Claude saat melihatnya jatuh seperti orang konyol seperti tadi.

__ADS_1


“Kau sudah dengar rumornya? Walaupun mereka tidak melihat siapa yang membunuh duke tapi mereka sedang menyelidiki lebih lanjut tentang kematian duke.”


“Aku sudah dengar. Para pelayan itu malah sibuk bergosip, dibandingkan membantu Tuannya untuk bangun.”


“Itu karena mereka merasa sungkan padamu. Bukankah kau baru saja seminggu disini. Tentu saja mereka masih sedikit canggung atau ragu padamu yang merupakan orang yang paling dihormati diseluruh kerajaan walaupun dengan status bangsawan terendah sekalipun.”


“Simpan omong kosongmu, Krud. Lalu apa yang mereka selidiki dari kematian Duke?”


“Mereka menemukan pisau kue yang tertancap di jantung Duke. Sekarang mungkin tidak lama lagi kediaman ini akan didatangi polisi kerajaan.”


Claude berdiri dan langsung meraih baju yang telah disiapkan oleh para pelayan.”Ck, merepotkan. Pasti tuduhan pertama akan ditujukan paku atau Carpel.” Sambil memakaikan bajunya Claude menunjukan wajah malasnya.


“Bukankah memang tujuanmu untuk memfitnah carpel yang melakukan pembunuhan pada Duke.”


Claude mengancingkan bajunya secara rapih. Walaupun sebenarnya ia tidak begitu terbiasa dengan menggunakan baju bangsawannya. Ia lebih terbiasa dengan pakaian biasa yang ia gunakan sehari-hari saat Camp Militer.


“Ku pikir seperti itu, tapi setelah mereka berbuat kekacaunan di tengah pesta. Carpel dan Carsten dibawa langsung oleh marquis Laurent dan diadili pada saat itu juga karena dianggap telah melakukan pelanggaran dengan membuat tamu merasa terancam dan menggunakan sihir saat di pesta. Tentu saja Carpel akan bebas dari tuduhan itu karena ia diawasi semalaman sampai pest aitu selesai.”


“Jadi apa rencanamu selanjutnya?” Krud bertanya karena penasaran apa yang akan diperbuat oleh Claide selanjutnya untuk mengatasi tuduhan para kepolisian kerajaan, atas pisau kue yang menusuk jantung Duke Lourik.


“Pertama-tama setelah makan Bersama dengan para sampah yang ada di bawah. Mungkin aku akan datang untuk ke pemakaman Duke. Lalu untuk mengatasi para polisi kerajaan mungkin aku bisa, menggunakan statusku yang menjadi bintang dipesta. Tapi memang cukup sulit karena aku meninggalkan pesta terlalu cepat karena alasan tidak enak badan. tapi Sepertinya mereka akan menggunakan hal ini untuk mendesakku. Jadi hanya ada satu cara lain.”


Setelah selesai bersiap Claude melangkah membuka pintunya untuk keluar sarapan bersama dengan keluarganya.


“Jadi apa satu cara itu?” Krud selalu penasaran dengan ide-ide yang begitu hebat yang keluar dari kepala Claude.


“Kali ini aku akan merahasiakan rencanaku padamu. Bukankah hari itu kita sudah mengikuti duke seharian?”

__ADS_1


>>>> hari sebelumnya dimana Claude mengikuti


Duke di sebuah toko kue dessert


“Kau lihat itu? Duke sangat menyukai makanan yang manis-manis.”


“Ku pikir itu karena Duchess yang menyukai hal itu, bukan?” Claude tidak setuju dengan pendapat Krud yang melihat Duke begitu lahap memakan makanan yang manis-manis.


“Kupikir justru sebaliknya, duke menyukai makanan yang manis tapi dia malu sehingga mengajak Duchess bersamanya untuk menutupi hal itu.” Krud menyeringai membarikan alasan yang kuat yang bisa mematahkan pendapat Claude.”


“Sepertinya kali ini kau yang menang setelah kulihat baik-baik memang seperti itu.”


Claude pun menyeruput tehnya dengan perlahan, layaknya seorang bangsawan sesungguhnya. Walaupun sebenarnya ia baru saja mempelajari hal itu dari Krud. Kali ini Claude mengakui kekalahannya kepada Krud. Karena alasan analisisnya yang tidak tepat.


“Claude, nampaknya Duke akan segera pergi. Ayo kita ikuti dia! Kita harus mendapatkan informasi tentangnya sebanyak mungkin.”


“Aku setuju dengan mu, tapi apakah kita menyamar seperti ini tidak terlalu mencolok?” Claude melihat semua orang begitu memerhatikan mereka. Entah itu karena terpesona dengan ketampanan Krud dan Claude atau karena mereka yang terlihat aneh dimata orang lain yang melihat mereka.


“tapi kenapa wajahmu seperti itu.”


Wajah Claude tidak bisa di bohongi, ia sangat kesal karena ide penyamaran yang dilakukan oleh Krud ini menjadi gunjingan para orang lain yang melihat mereka. Masalah dari penyamaran mereka adalah mereka menggunakan


pakaian yang mencolok dengan pakaian compang camping ala gelandangan tetapi mereka bersikap seperti seorang bangsawan di café itu.


Setelah mengikuti duke seharian penuh akhirnya mereka menumukan kelemahan duke yang sangat mencolok, dan sihir apa yang dimilikinya.


“Sihir Duke benar-benar sihir yang unik. Bagaimana bisa sihir peniru sepertimu bisa dilakukan juga oleh Duke?”

__ADS_1


“Aku tidak tahu, tapi sepertinya itu merupakan salah satu dari token itu. Itu artinya kau tahu kelemahan sihir itu bukan?”


“Benar, sihir yang dingunakan untuk meniru lebih banyak terkuras dibandingkan dengan sihir yang dikeluarkan dan jeda waktu untuk meniru itu cukup banyak saat akan mengeluarkannya. Satu lagi, sihir yang ditiru-pun juga akan sedikit berbeda dengan yang asli. Tapi nampaknya untuk naik kepuncak, duke sudah lakukan begitu banyak pencapaian. Kita harus memeriksa hal yang lainnya lagi.”


__ADS_2