
Setelah selesai menempuh jalan begitu lama Kusir kuda membukakan pintu untuk keluarga baron, termasuk Claude. Claude pun turun dari kereta kudanya. Semuanya sedang bersiap mengangkat peti karena sudah lama sekali. Jenazah Duke di diamkan dirumah duka di kediaman Keluarga Duke Lourik.
Pemakaman segera di mulai, langit mendung seperti ikut menangis atas kematian Kent Willard Lourik. Duke muda dengan satu anak tunggal yang ia tinggalkan bersama Duchess yang merupakan saudari dari Dior Emeraldgreen.
Semua keluarga yang ditinggalnya penuh dengan sendu dan isakan tangis kesedihan. Wajah lelah karena menangis terpancar di wajah Duchess nampaknya ia belum tertidur semenjak malam.
Tiba-tiba Dior mendekati Claude, dengan mata merah berkaca-kaca. Dior menepuk pundak Claude dari belakang. "Tuan Penasehat, maaf bukan aku menyalahkan mu atas kematian kakak ipar, kau pasti tidak merasa nyaman diawasi seperti penjahat seperti ini bukan."
"Tidak apa-apa, sebaiknya kau pergi temani kakakmu." Claude menyuruh Dior untuk pergi menemani kakaknya bersama keponakannya.
Para pembawa peti telah tiba, mereka meletakan peti jenazah Duke di liang kubur. Lalu menaburkan bunga diatas peti itu, lalu segera setelah itu mereka bernyanyi membuat mantra perlindungan. Kemudian para penggali kubur itu menguburkan mayat Duke.
Lalu segera mereka kembali menaburkan bunga yang sangat harum. Lalu dipasangkan lah nisan dengan nama Duke yang tergantung di nisan itu.
Claude mendengar bisikan orang-orang mulai membicarakan Duke dan keluarganya.
"Sepertinya Dendam masa lalu keluarga Marquez pada keluarga Duke Lourik belum mereda. Mereka masih saja berani membunuh Duke dalam keadaan mabuk."
"Benar aku dengar mereka bahkan meledakan kereta kuda milik kediaman Duke. Setahuku kusir kuda keluarga Duke memiliki sihir yang bisa mengamankan keretanya dan kecil kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan."
"Apa keluarga dari negara asing itu mulai membelot negara dengan menggunakan sihir gelap?"
"Benar-benar, sepertinya itu masuk akal."
Claude mulai mengerti, apa yang dimaksudkan oleh mereka. Maksud dendam dari keluarganya adalah kekalahan Ayahnya dengan Duke Livius Willard Lourik yang merupakan Jenderal yang diangkat menjadi panglima perang setelah mengalahkan Vischa.
Tetapi yang melakukannya bukanlah Ayahnya atau anggota keluarga yang lain, yang melakukannya adalah Claude. Itupun karena perintah dari dewa, untuk menambah poin kepercayaan dewa agar dirinya bisa terlepas dari kutukannya.
__ADS_1
Claude teringat bahwa dirinya semalam berhasil mendapatkan token yang dapat melihat Malaikat atau iblis, namun sepertinya hal itu juga bisa dipergunakan untuk melihat makhluk roh juga.
"Claude hanya bisa bersabar menahan emosinya saat ia mendengar gosipnya yang semakin tidak masuk akal itu."
***
Di dalam kediaman Duke Lourik yang begitu mewah dan besar itu satu keluarga Marqez dan Keluarga Lourik di interograsi oleh pasukan kepolisian dari Kerajaan.
Tiba saatnya Claude angkat bicara setelah Vischa dan Lady Gracia diintrogasi, karena Carpel dan Carsten tidak mungkin melakukannya karena mereka berada dalam pengawasan Viscount Laurent. Sebab mereka sudah melakukan banyak kekacauan saat di pesta.
"Semalam, saat pesta penyambutan mu yang baru saja kembali dari Medan perang, mereka mengatakan kau pergi di tengah-tengah pesta karena kurang sehat?"
"Benar, seperti yang Viscount Laurent tahu bahwa Carsten menggunakan sihirnya saat di pesta. Ya sihir yang di keluarkan adik ku itu digunakan untuk menyerang pada awalnya. tetapi aku berhasil menetralkannya dengan sihir ku."
