
***
"Bagaimana?"
Krud memburu Claude begitu ia tiba masuk kamarnya.
"Tidak buruk sejauh ini berjalan dengan lancar, tapi aku masih penasaran. Pasukan kerajaan itu sebenarnya memiliki bakat sihir seperti apa? Sampai aku berbohong pun mereka tidak tahu."
Sambil menggantung bajunya di sebuah gantungan baju, Claude berbicara dengan Krud mengenai rencananya mengalihkan pengawasan pasukan kepolisian kerajaan pada keluarganya.
"pft..Tentu saja mereka tidak tahu, seorang iblis itu sudah terbiasa berbohong." Jawaban asal dari Krud membuat Claude tidak percaya karena setelah mengatakan itu Krud menahan tawa.
"Aku serius karena sepertinya akan sulit mengajak Eden atau yang lainnya. Tunggu, apakah Eden bisa melihatmu setelah ia diangkat sebagai panglima perang?" Claude melewatkan satu hal yang sangat penting.
"Ini.., bagaimana ya mengatakannya. Sepertinya akhir-akhir ini sihirnya meningkat secara drastis. Ada kemungkinan ia bisa melihatku."
"Aku berpikir suatu hal. Jika aku seorang iblis mengapa raja tidak bisa mengetahui ku?" Claude menanyakan hal yang baru saja ia ingat. Sambil mengganti bajunya di depan Krud.
"Bagaimana mengatakannya ya. tapi sudah kubilang kau ini manusia yang dikutuk menjadi iblis yang akan menghancurkan dunia.
intinya seperti ini manusia itu ibarat seperti segelas air putih. namun ketika dewa memberikanmu kutukannya, umpamanya dewa menyeduh sebuah kopi.
sehingga segelas itu bukan lagi segelas air putih, namun menjadi segelas teh. tapi bentuknya tidak berubah masih menyerupai gelas itu hanya saja lain didalamnya.."
"Jadi begitu ya apa aku masih bisa jadi manusia?"
"Apa kau berpikir, air kopi bisa menjadi air putih kembali?
"Mungkin saja."
"Ya, mungkin ketika kita sudah berada di masa depan mungkin para ilmuwan sihir bisa menemukan alternatif yang bisa mereka temukan.
__ADS_1
tapi intinya jika sebuah kopi ingin tidak pahit tentulah di tambahkan susu. Artinya kau harus menjadi malaikat titik.
"bilang saja kau tertarik denganku bukan?"
Saat mereka berbincang-bincang, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Claude. Sontak Claude dan Krud langsung melihat kearah pintu.
"Tuan Claude!! Tuan Lyon Jacques datang berkunjung " Ujar pelayan yang berada di depan pintu itu
"Bukankah ini kebetulan yang sangat menguntungkan Krud?" Claude menyeringai kepada Krud menandakan ada sesuatu yang membuatnya senang.
"Kau selalu diliputi keberuntungan Claude." Krud pun melakukan hal yang sama, ia menyeringai. tersenyum dengan licik.
"Bilang padanya! Aku akan segera turun."
"Baik Tuan!"
"Krud kita masih banyak hal yang harus dibahas terutama tentang makhluk roh. Aku sangat penasaran bagaimana bisa kakakku mengatakan kau adalah makhluk roh peliharaan ku, hahaha. Bye."
Claude membuka kamarnya sambil mengancing lengan bajunya. penampilan yang sangat rapih layaknya seorang bangsawan tingkat tinggi.
Claude diikuti oleh para pelayannya yang berjumlah tiga orang itu, yaitu satu pelayan pria dan dua pelayan wanita dan salah satu diantaranya adalah kakaknya.
Langkah demi langkah Claude menuruni tangga rumahnya.Diikuti oleh para pelayannya. "Apa kau sudah menunggu sangat lama Tuan Lyon?"
"Ah, tidak terlalu lama. Tapi saya ingin mengajak anda untuk berkeliling di ibu kota." kebetulan ini nampak sangat mencurigakan, kenapa Lyon bisa mengetahui apa yang di pikirkan oleh Claude.
"Kebetulan sekali aku, tadinya ingin mengajak Tuan Eden, namun nampaknya dia jadi semakin sibuk setelah yang mulia mengangkatnya menjadi panglima perang."
