
Tekanan yang di berikan oleh Claude tidak berhasil membuat pria itu menyerah dengan begitu saja, iapun melawan kembali apa yang dilakukan oleh Claude padanya. Menggunakan kekuatan sihir yang ia miliki.
"Apa kau tidak tahu bahwa keluarga iroas memiliki sihir anti tekanan seperti ini?" Diam-diam pria itu mengeluarkan serpihan kecil sebuah cermin membentuk sebuah pisau untuk menusuk perut Claude. Namun dengan dengan adanya liontin merah yang menggantung di leher Claude semua sihir apapun bisa terserap dengan mudah
liontin yang bersinar merah delima karena pantulan cahaya bulan itu. Merupakan senjata Claude yang paling utama daripada kekuatan Murni iblis-nya. Keith Iroas terkejut melihat sihirnya tidak berfungsi sama sekali terhadap Claude.
Wajahnya sangat kesal kepada Claude, tentu saja itu karena kedudukan keluarga Iroas Dimata Raja tidaklah biasa, hal itu menjadi sebuah kepercayaan diri keluarga Iroas yang sangat tinggi. Banyak sekali para bangsawan yang mengincarnya untuk memberikan sebuah perlindungan dari keluarga Iroas di pengadilan.
"Curang! Kau menggunakan apa sampai aku tidak bisa menggunakan sihirku." Keith tidak mengerti bahwa yang melakukannya bukanlah Claude melainkan liontin yang digunakan oleh Claude.
"Kau tahu, aku kemari hanya memintamu untuk menjadi pembela Grand Duke." Claude berusaha mengubah suaranya saat ia berbicara dengan Keith Iroas agar identitasnya tidak terbongkar.
"Dasar Sinting! Dia itu pendosa berat! Mana bisa aku melakukannya." Diam-diam Keith Iroas mengambil sebuah senjata untuk melukai Claude. "Lagian aku tidak peduli dengan pria busuk itu!!" Keith menerjang Claude dengan menggenggam sebilah pisau ditangannya.
"Apakah kau gila? Kau ini penyihir yang suka membual bukan tipe penyerang." Claude berhasil menghindar dari serangannya.
Tidak ada pilihan lain untuk Claude Keith Iroas benar-benar tidak bisa diajak kerja sama begitu saja. Karena harga diri keluarganya yang tinggi ia lebih keras kepala dibandingkan dengan para bangsawan lain. Claude harus sedikit memberikannya pelajaran agar ia mau mendengarkan Claude.
Keith Iroas bersiap menyerang Claude sekali lagi dengan sebilah pisaunya itu, namun dengan kecepatan Claude ia lagi-lagi berhasil menghindar dan menyerang balik Keith Iroas dengan meninju wajahnya dari bawah atau disebut uppercut dalam istilah modernnya.
Keith Iroaspun terjatuh kelantai begitu setelah diterbangkan keatas dengan pukulan uppercut dari Claude. "Kau! Jangan senang dulu." tiba-tiba Keith Iroas memakan sebuah kapsul vitamin yang tidak tahu apa khasiatnya itu.
__ADS_1
Namun tiba-tiba, semua tubuhnya kembali normal dan sihirnya bertambah. Bahkan sihirnya tidak bisa diserap oleh liontin Claude. Claude mencurigai bahwa itu adalah kapsul vitamin yang sudah ditambahkan oleh darah iblis.
"LIHAT! Aku kuat sekarang! Obat ini benar-benar membuatku terlahir kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Lihat sejauh apa sihir mu bisa menyerap semua sihir milikku sekarang."
Keith pun menyerang Claude, namun Claude berusaha menangkisnya dengan senjata yang ia buat dengan campuran batu liontinnya. Hal umumnya terjadi senjata itu akan bisa menembus sihir seseorang, namun tidak menyangka bahwa saat Claude menangkis serangannya itu tiba-tiba belatinya patah.
"Hehe, senjata sebaik apapun itu. Tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan yang diberikan kapsul."
"Bicaralah sepuas mu, karena walaupun aku tidak bisa menyerap sihirmu tetapi apa jadinya jika sebenarnya aku bukanlah manusia."
Keith Iroas terbelalak terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Claude. Benar saja serangan sihir cerminnya tidak bisa mengenai Claude karena saat ini Claude sedang menggunakan satu persen kekuatan murninya dengan memfokuskan sihirnya itu pada matanya.
