Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
61


__ADS_3

"Lalu bagaimana kau bisa menemukan kami?" Claude teringat bahwa Krud sudah benar-benar menidurkan semua orang. Pada saat itu.


"Malam itu sihir kakakku melemah dan aku pun pergi setelah melihat gerbang sihir yang sangat besar itu mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat indah,


apakah ada seorang malaikat yang turun untuk membantu tuan?"


Claude menghela nafas lega sepertinya, Lyon tidak melihatnya dalam wujud iblis-nya. tapi ia masih penasaran apakah ia melihat wujud asli Krud.


"Ya, mungkin saja."


"Jika memang ada, artinya aku melewatkan sesuatu."


Dengan Lyon yang mengatakan hal seperti itu Claude merasa lega artinya Lyon tidak melihat Krud. Namun dirinya sedikit khawatir dengan keadaan Krud apakah ia baik-baik saja. Karena ia masih berhutang satu cerita padanya untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, sehingga membuatnya kehilangan banyak kekuatan murninya.


"Selama aku pingsan, apa yang terjadi pada kakakmu?"


tok...tok..tok..


"Tuan ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan tuan Penasehat."


Claude bertanya-tanya siapa orang yang datanh ingin menemuinya? Jika itu Krud bukankah dia harus memulihkan kekuatannya selama satu tahun.


"Berasal dari keluarga mana?" Lyon bertanya mewakili Claude.


"Keluarga Alger!"


Begitu pelayan itu mengatakan nama Alger bukan hanya Lyon saja yang terbelalak kaget tetapi Claude juga sama-sama terkejut begitu mendengar nama Alger di sebutkan oleh pelayan itu.


"Baik saya dan tuan Penasehat akan pergi menemuinya."


"Baik tuan akan saya sampaikan."


Pelayan itu pun pergi menyampaikan pesan pada tamu tersebut.


"Tuan, apakah anda sudah ada janji dengan Tuan Alger?"


"Lyon, bisa kah kau berhenti merendahkan dirimu? Kau ini berasal dari keluarga dengan tingkatan yang lebih tinggi dari kami. Apa kau tidak bisa memperlihatkan kewibawaan mu, sebagai bangsawan yang dekat kekeluargaannya dengan keluarga kerajaan?"


"Maaf, tetapi sihir ku tidak sehebat kalian. mungkin saja keluarga Jacques akan hancur ketika suatu saat raja akan menjatuhkan hukuman mati pada Edmund."

__ADS_1


"Jika itu terjadi kau-pun harus berlatih menjadi lebih kuat untuk memimpin keluargamu. bukankah cukup disayangkan sihir yang cukup besar milik keluarga kalian tengelam hanya karena keegoisan mu sendiri."


Walaupun Claude tidak pandai berkata-kata, tapi kali ini perkataan Claude. Bisa di mengerti dengan cepat oleh Lyon.


"Tapi, Tuan-"


"Ayo, kita harus segera menemui tuan Alger."


"B,baik maaf aku belum terlalu dewasa padahal umur kita hampir sama."


"Tidak usah di khawatirkan." Claude merangkul Lyon sambil tersenyum.


"Bolehkah aku meminta tuan untuk membantuku mengatur keluarga ku?"


"Hmm Baiklah, tapi aku tidak bisa menjamin akan hal itu karena mungkin saja suatu saat nanti aku akan pergi ke tempat yang sangat jauh."


"Ketempat yang jauh? Kemana? Apakah Tuan akan meninggalkan kerajaan Greenbreez?"


"Kau sangat penasaran sekali?"


"Ah, tidak juga sepertinya pekerjaan Tuan pen-, maksudku e..-"


"Tidak apa, tidak usah memaksakan diri dulu. Tapi untuk senjatanya kau bisa memanggilku namaku saja."


Brak..


Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamar Lyon.


"Hei aku sudah menunggu cukup lama! Kalian masih disini?"


Lyon dan Claude terkejut melihat orang yang beraninya merusak pintu kediaman keluarga Granduke.


Tidak seperti yang di pikirkan oleh Claude ataupun Lyon ternyata orang yang datang menemui mereka bukanlah Krud atau Themis De Alger.


"Siapa kau?" Ujar Lyon. sambil bersiap mengeluarkan sihir.


