Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
33


__ADS_3

...----------------...


...Peta Dunia Fantasi...



...----------------...


Claude yang mengerti maksud dari Garg pun mengikuti Arahannya dengan duduk tepat di hadapannya.


Apakah Garg tidak terima bahwa dirinya yang seorang putra mahkota tidak bisa memenangkan peperangan sedangkan Claude yang asal usulnya tidak jelas itu bisa memenangkan peperangan. Menurut pikiran Claude yang menduga apa yang akan dilakukan orang-orang pada umumnya jika mereka ada didalam posisi Claude.


"Padahal belum lama kau memasuki istana, tetapi Baron Marquez sudah mengirimkan surat burungnya kedalam istana." Garg tanpa basa basi langsung mengungkapan inti maksudnya.


"Kalau kau tidak mendengar saran ku, tentu kau akan dihukum mati karena dengan seenaknya memimpin pasukan kerajaan." Garg menekan Claude secara halus.


"Yang diucapkan yang mulia pangeran benar, namun apa jadinya kalau aku mengetahui rahasia di balik semua peperangan itu." Claude dengan santai memutar balikan keadaannya.


"Rahasia alasan pangeran Thura yang begitu menginginkan tanah Greenpearl untuk di jadikan sebagai wilayahnya." sambung Claude benar-benar membuat Garg skak mat.


"Heheh, sepertinya kau sedang membual." Garg tidak percaya dengan perkataan Claude.


"Ramalan!" Claude menelan ludahnya dan kemudian melanjutkan perkataannya lagi. "Ramalan penyihir agung yang datang ke istana." Claude mengatakan hal yang persis seperti apa yang di beritahukan oleh Krud sebelumnya.


"Ramalan tentang bagaimana dunia ini akan dikuasai oleh kehadiran seorang iblis kutukan." Claude membicarakan tentang dirinya yang sebenarnya adalah iblis kutukan itu.


Garg tertegun, karena orang suci dan kerajaan yang hanya mengetahui akan hal ramalan itu.


"Jadi kau ingin mengatakan bahwa peperangan itu berkaitan dengan wilayah Greenpearl?" Pangeran Garg masih belum mengetahui bahwa dibawah tanah Greenpearl terdapat sebuah tempat perlindungan dari bencana ramalan itu.

__ADS_1


"Aku tidak akan memberitahumu tentang hal itu karena kau belum resmi menjadi raja di Greenbreez." Claude sengaja membuat pangeran Garg penasaran apa yang sebenarnya ada didalam tanah Greenpearl.


"Jadi kau berani menentang ku? Apa kau masih belum paham bagaimana besar sihir keturunan Kerajaan?" Pangeran Garg mengancam Claude, agar Claude setidaknya takut akan kekuatan yang dimiliki seorang pangeran yang merupakan keturunan raja.


"Apa kau lupa? Aku sudah membunuh sepuluh penyihir murni bangsa Tarten dan satu pangeran kerajaan Tarten." Claude mengungkit tentang perang yang telah ia menangkan dengan mengorbankan prajurit kerajaan seminimal mungkin.


"Kau benar, maafkan kesalahan saya Tuan Claude. Bagaimana jika kita bekerjasama?"


"Bekerjasama? Untuk apa?"


"Seperti yang sudah ku katakan Baron Marquez mengirimkan surat sihir ke kerajaan untuk mengakui kau sebagai anggota keluarganya. Aku tahu kau ingin menyembunyikan identitas mu bukan? Bagaimana jika aku membantu Ayahmu untuk bungkam tentangmu?"


Claude berpikir sejenak, memang benar bahwa ia ingin menyembunyikan identitasnya tetapi dia tidak terlalu ingin menenggelamkan semua tentang ibunya disana.


"Kurasa itu tidak diperlukan. Aku akan pikirkan baik-baik tentang kerjasama ini."


"Kalau begitu aku sangat menantikan keputusan kerjasama kita." Pangeran Garg pun berdiri dan merapihkan baju khasnya itu sambil mengulurkan tangannya pada Claude, namun Claude menolak berjabat tangan dengan Pangeran Garg.


Pangeran Garg-pun pergi meninggalkan Ruangan Claude dengan melakukan penghormatan perpisahan mereka begitupun dengan Claude ia melakukan penghormatan yang sama dengan pangeran Garg.


Begitu pangeran Garg keluar, semua pelayan dan Tixier kembali masuk keruangan Claude.