Apa yang dikatakan oleh Claude memang tidak ada salahnya, karena ia tidak memiliki sihir melainkan hanya kekuatan murni dari seorang iblis. Maka kemampuan yang dimiliki oleh liontinnya sudah ia anggap sebagai bakat sihirnya sendiri.
"Sebelumnya tuan berganti pakaian karena pakaian tuan terkena tumpahan Wine, benar?"
"Kejadian tragis yang menimpa Duke terjadi di saat kau menghilang dari pesta jadi kami tidak bisa melepaskan kecurigaan kami padamu. Apa kau memiliki dendam pada Duke?"
"Biar aku jelaskan aku dan Duke baru saja saling mengenal saat di pesta, setelah bertahun-tahun aku berada di perbatasan untuk mengamati peperangan.
Apa mungkin orang yang baru saja saling berkenalan satu sama lain, lalu setelahnya membunuh pihak lainnya? Kurasa butuh strategi dan waktu yang tepat untuk merancang rencana pembunuhan Duke.
Sama seperti saat di Medan perang, saat kau ingin menebas leher musuh-musuh mu, kau perlu strategi yang tepat dan akurat dengan waktu yang telah kau rencanakan."
"Pasukan kepolisian kerajaan itu merasa apa yang dikatakan oleh Claude benar adanya dan sangat masuk akal. Claude baru saja kembali dari istana beberapa hari yang lalu. Ia masih belum begitu mengenal seluk beluk ibukota dan para bangsawan yang berada di ibukota.
__ADS_1
"Baiklah, Kurasa alasan tuan sangat masuk akal. Akupun jika menjadi pembunuh itu harus merencanakan rencana uang matang untuk membunuh Duke, karena Duke Lourik bukanlah sembarang orang."
Claude pun di persilahkan untuk keluar, lalu setelah itu dilanjutkan oleh Charly.
"Kau satu-satunya keluarga Marqez yang tidak tampak dipesta apakah kau merencanakan sesuatu s
untuk membunuh Duke."
"Apa kau berpikir satu hal? Aku tidak menghadiri pesta murahan itu sama sekali, tetapi bukti menunjukan pembunuh menggunakan pisau kue yang sudah di gunakan seseorang?
Jika pisau itu benar-benar pisau yang ada di pesta itu artinya pembunuh itu juga sudah menghadiri pesta itu."
Pertemuan pasukan kepolisian dengan Charly berlangsung dengan singkat. Tidak ada satupun yang mencurigakan dari keluarga Marquez, hingga akhirnya pasukan kepolisian kerajaan memutuskan untuk mencabut keluarga Marquez sebagai daftar keluarga yang dicurigai.
Sebelum polisi itu hendak pergi mengintrogasi keluarga lain yang sama-sama dicurigai sebagai pelaku pembunuhan Duke Lourik, namun sebelum pasukan kepolisian itu pergi. Claude memberikan lencana yang ia temui di gudang terbengkalai di sudut ibukota.
"Tuan, ini." Claude memberikan lencana keluarga.
"Ini..?" kepala pasukan kepolisian kerajaan itu sedikit kebingungan apa yang dimaksud Claude.
"Ini adalah lencana yang Duke jatuhkan sebelumnya, seperti yang kau tahu aku sempat minum bersama Duke, aku tidak sengaja melihat lencana ini terjatuh dari saku Duke."
Kepala pasukan kepolisian kerajaan pun mengambil lencana yang diberikan oleh Claude, ia menimbang-nimbang dan melihat tulisan kecil dan polanya untuk melihat keasliannya.
"Ini asli..., kau yakin Duke yang menjatuhkannya?"
Claude berpura-pura berlagak tidak mengerti apapun tentang lencana itu. Akting yang sangat sempurna. Claude mengangguk dengan penuh keyakinan. Membuat pasukan kerajaan itu percaya pada Claude.
__ADS_1
Kepala pasukan kepolisian kerajaan pun berpamitan kepada keluarga Marquez, dan memberikan tanda bersih dari tersangka pembunuhan Duke.
Beruntung para pasukan khusus itu tidak memiliki bakat yang bisa mendeteksi kebohongan atau semacamnya, karena jika mereka bisa mungkin saja Claude sudah dipenjara detik ini juga.