Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
34


__ADS_3

“Misi utama mu kali ini adalah membunuh Grand Duke Jacques. Aku telah menyelidikinya dan ternyata dia melakukan sebuah eksperimen terlarang. Menggunakan darah iblis, tapi aku juga belum tahu secara detailnya karena aku bertanya pada tikus di rumahnya saja hehe.”


Krud dengan matanya yang hitam itu menatap Claude dengan serius, namun nada bicaranya sedikit agak menyebalkan untuk seukuran malaikat yang sedang bercanda,


“Aku tidak mengenalnya”Claude pun berpikir sejenak memikirkan rencananya untuk menyelesaikan misi kedua tanpa gagal lagi seperti saat misi pertama.


“Mungkin sebaiknya aku menerima tawaran kerja sama dari pangeran Garg, ia pasti mengetahui semua bangsawan yang berada di ibukota Greenbreez.” Sambung Claude setelah memikirkan bagaimana ia menyelidiki tentang keberadaan Grand Duke Jacques.


“Kau mendapat tawaran kerjasama apa darinya?” Krud yang tidak mengetahui tentang kerjasama Claude dan Pangeran Garg dibanjiri dengan seribu pertanyaan di dalam kepalanya.


“Kau tidak perlu tahu, tetapi apa misi bonusnya agar aku bisa mendapatkan nilai tambahan dari kepercayaan dewa?”


“Misi bonus mu mudah sekali, karena sepertinya sebentar lagi ayahmu akan menjemputmu pulang ke kediamanmu, dan ia akan mengadakan sebuah pesta besar atas pencapaian keluarga Marquez yang telah kau lakukan.”


“Lalu? katakan intinya saja!”


“Di pesta nanti ambilah nyawa Seorang Duke Lourik! Lebih lengkapnya, Kent Willard Lourik. Dia merupakan putra kedua dari Livius Willard Lourik. Sebaiknya kau hati-hati dengan Grand duke dia mempunyai sebuah token sihir yang bisa mengetahui keberadaan kekuatan murni.”


“Token yang bisa mendeteksi kekuatan murni? Bukankah itu adalah barang yang sangat langka dan hanya tiga buah saja di dunia ini?”


“Kau benar, salah satu pemegangnya adalah Duke, sepuluh tahun yang lalu ia berhasil menaklukan sebagian perbatasan di Garten. Garten dan Tarten sangat berbeda sekali, entah mengapa walaupun mereka merupakan negara makmur, tetapi kekuatan tentaranya hampir melebihi kekuatan kerajaan Tarten. Dan kau salah satu keturunan orang Garten.”


“Hah!? Aku? Mana mungkin Ayah dan Ibuku-”


“Ayahmu dahulu adalah Ksatria Garten yang dikalahkan oleh Duke Lourik. Setelah aku menyelidiki lebih lagi, entah mengapa dokumen yang berada di dunia atas di segel sepenuhnya. Terutama mengenai Ayah dan Ibumu, walaupun ayahmu merupakan ayah yang buruk kurasa kau harus bertanya sesuatu padanya.”


“Aku tidak percaya, dia bukan hanya ayah yang buruk tetapi merupakan ayah yang payah. Dia memperlakukan aku dan ibuku dengan sangat buruk.”


“Tapi jika kau tidak bertanya padanya kau akan kesulitan untuk menemui Duke Lourik.”

__ADS_1


“Apa hubungannya.”


“Ayahmu dan Duke sekarang sedang akrab kau harus bisa memenangkan hati ayahmu untuk memperkenalkan kau pada Duke. Untuk tahap awalnya kau bisa bertanya tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Karena aku penasaran sekali mengapa setelah membaca sebagian dokumen miliknya, dokumen yang lain ikut tersegel.”


“Jadi sebenarnya ini untuk kepentinganmu juga?”


“Bukan, karena aku juga penasaran mengapa dewa mengizinkanku untuk membimbingmu menjadi setengah malaikat. Aku percaya seratus persen ini ada kaitannya dengan Ayahmu yang berasal dari kerajaan Garten.”


“Tidak aku tidak percaya firasatmu. Kalau kau sudah membicarakan hal yang terpenting aku akan kembali, bangun untuk makan malam.”