"Tuan benar, aku juga ingin sekalian mendiskusikan hal itu. Kalau begitu bagaimana kita pergi sekarang saja."
Lyon berdiri dan bersiap untuk pergi bersama Claude. "Apakah kau tidak mau meneguk segelas air saja?" Claude bertanya melihat secangkir teh mahal bagi keluarga baron itu tidak disentuh sedikitpun oleh Lyon.
__ADS_1
"Maaf tuan aku, tidak bermaksud untuk tidak sopan atau memenuhi etika. tapi kurasa waktu kita tidak cukup banyak untuk berkeliling hingga larut malam." Lyon tersenyum, tidak seperti biasanya membuat Claude semakin curiga dengannya.
"Baiklah, jika tuan tidak begitu sabar ingin berkeliling denganku." Claude tidak bisa menolak penawaran yang sangat gemilang ini.
rencananya mengungkap kejahatan Kent Willard Lourik pun juga akan terlaksana. Pertama-tama Claude-pun mengirim sebuah pesan pada pelayan untuk dikirimkan kepada kepala pasukan kerajaan untuk memintanya mengawasi dirinya.
Claude dan Lyon pun pergi dengan menggunakan kereta kuda milik Lyon yang sudah siap untuk mengantar mereka berdua untuk berkeliling.
Setelah sepakat untuk segera pergi, Claude-pun membungkuk mempersilahkan untuk Lyon untuk pergi terlebih dahulu. "Silahkan Tuan berjalan didepan saya." bentuk formal dari Claude yang sangat kaku.
Lyon sudah menduganya jika ia berbicara didalam rumah kediaman Marquez, tentu Claude harus menjaga sikapnya. Sehingga Lyon tidak bisa leluasa untuk melakukan sesuatu.
Lyon pun berjalan terlebih dahulu diikuti oleh satu pelayannya, lalu kemudian Claude sambil mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk para pelayannya agar tidak perlu mengantarnya hingga ke depan.
Merekapun membungkuk mundur, dan kemudian pergi. Tidak lama Carpel datang dan menanyakan sesuatu pada Charmy. "Pergi kemana Claude?" dengan menggunakan tulisan sihir di Grimoire miliknya.
"Apa kau tidak sayang, Grimoire mu habis untuk dituliskan kata-kata tidak penting seperti ini?" Charmy merebut Grimoire milik Carpel yang ternyata didalamnya hanya beberapa mantra sihir yang tertulis.
"Apaan ini apa kau tidak belajar sihir dengan benar? kenapa kau hanya memiliki beberapa mantra sihir saja?"
"Aku belum selesai menyalin Grimoire milik ibu."
"Kau bermimpi menjadi kepala keluarga Marqez tapi kau sama sekali tidak bisa menandingi si payah Claude. Setelah dia kabur beberapa tahun yang lalu dia menjadi seorang yang sukses besar. Bahkan dia bisa menggunakan sihirnya untuk mengendalikan seekor makhluk roh yang sangat kuat!"
Charmy tidak habis pikir, melihat Carpel yang merupakan calon kepala keluarga Marqez itu benar-benar tidak bisa diharapkan. Bahkan sudah beberapa tahun berlalu kemampuan sihirnya tidak pernah bertambah.
Di tengah perkelahian Charmy dan Carpel. Tiba-tiba saja Charly datang dari ruang baca Vischa dengan wajah datar namun sebenarnya ia sedang kesal bukan main kepada kedua kakaknya itu.
"Apa kalian tidak pergi bersantai-santai." Charly mengatakan sebuah kalimat yang sangat menusuk ke jantung Charmy. Tangan dan kakinya gemetar ketakutan. Seperti ada sebuah trauma yang sangat mendalam pada Charly.
"Kak, Charmy apa saja informasi yang baru saja kau dapatkan dari Claude?" Sambung Charly yang nampaknya suasana hatinya sedang sangat buruk. Aura gelapnya sangat pekat, namun Carpel tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi didepannya ini.
__ADS_1
"Ti,tidak ada, hanya saja dia baru saja menunjukan makhluk rohnya padaku. nampaknya makhluk roh miliknya sangat berbahaya dari milik yang Mulia Raja."