
Pria yang membuat Claude terjatuh diatas rumput itu mulai mengatakan kata-kata yang sangat dinantikan oleh Claude, sambil menggenggam sebuah pisau sihir yang sangat tajam orang itu hendak membunuh Claude dengan menusuknya tepat di jantungnya.
Claude sungguh sangat berdebar, entah apa yang terjadi selanjutnya. Siapakah yang akan memenangkan permainan ini. Akankah aktingnya segera terbongkar.
"Semalam Lyon mengatakan bahwa kau sangat penasaran dengan eksperimen yang sedang ku kerjakan. Aku tidak menyangka bahwa kau juga sangat gigih untuk mengetahui eksperimen milikku dengan bertanya kembali padaku sampai merelakan satu mantra sihir milikmu untuk ditukar."
tiba-tiba saja ia mengubah penampilannya dengan penampilan aslinya, yang memiliki warna mata merah dengan rambut berwarna krim muda dengan sedikit kuncir di belakang rambutnya. Kulitnya sangat putih pucat seperti mayat, namun tubuhnya sangat besar dan tinggi. Jika orang yang melihat maka akan menyangka bahwa orang itu adalah seorang mayat yang bisa berjalan.
"Tentu saja seorang Grand Duke, yang tidak jauh kekerabatannya dengan raja. tapi melakukan eksperimen terhadap sihir apa kau? sedang menyiapkan sesuatu? Atau sedang mencoba melepaskan kutukan mu?"
Claude mencoba untuk memancing kata-kata yang diinginkan olehnya keluar dari mulut Granduke.
"Baiklah-Baiklah, aku akan katakan yang sebenarnya. Aku melakukan eksperimen dengan darah iblis. Aku ingin memperbanyak khasiat yang tidak terkira ini pada seluruh manusia didaratkan ini, ketika waktunya tiba aku bisa menggulingkan raja tanpa harus menggunakan sihir ku. Satu lagi, aku menemukan sesuatu yang luar bisa"
Claude segera menciptakan sebuah Barier agar semua orang tidak bisa mendengar perkataan Grand Duke, karena menurut feeling nya Granduke segera akan mengungkapkan identitas asli Claude.
"Kau menggunakan kekuatan murni mu? Benar seperti dugaan ku saat di pemakaman, Pisau kue yang menancap di jantung Duke Lourik adalah milikmu, bukan? Karena aku bisa mencium ada sedikit energi iblis yang tersisa pada pisau itu.
Sama seperti dirimu walaupun raja atau orang lain tidak menyadarinya, tetapi aku tahu kau adalah seorang iblis. Penciuman yang telah lama aku latih untuk berburu iblis kelas menengah di hutan Garten, sudah menunjukan kebiasaannya terhadap bau-bau iblis seperti mu."
Claude tertegun begitu ia mendengar bahwa Granduke berburu iblis di Garten sudah sejak lama. Itu artinya kekacauan makhluk roh di Garten bukan terjadi di akhir-akhir ini saja tetapi sudah lama sekali kekacauan itu terjadi.
"hehe.. Ternyata kau adalah salah satu penyebab kekacauan yang ada di dunia manusia ini ya. Berburu iblis? Ha.. Apa kau merasa hal itu adalah hal yang hebat? Pantas saja dewa menyuruhku untuk segera membunuhmu."
__ADS_1
"Hahah, Apa perintah Dewa? Seorang iblis diperintahkan oleh Dewa? Apa kau mencoba menipu anak kecil? Aku tidak percaya adanya Dewa! Lihatlah aku yang akan menjadi Dewa itu, kakekku pasti bangga cucunya bisa menggulingkan kekaisaran dan menjadi dewa, hahaha..."
"Sebelum itu terjadi aku pasti bisa membunuhmu."
"Hehe, sebelum itu terjadi hari ini adalah hari kematian mu."
"Pfftt.. kau masih seribu tahun lebih cepat untuk membunuhku kawan. Lihatlah bagaimana menggigit jantung mu secara perlahan."
"Sudah kuduga jiwa seorang iblis itu memang kejam, mereka sangat suka sekali memakan jantung manusia sebagai santapannya. Jadi apa aku salah membuat darahnya menjadi konsumsi makanan sehari-hari?"