"Gab!? Maksudku Tuan Alger!?" Claude tidak menyangka orang yang datang menemuinya adalah Gabriel. Malaikat yang sebelumnya membenci dan meremehkan Claude.


"Dasar tidak sopan, bukannya menyambut tamu. Kalian sibuk berpacaran di dalam kamar. Sungguh tidak indah di pandang."

__ADS_1


Gabriel salah paham akan posisi, Claude yang sedang merangkul Lyon untuk segera menemui tamu yang di sebutkan oleh pelayan di kediaman Lyon.


"Tuan juga tidak sopan masuk kedalam ruang pribadi keluarga Granduke seperti ini."


"Ohahaha maaf, aku akan mengganti biaya perbaikannya." Gabriel mengulurkan tangannya kepada Lyon. "Namaku Erick de Alger. Salam saya haturkan untuk tuan Granduke Lyon de Jacques. Bagaimana kita berbincang di ruang tamu anda."


"Baiklah."


Mereka bertiga pun pergi menuruni tangga dan berjalan menuju ruang tamu keluarga Jacques. Dengan isyarat tangan Lyon para pelayan dengan sigap membawakan gelas serta teko teh. kemudian gelas teh itu, diisikan teh hangat serta harum dari dalam teko yang di bawa pelayan itu.


"Silahkan, Tuan!" ucap pelayan dari kediaman keluarga Jacques.


"Jadi apa yang ingin tuan Bicarakan?" Ujar Lyon. Claude cukup terkesima ternyata Lyon sebenarnya tidak butuh bantuan darinya, karena sepertinya Lyon sudah bisa bersikap tegas.


"Aku mendapat perintah dari Themir De Alger." Gabriel sedikit ragu dirinya tidak salah mengucapkan nama penyamaran Krud. Karena Krud sendiri lupa dengan nama yang dibuatnya secara spontan itu.


"Tuan Alger?"


"Aku mengerti, apa yang ia sampaikan?" Claude langsung menyela Lyon. Karena ia sudah tidak sabar untuk mendengar kabar Krud.


"Seperti yang kau tahu Claude, keadaanya sangat buruk. Dia tidak bisa dikunjungi selama setahun kedepan. Maka dari itu aku akan mewakilkan Themis, ah maksudku Themir de Alger untuk menyampaikan hal ini."


Claude sedikit keheranan, bukankah kemarin Gabriel juga kehabisan kekuatan murninya. tetapi mengapa dia masih bisa muncul di kediaman keluarga Granduke.


"Kau pasti bertanya-tanya, mengapa aku bisa kemari. Bukan?"


Pertanyaan Gabriel yang menusuk seolah-olah bisa membaca isi pikiran Claude.


"Benar, karena anda itu sangat mencurigakan. tapi aura anda yang sangat hangat seperti ini seperti aura yang aku rasakan saat malam itu. Apakah sebelumnya kau berada di lokasi saat kekacauan yang dibuat oleh kakakku?" Ujar Lyon yang langsung dengan cepat menanggapi Gabriel.


Claude terbelalak kaget dengan Lyon, apakah selama ini dia juga bisa mengetahui siapa sebenarnya Krud.


"Hehehe, aku tidak mengerti maksud tuan. Bagaimana jika kau bertanya pada Claude saja." Gabriel melimpahkan pengamatannya pada Claude. Karena mengingat malaikat tidak bisa berbohong.


"Lyon, pada malam itu tidak mungkin bukan tuan Erick de Alger ini ada di lokasi? Bukanlah dia baru saja sampai dari perbatasan?" Claude sedikit kesal karena tidak hanya Krud saja yang melakukan itu demi menutupi identitasnya, ternyata Gabriel juga adalah malaikat yang sama saja dengan Krud.


"Begitu ya, tapi aku masih ragu jika dia tidak terlibat. Lalu apa sihir yang kau punya?"


Lyon dengan polosnya, menanyakan jenis sihir yang dimiliki oleh Gabriel. Padahal hal itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

__ADS_1


"Apa kau masih ragu? Aku berasal dari bangsawan yang dekat kekerabatannya dengan raja, apa kau berani menentang kerajaan Greenbreez?"


Benar-benar kacau, Lyon memerankan perannya secara berlebihan. Claude tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Lyon.


__ADS_2