
***
"Palsu bagaimana?"
"Ayah bilang kalau pangeran Henry IV menodai utusan dari Garten dan setelah itu ia membawanya kabur ke Garten. Semua itu terjadi sebelum ayah menikah dengan Lady Gracia. Apa masuk akal Carpel yang umurnya jauh lebih tua denganku?
Seharusnya anak pangeran Henry IV berumur jauh lebih tua dari Carpel. Kemungkinan anak itu juga lebih tua dari Charmy. Lagian teringat dengan beberapa mantra di dalam Grimoire itu yang nampaknya mengacu pada sihir hitam.
Pasti seseorang ingin membuka segel jiwa iblis ku. Satu lagi hal yang mencurigakan adalah segel darah yang disebutkan didalam surat itu. Setahuku jika ibu mengorbankan dirinya dengan segel darah untuk menyegel jiwa iblis ku. Pasti ada jejak bau darah setelah ibuku meninggal."
"Lalu kenapa kau menangis?"
"Aku tidak menangis, aku hanya sedikit kecewa. Sepertinya ayahku juga sekarang ada di dalam tekanan seseorang. Aku bisa melihatnya dengan sifatnya yang tiba-tiba begitu baik padaku. Aku harus menekannya hari ini agar semuanya jelas."
"Kurasa pertarungan antar keluarga lebih rumit dari pertarungan didalam Medan perang." Gabriel mengerutkan keningnya, mencoba memahami secara perlahan permasalahan yang terjadi. "Jika orang itu mengatakan Selamat kan Garten dengan kata lain arti dari kata itu adalah.."
"Datanglah ke Garten dan aku akan menyambut mu" Claude berkata dengan serius mengartikan setiap kata dari surat itu.
"Lalu bagaimana dengan mantra rahasia yang diberikan padamu melalui surat itu?" Gabriel mengerutkan keningnya seolah-olah apa yang terjadi didepannya masih kurang masuk akal.
"Kau masih kurang paham padahal kau adalah malaikat yang lebih senior dari Krud. Jika Krud yang ada disini dia pasti menyadarinya. Mantra itu, mantra asli sepertinya kau juga tahu akan hal itu bukan?"
"Benar, itu memang mantra asli. Sebagai malaikat yang bertugas mensucikan para keturunan kerajaan aku sering melihat para keturunan raja akan menobatkan putranya dengan mantra semacam itu. Bahkan aku masih ingat saat aku mensucikan pangeran Henry II. Mantra itu dilantunkan dengan nyanyian yang melekat di telinga pendengaran ku sampai saat ini."
Tapi apakah mungkin orang menggunakan mantra itu dengan sembarang?'
"Itu dia! Orang itu sengaja menggunakan mantra ini seolah-olah surat ini terjaga keasliannya. Namun pengirim surat ini bernama Wilson.
Dia pikir aku tidak tahu bahwa Wilson Henry de Garten adalah nama pangeran Henry IV saat masa kecilnya, aku pernah membaca buku yang pernah Krud berikan padaku judul buku itu adalah The King and War berisikan tentang strategi perang zaman dulu.
Dikisahkan dalam buku itu dengan seorang raja yang memulai perang pertamanya. Ia mencoba berbagai strategi yang sudah ada sebelumnya, lalu lahirlah strategi perang yang baru dan sangat kuat.
__ADS_1
Kemudian sebulan setelah ia memenangkan peperangan pangeran yang lahir dari seorang selir sebelumnya mengalami ledakan sihir karena sihir darah kerajaan yang sangat melimpah itu tidak bisa ditampung oleh tubuhnya.
Maka dari itu raja itu menciptakan sebuah sihir penobatan. Ini adalah cikal bakal dari berbagai negara. Setiap negara memiliki ciri khasnya masing-masing.
Setelah aku selesai membaca buku itu aku mengerti sebenarnya itu bukan sihir yang raja itu ciptakan secara tidak sengaja. Tetapi mantra itu sebelumnya telah ia ciptakan saat raja itu membuat strategi baru perangnya.
'Sihir itu adalah sihir hipnotis.