“Baiklah Tugas tambahan yang pertama hanya itu saja, kau akan menerima surat kematiannya nanti, sekarang kau masih memiliki waktu sekitar dua minggu untuk menyelidiki Duke Lourik untuk mendapatkan peluang saat kau membunuhnya nanti.”


“Baiklah, Jaga kesehatanmu di dunia atas Krud!”


Setelah itupun Segera Claude-pun terbangun dari tidurnya. Kepalanya sedikit agak merasakan pusing. Iapun mengusap keningnya. namun kepalanya agak sedikit berat.


Tok..tok..


"Tuan makan malam sudah siap. Apakah saya boleh masuk?"


"Tunggu sebentar!"


Claude bangun dari ranjangnya. Walupun kepalanya agak sedikit pusing tetapi itu tidak seberapa. Sehingga ia masih bisa bersiap untuk merapihkan pakaiannya.


"Kau boleh masuk sekarang!"


Pelayan itu pun dengan menggunakan Roda pengantar makanannya masuk ke dalam kamar Claude dengan beberapa hidangan makanan yang sangat mewah dan nampak sangat lezat.


Pelayan itu menata makanan itu di atas meja di dalam kamar itu. Ada sebanyak enam macam makanan di atas meja makanan itu.

__ADS_1


Yang pertama ada ayam bakar dengan kecap yang hitam dan sangat lumer serta manis saat menggigitnya, teksturnya begitu lembut dan gurih. Ini adalah makanan yang pertama bagi Claude yang rasanya sangat enak sekali, dalam hatinya tersentuh begitu menggigitnya daging itu.


Yang kedua ada makanan Sup sayur, di dalamnya berisikan wortel, brokoli dan beberapa sayur lainnya yang dibuat dengan kuah benih.


Yang ketiga ada steak daging yang sangat besar, di pinggir piring yang berisikan daging itu begitu garpu dan pisau makan yang berderet rapi mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.


Yang keempat sampai ke enam adalah makanan penutup. Salah satunya ada sebuah bolu madu yang sangat lumer dan manis di mulut dan di lidah. Siapapun yang memakannya akan ketagihan.


Dengan di bekali minuman Anggur yang sangat mewah, Kerajaan Greenbreez sepertinya merupakan kerjaan yang amat kaya dalam pikir Claude, karena letaknya berada di tengah hal ini menunjukan bahwa pusat perdagangan di Greenbreez sangat strategis.


Claude pun menyuruh pelayan itu untuk pergi. Dengan patuh pelayan itu pun pergi dengan membungkukkan badannya. meninggalkan Kamar Claude.


Alasan mengapa Claude mengusir pelayan itu adalah karena Claude tidak bisa menggunakan garpu dan pisau saat memotong daging steak. Beruntung Raja hari ini tidak memanggilnya untuk makan bersama. Jika itu terjadi maka Claude akan sangat malu.


Claude-pun memerhatikan pisau-pisau dan Garpu yang berderet rapi itu. Sepertinya ia harus menanyakan pada Krud untuk bertanya bagaimana cara memakan steak yang berada diatas piring putih di hadapannya itu.


Claude-pun memejamkan matanya sejenak. Dan memanggil manggil nama Krud di alam sadarnya itu. "Krud!!! Krud!!"


Krud pun muncul dengan wajah kesal. "Ada apa? Kita baru saja bertemu beberapa menit yang lalu. Energi ku sudah banyak terkuras hanya sekali bertemu saja denganmu!"


Claude tertegun dengan energi yang terkuras karena hal itu juga sama-sama dirasakan olehnya.


"Krud ajarkan aku etika memakan makanan di istana!" Dengan tatapan serius dan wajah ambisiusnya. Krud tidak tahu sebenarnya Claude sedang serius atau bercanda. Karena mengajarkan etika sedang makan adalah hal yang diajarkan oleh setiap bangsawan saat kecil.


"Kau bercanda? Kau hanya memanggilku untuk memintaku mengajarkan mu etika makan di atas meja yang bahkan anak balita pun bisa melakukannya?"


"Maaf Krud dari kecil aku terbiasa makan dengan sepotong roti saja."


"Ya ampun baiklah."

__ADS_1


__ADS_2