"Kau tidak perlu terkejut bukan? Kau sendiri memakan sebagian darah dari bangsaku." Claude tiba-tiba menjadi kesal, karena sepertinya Granduke itu benar-benar telah menyebar penjualan obat terlarang itu.
Claude pun menyerang Keith Iroas yang hendak kabur melalui balkon kediamannya sendiri. Keith sepertinya ketakutan dengan apa yang baru saja ia lihat pada mata Claude.
Setelah Claude menyerang Keith, Keith pun terlempar keluar dari kamarnya hingga jatuh ketanah taman kediamannya. akibat dari pukulan Claude yang begitu keras menimbulkan bekas kerusakan tanah yang melingkar cukup jelas.
Ternyata bekas kerusakan itu bukan diakibatkan oleh Claude melainkan Keith yang mendarat dengan seluruh tenaganya untuk menahan dirinya. "Ck, dasar iblis! terimakasih telah memberitahuku bahwa kapsul yang ku makan adalah darah dari bangsa mu. Itu artinya aku memiliki dua kekuatan. Kekuatan sihir dan kekuatan murni."
Keith semakin menjadi dirinya tidak mau ditaklukan oleh Claude. "Bagus kalau begitu, aku akan memberi pelajaran padamu dengan sangat lembut. Karena kau terlihat lemah dibandingkan Granduke."
__ADS_1
"Lemah katamu? Aku berasal dari keluarga Iroas, keluarga terpandang sepanjang sejarah!" Keith tidak bisa mengontrol emosinya, sehingga ia pun mencoba menyerang Claude dengan senjata sihirnya. "Lihatlah bagaimana pedang cermin ini akan menusuk dan mencincang daging mu."
Claude tidak menduga kekuatannya benar-benar hampir menyamai kekuatan Murni iblis-nya pada tingkat tujuh persen. Sebenarnya kapsul apa yang dikembangkan oleh Granduke sehingga efek sampingnya tidak terlalu jelas, seperti ini.
Claude berhasil terdorong setelah menahan serangan bertubi-tubi dari Keith yang menggunakan pedang cermin-nya itu. Namun setelah itu tidak disangka Keith yang telah menyerangnya bertubi-tubi melancarkan serangan terakhirnya dengan sangat kuat. Membuat Claude terlempar ke dinding kediaman keluarga Iroas.
Claude mengalami luka, dari mulutnya keluar percikan darah. Sakit sekali tubuhnya terlempar begitu saja terkena dinding kediaman Iroas yang begitu kokoh itu, hingga meninggalkan jejak lingkaran kerusakan dinding seukuran tubuhnya.
"Apakah kau hanya menonton saja?" Yang awalnya Claude pikir ini akan mudah ternyata ia salah, Keith lebih keras kepala dibandingkan dengan dugaan sebelumnya. "Gabriel!!"
"Siapa? kau ternyata tidak sendiri ya?" Keith tidak mengetahui, sebelum akhirnya ia melihat ke arah atas. Gabriel sedang menyiapkan mantra kurungan untuk Keith untuk mensucikan ya dari kekuatan iblis.
"Hei, anak muda. Bagaimana jika kau duduk diam." Gabriel tersenyum lembut layaknya seperti seorang malaikat yang diceritakan pada buku dongeng tentang kebaikan dan senyum para malaikat.
Setelah menarpalkan mantra kurungan. Gabriel pun mensucikan Keith dari kekuatan Murni iblis yang ia dapatkan dari kapsul yang menggunakan darah iblis itu. "Anugerah Dewa tolong sucikan makhluk lemah ini." Mantra singkat untuk mensucikan kadar kekuatan iblis yang kecil.
Keith pun kembali pada keadaan semula. "Yaa mpun padahal dia hanya menggunakan sekitar tiga persen kekuatan murni iblis. tapi kau sudah sangat kacau begitu." Ujar Gabriel meremehkan Claude.
"Lepaskan aku! Sebenarnya kalian mau apa?" Teriak Keith Iroas yang meronta-ronta.
"Sudah kubilang jadilah pembela Granduke, kalau kau menolak. Semua harta, keluarga dan Kau akan mati."
__ADS_1