"Tuan apa yang anda bicarakan dengan Yang mulia putra mahkota?" Tixier begitu panik melihat Claude yang sebenarnya tampak baik-baik saja.


"Tixier kapan aku bisa menemui Raja untuk berdiskusi tentang sesuatu?" Claude tidak memuaskan pertanyaan Tixier sebagai


“Sebenarnya apa yang anda bicarakan dengan yang mulia pangeran Garg” Tixier masih bersikukuh menanyakan hal yang sama karena rasa penasarannya yang tinggi.


“Memang tidak mendesak, namun aku tidak bisa berlama-lama berada dalam istana.” Claude mencari alasan yang kuat untuk ia segera bertemu raja dan menceritakan dunia bawah tanah yang berada didalam green pearl.

__ADS_1


“Jika memang begitu adanya akan saya segera sampaikan kepada yang mulia raja sekarang juga. Kalau begitu saya permisi.” Tixier membungkuk hormat dan pergi meninggalkan Claude didalam kamarnya untuk beristirahat sementara waktu.


Setelah Tixier pergi Claude memutuskan untuk sedikit berbincang dengan Krud, namun nampaknya Krud tidak bisa muncul ketika masih terdapat begitu banyak pelayan yang berjaga di dalam ruangan Claude


Claude mengusir semua pelayan dalam ruangan itu, dan menyuruh mereka berjaga di luar pintu kamarnya. Merekapun pergi sambil membungkuk hormat untuk segera meninggalkan kamar Claude hingga tidak tersisa satupun diantara mereka dalam ruangan itu.


“Krud!” Bisik Claude memanggil Krud.


Namun Krud tidak juga muncul. “Krud!” panggil Claude pada Krud, namun malaikat maut itu tidak kunjung datang. Hingga beberapa kali Claude memanggilnya. Malaikat maut itu tidak kunjung datang mendengar panggilannya.


Claude sedikit kebingungan karena Krud masih belum juga memberikan misinya dengan jelas, bahkan Claude sendiri tidak mengetahui siapa yang harus ia bunuh selanjutnya.


Claude yang tidak tahu harus bagaimana lagi sebelum ia menemui Raja Necbuchadneezar dirinya hanya seorang tamu yang tidak memiliki pekerjaan apapun. Sehingga ia memutuskan untuk tidur sambil mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.


Tanpa sadar Claude langsung saja terlelap di atas ranjang yang besar dan nyaman itu.


Dalam mimpinya tiba-tiba terdengar suara memanggil namanya. “Claude!” Claude yang berada dalam ruang hampa di mimpinya itu menjawab panggilan seseorang itu.”Siapa kau!?” Teriak Claude di ruangan yang menggemakan suaranya.


Sentuhan tangan yang dingin di pundaknya itu membuatnya sedikit terkejut, dengan refleksnya Claude hampir saja membunuh orang itu dengan senjata khayalannya.


“Oi, tenang-tenang! Ini aku Krudzrail sang malaikat pencabut nyawa yang agung.” Seru Krud didalam mimpi Claude.


“Kenapa kau ada disini, sebelumnya aku memanggilmu namun kau tidak muncul, apa kau benar-benar akan memberiku sebuah misi?”Claude berceloteh memarahi Krud yang ketika dipanggil oleh Claude tidak datang, namun dengan sendirinya datang mengganggu mimpi tidur siang Claude.


“Sekarang dan seterusnya, jika kau masih berada didalam lingkungan istana, maka aku hanya bisa menghubungimu lewat alam sadarmu. Karena perisai suci yang ada di dalam istana tidak bisa dimasuki oleh malaikat dengan tingkat menengah sepertiku.


“Padahal kau sudah banyak berubah, tetapi masih saja tidak bisa menembus sihir perlindungan yang dibuat oleh para manusia itu.” Calde dengan angkuhnya secara tidak langsung ia meremehkan Krud yang memiliki kekuatan terbatas itu


“Kau seharusnya membaca buku itu dengan jelas, disana disebutkan bahwa malaikat memiliki tingkatan kekuatan murninya.” 

__ADS_1


Krud pun lanjut menjelaskan tentang misi Claude selanjutnya. “Kalau kau sangat senggang lakukan misi bonus untuk mendapat nilai point kepercayaan dewa, kalau kau sudah selesai aku akan menjelaskan bagaimana misi utama mu kali ini.”


__ADS_2