
Dalam serangan terakhir itu, Claude menjadi tidak sadarkan diri bahkan dirinya terbaring lemah dan tidak berdaya.Padahal sebelumnya hanya karena pemicu-pemicu kecil saja jiwa iblisnya sering terbangkitkan. namun saat keadaan genting seperti ini malah tidak bisa digunakan.
Akibatnya Claude menerima serangan yang cukup besar dari serangan terakhir yang pangeran Zachary kerahkan pada Claude. Sungguh serangan yang tak terhindarkan. Hal ini adalah hal yang berada di luar rencananya. Ia tidak menyangka kekuatan seorang pangeran tidaklah seperti yang ia perkirakan sebelumnya.
lambat laun nafatnya menjadi berat, pandangannya mulai kabur, rambutnya yang semula hitam kini kembali menampakan warna aslinya yang berwarna sewarna dengan jerami gandum. Bukan hanya itu ledakan yang diciptakan untuk menyerang Claude itu bisa mematahkan beberapa tulang rusuk dan satu tulang lengan Claude.
Kini Claude sudah terlihat seperti akan menemui ajalnya. Namun seingat Claude jika surat kematiannya belumlah turun. Mungkinkah dirinya akan termasuk orang yang mati tanpa surat kematian.
Merasakan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya, akhirnya Claude memasrahkan segalanya. Ternyata misi pertamanya tidak semudah dalam pikirannya, bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk membantu tentara GreenBreeze mengalahkan bangsa Tarten yang ingin menginvasi seluruh daratan itu.
Zachary tertawa puas melihat Claude yang kalah telak itu. Kekuatan seorang pangeran yang merupakan keturunan dewa memang tidak sebanding dengan orang tanpa sihir seperti Claude.
Samar-samar terdengar suara tetesan air, Claude tersadar di tempat yang asing. Sebuah ruangan putih tanpa batas dengan sedikit genangan air. Claude berjalan tanpa beralasan kaki. Kaki telanjangnya merasakan air yang begitu sejuk sampai ke hatinya.
Namun seketika saat Claude melangkahkan kakinya beberapa langkah. tiba-tiba saja ruangan itu berubah menjadi ruangan hitam dan gelap seperti gua. samar-samar terlihat cahaya berwarna biru berbentuk api kecil.
Claude perlahan mengikutinya, hingga ia sampai di sebuah tempat dengan lava api tanpa berujung.
***
Melihat para pemanah petir memiliki keterampilan cukup hebat Krud tidak lagi khawatir akan kekalahan yang akan terjadi pada hari ini. Krud langsung mempersiapkan mantra penyegelan para undead itu.
Terlihat semua Undead yang tersebar di dalam medan perang itu sudah berkumpul di titik tengah Jendral Dior pun memberi aba-aba pada semua tentaranya untuk segera mundur menjauh.
“Semuanya! bersiap untuk kembali ke barisan kalian masing-masing!” Perintah Dior.
“Siap laksanakan!”
“Semuanya berlari, namun seperti yang diduga beberapa undead itu menarik tentara kerajaan untuk menarik bersamanya, pemanah petir dengan sigap membantu orang-orang yang tertahan itu.
__ADS_1
“Tuan Alger! cepat segel mereka!”
Krud mengeluarkan tongkat sihirnya. memejamkan matanya dan mulai membuka Grimoirenya untuk membaca mantra. “Sihir penghapusan, sihir suci, nyanyian dari para penyihir agung. Bukulah kuburan kematian bagi penyihir yang berbuat banyak dosa!!.”
Sihir Krud yang begitu besar terpancar, hingga langit yang semula begitu cerah, menjadi begitu gelap karena efek dari sihir Krud yang begitu besar. Semuanya terpesona dengan sihir yang begitu besar itu.
Bahkan tidak hanya tentara kerajaan Greenbreez saja yang terpesona. namun tentara bangsa Tarten juga begitu terpesona dengan besarnya sihir yang dimiliki oleh Krud. Bola mana dengan cahaya berwarna ungu itu kini berubah menjadi sebuah bentuk segel sihir.