Claude tertegun, didalam hati Claude ia bergumam tentang kegilaan Grand Duke Jacques. "Dasar Gila, apakah dia memakan darah iblis setiap harinya. Walaupun aku iblis tapi kurasa itu juga agak sedikit menjijikan."
"Kau sepertinya lebih banyak tahu tentang iblis ya, kita lihat siapa yang akan menang hari ini." Claude tersenyum meremehkan Granduke.
"Kau begitu tunjukanlah!"
Untuk pada saat ini sebenarnya Claude ingin menghabisi Granduke dengan kekuatan murninya yang merupakan seorang iblis itu, tapi jika sampai Granduke mati pada saat waktu yang tidak tepat. Alih-alih membuat dewa senang malah membuatnya menjadi marah dan pada saat itu juga poin kepercayaannya akan hilang Akhirnya akan menjadi sangat buruk untuk Claude kedepannya.
"Iblis memang lebih rendah, tapi orang yang menggunakan kekuatan iblis jauh lebih rendah bukan?" Claude menyeringai.
"Ck, AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Amarah Granduke langsung terpancing. Ia mengerahkan semua kekuatannya untuk membunuh Claude.
"Aku tahu sihirmu adalah sihir penghapus. tapi aku tidak takut akan hal itu karena setiap sihir memiliki kapasitasnya masing-masing, bangsawan rendahan sepertimu akan mengetahui apa itu yang namanya bangsawan tingkat tinggi seperti ku." sambungnya.
__ADS_1
"BERHENTI DISANA!" teriakan dari kepala kepolisian.
"Aku sudah melihatnya kau melakukan banyak hal yang dilarang oleh kerajaan dan kau juga akan melakukan hal yang sama yang terjadi pada Duke Lourik kepada Tuan Claude bukan? Kini terbukti sudah kau adalah pelaku pembunuhan yang terjadi pada Duke Lourik."
Ucapan pasukan kepala kepolisian kerajaan, membuat Granduke terbelalak kaget, semenjak tadi ia tidak merasakan keberadaan pasukan khusus kerajaan itu.
"K, kau salah.., bukan aku yang membunuh Duke. tapi orang ini." Granduke menunjuk Claude yang masih terbaring diatas rumput dipinggiran itu.
"Terimakasih sudah datang, Tuan. Bukan hanya itu dia juga mengatakan ada sesuatu di balik Gudang ini."
Beruntung sebelumnya Claude memasang barier dari kekuatan murninya untuk menghalangi agar percakapan mereka tidak terdengar oleh seorangpun. Dan nampaknya barier itu tidak bisa dirasakan oleh pasukan kerajaan itu.
Kepala Pasukan kerajaan itu mengikuti perintah Claude untuk menggeledah Gudang itu. Kepala pasukan itu tidak menyala bahwa ada sesuatu yang mengerikan didalam Gudang itu, beberapa bangsawan pun secara kebetulan sedang berada disana, sepertinya mereka sedang mengadakan rapat atas kematian Duke yang sebagai pemimpin mereka.
Namun kini terrbongkar sudah semua kelakuan keji para bangsawan yang terlibat. Termasuk seorang bangsawan dengan lencana yang berhasil Claude berikan kepada kepala pasukan kepolisian kerajaan.
Kepala pasukan kepolisian kerajaan itupun berterimakasih pada Claude karena telah membantunya menangkap pelaku yang menyimpang dari kerajaan Greenbreez. Sambil menyalami Claude kepala pasukan itu pun berkata.
"Terimakasih tuan Claude kau sudah membantu kami menangkap para bangsawan yang menyimpang, aku tidak menyangka bahwa tuan sehebat ini bahkan bukan hanya ini sepertinya di medan perang pun anda selalu sehebat ini.
Pria itu pun membungkuk pada Claude. "Sebelumnya maaf saya tidak memperkenalkan diri saya saat kita berjumpa. nama saya Hook Ephesus. Mohon tuan menerima penghormatan ini."
Melihat Hook memberikan hormat pada Claude, Granduke tidak terima, ia merasa dirinya sudah difitnah. Ia pun menumbangkan pasukan kerajaan yang menangkapnya. Lalu memperlihatkan kekuatannya yang begitu besar.
__ADS_1