Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
29


__ADS_3

Lyon mengeluarkan sihir anginnya dan menyerang Zachary dengan panah sihirnya. Namun tentu saja Zachary dengan mudah menggunakan perisai yang berasal dari sihir tulang.


"Hihihi, menarik sepertinya jendral jadi semakin kuat ya!" Zachary tertawa lepas layaknya seperti orang Psikopat.


Namun tidak hanya itu, Lyon menarpalkan sebuah mantra untuk sihir anginnya. "Sihir angin, ikutilah pikiranku, bersatulah dengan pikiranku, berubah lah menjadi sosok yang ada dalam pikiranku."


Seketika sihir besar menyelimutinya. Lyon mengeluarkan pedang sihir yang diberikan oleh Claude. Dengan kecepatan anginnya ia mampu mendekati Zachary dan menyerangnya. menggunakan pedang sihirnya.


Namun lagi-lagi Zachary dapat menangkis pedang Lyon. Hingga mereka terpental berlawanan.


"Hihihihi, menarik-menarik! Sekarang girilan ku menyerang!" Zachary begitu senang melihat kemampuan Jendral Lyon yang begitu kuat.


Namun ketika Zachary akan menyerang Lyon dengan sihirnya. Tiba-tiba ia merasakan salah satu Penyihir yang menyuplai mana sihir tambahannya berkurang.


"Maaf sepertinya aku harus mengurusi tikus-tikus kecil itu. Sampai jumpa!" Zachary menghilang begitu saja dari hadapan jendral Lyon dan para pasukan pemanah yang melihatnya.


"HEI KAU JANGAN KABUR!" Teriak Jendral Lyon yang tidak puas dengan hasil akhir dari pertarungan singkat mereka.


Sudah terlambat bagi Lyon untuk mengejarnya, Zachary sudah menghilang dari hadapannya.


"Ayo kita kejar si bangsat itu!" Teriak Krud yang begitu emosi dan masih menggunakan wujud manusianya namun luka di perutnya sudah tertutup dengan sempurna.


"Tuan Alger!" Teriak Lyon yang kaget melihat sosok Krud yang baik-baik saja dan tidak ada luka sedikitpun itu.


"Para Jendral! Semuanya berkumpul! Ikuti aku maju kedalam area musuh dan untuk para pemimpin pasukan aku serahkan semuanya disini!" Dari atas benteng itu Krud berteriak nyaring hingga terdengar ke seluruh barisan tentara kerajaan. "Pasukan belakang! bersiap menambah kekuatan!" Tambah Krud.


Dari sudut manapun memang terlihat pasukan kerajaan sangat unggul dibandingkan dengan pasukan bangsa Tarten. Hanya saja satu keganjalan di benak Krud, para penyihir itu mengapa tidak juga bergerak seperti semestinya, percaya tidak percaya tidak mungkin Claude bisa menanganinya sendiri.


***


Di dalam dasar kesadaran Claude terdengar suara-suara nyanyian seseorang yang menarpalkan mantra sihir yang sulit dimenegrtinya.


"Naik gunung~


Turun gunung~


Ada sungai~

__ADS_1


Lewat kuburan


Ada pohon~


Berbaju putih~


Kabur~


Kok liriknya jelek kali"


"Siapa disana!" Teriak Claude yang berusaha mencari tahu asal suara itu.


"Ck, Orang asing berani kali masuk ke sini."


"Aku tanya siapa kau!"


Akhirnya Claude menemukan sosok itu. Dimatanya terlihat sesosok anak kecil laki-laki yang sedang terikat oleh rantai sihir warna biru menyala. Di bawahnya ada sebuah segel yang sangat rumit. berwarnakan sama dengan rantai itu.


"Hei! Tempat apa ini!" Claude berteriak pada anak kecil itu.


Sesosok anak kecil itu pun datang mendekat dengan tangan dan kakinya yang terikat oleh rantai sihir itu.


Claude baru teringat, sosok anak kecil ini mirip sekali dengan Claude saat masih kecil. Dimana ibunya masih hidup dan mengajarkannya banyak hal.


"Siapa sebenarnya kau! Mengapa kau mirip dengan ku!" Teriak Claude.


"Hihihi, sepertinya ibu membagi dua diri kita. Kau pasti tidak memiliki kekuatan murni ataupun sihir bukan? Karena akulah Claude yang Asli, Claude yang akan mengendalikan dunia ini!" Bisikan anak laki-laki itu membuat Claude merinding.