Tepat di bawah tanah para undead itu, segel sihir yang sama perlahan-lahan mengeluarkan sebuah rantai yang mengikat para undead yang sudah di posisikan ditengah oleh para tentara kerajaan.
perlahan-lahan tanah yang terkena segel dari sihir Krud amblas dan kemudian tertutup layaknya dikubur secara paksa ratusan tentara Undead itu.
Krud yang begitu banyak kehilangan sihirnya, langsung dirinya merasa lemas, ini kali pertamanya ia menggunakan semua sihirnya dalam satu waktu, namun ia harus segera bersembunyi dan berubah wujud menjadi malaikat kembali dan lalu menyusul Claude untuk membantunya.
Namun.. Brugh..
"TUAN ALGER!" Teriak Lyon.
Saat Lyon sampai sebuah panah berbentuk tulang mengenai tepat di perutnya, sehingga darah bersimbah disekitarnya.
"Tuan Alger!" Lyon menitikkan air matanya.
"Bodoh aku tidak apa-apa! Aku hanya ingin memancing orang ini keluar." Krud berkata dengan tenang seperti tidak merasa kesakitan apapun.
"A,apa?" Lyon bingung apa yang di maksud oleh Krud.
Namun seperti katanya ada seseorang yang tengah bersembunyi dan menyerang Krud diam-diam dengan panahnya. Jika orang itu berhasil menyusup ke daerah pertahan kerajaan Greenbreez itu artinya orang itu bukanlah orang yang sederhana. Mirip seperti Claude.
Tiba-tiba muncul seseorang dengan jubah hitam menggemparkan pasukan yang berada di benteng pertahanan.
__ADS_1
"Hahaha, sihir yang hebat! Biar ku tebak apakah kau salah satu dari bawahan pangeran kerajaan Greenbreez?
Ya-ya-ya kau dengan mudahnya menyegel para prajurit Undead ku menggunakan segel suci itu. Apakah kau salah satu Penyihir Agung yang kabur itu?"
Pria itu tiba-tiba membuka jubahnya, Mata hijau pudarnya dan Rambut berwarna pirang pudar mendekati warna krim susu. Sosoknya yang memancarkan cahaya yang hangat seperti cahaya matahari itu. Sungguh bukanlah hal yang biasa.
Krud yang melihatnya terasa tidak asing baginya. Bahkan ia sangat mengenal sosok yang ada didepannya. Kulitnya yang seputih susu itu, tidak salah lagi.
"SENIOR!" Krud berteriak tanpa karuan dan lari mendekati pria itu, namun darah yang bercucuran berasal dari perutnya itu tidak berhenti-henti.
Krud benar-benar kehinaan akalnya. Semua pasukan tentara Greenbreez melihatnya kebingungan dengan sosok Krud yang memanggil pria itu dengan sebutan 'Senior'.
"Hahahah, Apakah kau gila! Aku tidak mengenalmu! Kau benar-benar sudah gila memanggil musuh mu ini seniormu?
Ketahuilah aku berasal dari negeri terhebat, Pangeran yang sangat kuat! Zachary de Tarten. Akan menguasai seluruh daratan di dunia!"
Pria itu dengan percaya diri memperkenalkan dirinya.
Semua orang langsung bersembunyi bersiap menyerang pangeran Zachary. Pangeran yang selalu mendapat reputasi buruk semenjak dahulu hingga sekarang.
"Kau apakan Seniorku hah!?" Krud menarik kerah baju pangeran Zachary.
"Senior-senior aku tidak mengenal seniormu! Payah!" . Zachary kesal melihat Krud yang tidak jelas itu membicarakan senior yang tidak tahu siapa sebenarnya yang Krud maksud.
Zachary menepis tangan Krud dengan mudah dan mendorongnya keras hingga terjatuh dari ke ke atasan sekitar seratus atau lima ratus meter.
Lyon dan pasukan lain yang menyaksikan itu. Segera dengan penuh emosi mereka mengeluarkan sihir asli mereka. Jendral Lyon yang selama ini menyembunyikan sihir dengan dua elemennya kini ia tidak bisa menahannya lagi.
Dengan segenap kekuatannya ia mengerahkan semua sihir yang masih tersisa di dalam tubuhnya.
__ADS_1