"AAPA!? Bagaimana mungkin? Lalu jika itu mantra hipnotis bagaimana dengan para keturunan raja?"
"Tentu saja para raja harus mengendalikan keturunan mereka bukan? Untuk mencapai tujuan mereka. Tapi satu hal yang pasti."
"Hal yang pasti?"
"Benar, tokoh utama dalam buku yang Krud berikan adalah Axias. Raja yang tidak tahu dari kerajaan mana raja itu berasal. Keinginan terakhir raja itu disebutkan menginginkan persatuannya antar setiap daratan di dunia.
Menurut kesimpulan ku, inilah awal dimana semua kerajaan gencar menginginkan perluasan wilayah mereka dan saling menaklukan satu sama lain. Perang yang tiada akhir. Perpecahan antar umat manusia.
"Masuk akal, itu mengapa perang di setiap negara tidak pernah juga mereda. Itu karena mereka sudah ditanamkan dengan rasa ambisius menguasai seluruh daratan seperti yang dilakukan oleh raja Axias?"
"Benar, karena raja mantra itu menyebutkan nama Axias aku jadi benar-benar yakin. Setahu ku raja di Garten belum pernah ada yang bernama Axias."
"Kalau kau berkata demikian, memang raja Garten tidak pernah ada yang bernama Axias, selain itu juga wilson..."
"Kau nampaknya kenal betul raja Henry IV ya?"
"Benar, dengan sifat Henry IV yang seperti itu kurasa mustahil ia peduli akan keturunannya sendiri. Karena beberapa tahun yang lalu ia juga mencetuskan kekuasaan absolut miliknya dan akan memerintah selama-lamanya, seolah-olah ia akan hidup abadi."
"Hidup abadi?"
"Benar, orang itu sudah sejak lama terkena pengaruh iblis. Ayahmu pasti lebih tahu akan hal itu karena ia sebelumnya pernah tinggal di sana bukan?"
__ADS_1
"Sepertinya aku harus segera pergi menemuinya sekarang."
"Jangan lupa tugasmu untuk membuat rencana membunuh Baron Prieto. Aku juga akan pergi ke dunia atas mencari informasi cerita tentang raja Axias yang kau ceritakan."
"Baik, jangan lupa salam ku untuk si bodoh Krud."
Gabriel pun pergi terbang melesat membelah langit untuk pergi ke dunia atas mencari kebenaran tentang apa yang telah Claude ceritakan.
Sedangkan Claude pergi menemui Vischa meskipun Grimoire itu telah terbakar habis sehingga tidak bisa ia kembalikan lagi pada Vischa..
Begitu memasuki ruangan Vischa, Claude masuk tanpa mematuhi etiket didalam keluarga itu lalu terduduk di kursi yang berhadapan langsung dengan meja kerja Vischa.
"Ayah, ada satu hal yang ingin ku tanyakan pada mu."
"Bagaimana dengan Grimoire-nya?" Vischa bertanya memastikan Grimoire nya benar-benar disalin oleh Claude seperti yang dikatakan oleh Charly.
"Sepertinya Grimoire-nya bukan milik ayah ya?"
"Tidak itu asli milik Ayah."
"Lalu bagaimana dengan surat ini?"
Claude memperlihatkan surat yang sebelumnya terdapat di dalam Grimoire itu. Namun Claude sangat curiga walaupun ia telah mempeihatkan surat itu Vischa tidak menunjukan ekspresi apa-apa.
"Itu... karena yang palsu bukan Grimoire nya tapi suratnya."
"Bagaimana ayah-"
"Carpel, dia sudah lebih dulu membaca Grimoire palsu itu, sekarang dia berada di tabib sihir di Greenlake. Dokter sihir itu berkata bahwa penyebab ia terkena sihir kutukan adalah karena surat itu. maka dari itu ayah sendiri yang menyegelnya di Grimoire milik ibumu.".
"Apa maksudnya pada awalnya ayah ingin mencelakai ku dan malah berimbas pada Carpel?" Claude berusaha menekan Vischa dengan cara menekan aura disekitarnya.
__ADS_1