Namun tiba-tiba ia merasakan jantungnya merasa kesakitan seperti terkena serangan jantung. Ia pun terjatuh didalam alam sadarnya.


"Tuan Penasehat!" Teriak Fermilion yang sudah tidak sanggup lagi mengulur waktu untuk Claude yang sudah terbaring tidak sadarkan diri.


Semua tubuh Fermilion banyak sekali luka serangan dari para penyihir itu. Darah bercucuran dimana-mana, terlalu banyak sekali darah yang keluar dari tubuhnya. Membuatnya ambruk dan tidak sadarkan diri.


Begitu Fermilion ambruk tidak sadarkan diri saat itu juga Claude bangkit sambil menundukkan kepalanya.


Kretak..Kretak..

__ADS_1


Suara tulang yang berhasil diregangkan, tulang Claude yang patah sudah kembali lagi. Atmosfer nya berubah total rambut Claude yang semula berwarna kuning jerami gandum itu berubah menjadi hitam.


Begitu pula dengan tangan dan seluruh badannya yang penuh dengan tatto hitam dengan aksara mantra segel iblis yang begitu jelas. Mata iblis berwarna kuningnya kembali menampakan di dua bola matanya. Disisi matanya terlihat hitam dengan penuh aura jahat didalamnya.


Zachary merasakan hawa yang berbeda dari sebelumnya di dalam tubuh Claude. Tatapan tajam Claude begitu menggetarkan hatinya. Dalam hati Zachary hanya ada kata kabur setelah melihat sesosok Claude yang seperti itu.


"Para penyihir! Serang pria itu!" Zachary yang tidak biasa memerintahkan para penyihir itu tiba-tiba saja menyerahkan tugasnya untuk para penyihir murni pengikutnya itu.


namun hanya beberapa kali serangan saja dengan menggunakan koin yang ada di kantungnya. Claude mampu mendaratkan semua koinnya di kepala mereka hingga menembus ke bagian tengkorak mereka.


Sehingga delapan penyihir hitam itu semua mati dalam satu serangannya itu.


"Hehehe, menarik! Ternyata kau juga pengguna kekuatan iblis ya!? Hehehe, ayo kita lihat siapa yang akan menang pengguna iblis atau pengguna kekuatan Malaikat!"


Zachary terus menerus menyerang Claude, namun serangannya tidak mempan. Bahkan setiap serangan sihirnya berhasil diserap oleh liontin milik Claude.


"APA!? Tidak mungkin! Kau jangan-jangan kau adalah iblis sesungguhnya!?"


Claude meraung keras hingga menakuti semua orang yang berada disana. Semuanya merasa gemetar setelah mendengar raungan itu. Bahkan Raungan Claude terdengar hingga ke telinga pasukan yang dibawa oleh Krud.


"(Apa!? tidak mungkin jangan-jangan, Claude.. Aku harus berubah dalam wujud malaikat ku. tapi..)"


bersama dengan para Jendral itu. Krud pergi ke asal suara itu dengan sihir terbangnya ia melesat pergi mendahului pada Jendral itu. "Aku duluan kalian harus segera menyusul!"


Tidak ada waktu lagi bagi Krud yang harus melawan para pasukan bangsa Tarten yang menghalangi mereka menuju tempat dimana Claude berada.


Di atas langit itu krud melesat membelah langit dengan kecepatan terbangnya. Sebagai pengawasnya, Krud tidak mungkin membiarkan Claude berubah menjadi iblis sepenuhnya tanpa pengawasannya.


***


Claude yang tidak sadarkan diri itupun dengan kekuatan murninya ia membuat banyak jarum hitam dari kekuatannya dan menyerang pasukan tentara Tarten disekitarnya hingga tidak sadarkan diri, namun mereka hanya berhasil dibuat pingsan saja.


Zachary benar-benar ketakutan, Ia pun melarikan diri. namun dengan kecepatannya yang tidak sebanding dengan kecepatan yang dimiliki oleh Claude.


Claude dengan cepat melesat menuju hadapan Zachary dan melayangkan tinjunya tepat di hadapan wajah Zachary. Tentu saja Zachary yang tidak sempat menghindar itu terlempar begitu jauh dan terluka.


Namun saat itu datang sebuah cahaya kehadapan Claude.

__ADS_1


__ADS_2