
"Aku curiga sepertinya Lyon sedang menyembunyikan sesuatu, terutama ia begitu tertutup dengan bangsawan lagi begitu ia tiba di Ibu kota. Aku harus meminta Krud untuk menyamar menjadi bangsawan Alger lagi." Menurut kata hati Claude ketika Lyon berbicara seolah-olah sedang menutupi sesuatu.
"Ternyata begitu ya? Kakakmu sedang berjuang keras. Dia pasti orang yang sangat pandai." Claude berusaha menekan Lyon dengan memuji Grand Duke Jacques.
"Anda terlalu berlebihan tuan Penasehat. Itu, anu.., Kenapa tuan Penasehat menanyakan tentang kakak saya ya?' Lyon dengan sopan bertanya pada Claude apa yang sedang Claude rencanakan. Namun dengan penyampaian yang lain.
"Aku memang hanya keluarga baron Marquez saja, tidak punya kuasa apapun dan tidak punya hak apapun untuk ikut campur dalam keluarga Grand Duke Jacques.
Tapi Lyon ingat satu hal ini, jika kakakmu tersesat ke jalan yang salah maka yang mendapat dampaknya bukan hanya keluargamu saja tapi seluruh kerajaan.
Aku pergi dulu Lyon terimakasih sudah mau menemui ku, mungkin aku akan mengirimkan surat untuk tuan Alger bahwa kau merindukannya, sampai jumpa." Claude pergi sambil sedikit tersenyum licik. Ia tahu bahwa Lyon saat ini sedang bimbang terhadap dirinya sendiri.
"Ah, anu tuan! jika aku sudah memikirkannya, aku pasti akan memberitahu tuan!" Lyon berteriak ketika Claude pergi membelakanginya.
Claude tersenyum puas dengan pilihan Lyon, itu akan memudahkannya untuk membunuh Grand Duke Jacques. Claude pun berbalik dan tersenyum pada Lyon. "Aku akan menunggu. tapi aku juga tidak bisa menunggu terlalu lama."
Claude pergi sepenuhnya dari balkon. Menuju tahap yang ketiga, melihat aksi Carpel dan Carsten.
"Yang mulia para tuan-tuan dan nyonya-nyonya disini saya Carpel sebagai saudara Claude yang terhormat akan menyampaikan sesuatu fakta hal tentangnya."
Claude sudah melihat pertunjukan Carpel sudah dimulai. Semua orang langsung teralihkan oleh suara lantang dari Carpel. Begitupula dengan Duke Lourik.
Claude bersiap-siap mengeluarkan serbuk obat dari dalam saku jasnya. Sesuai dugaannya setelah berbincang sedikit dengannya, Duke pasti akan datang menemui Vischa untuk memuji Claude dan mencoba menjalin kerja sama dengan keluarga Baron Marquez.
__ADS_1
Claude berpura-pura mendekati Vischa, namun yang sebenarnya Claude mulai memasukan serbuk obat itu kedalam minuman milik Duke Lourik yang berada tepat didalam tangannya.
Duke sama sekali tidak menyadarinya karena perhatiannya sangat fokus terhadap Carpel yang sedang membual di depan para hadirin tamu undangan. Hanya memasukan sedikit saja serbuk obat itu. Reaksi mabuk yang kuat akan mempengaruhi Duke Lourik.
"Ayah, apa ini bagian dari acara ayah juga?" Claude berpura-pura bertanya pada Vischa sedangkan Duke Lourik juga melihat Claude yang nampaknya hal yang dilakukan oleh Carpel merupakan hal yang berada di luar acara pesta mereka.
"Adikku Claude, dia tidak mungkin bisa menang dalam perang, apa kalian tahu sebabnya? Itu karena dia terlahir tidak memiliki sihir apapun."
Carpel terus membual membuat semua orang bertanya-tanya, apakah benar yang dikatakan oleh Carpel?. Para hadirin tamu undangan pun terbagi menjadi tiga ada yang percaya akan hal itu, yang kedua tidak percaya dan yang ketiga netral dan tidak peduli apa yang dikatakan oleh Carpel.
"Apa yang dikatakan oleh kakak mu itu benar? Tapi kurasa rambutmu sama dengan Ayahmu jadi kupikir sihir kalian pasti sama bukan. Tapi saudara mu itu memiliki rambut yang sama dengan Lady Gracia akan sihir mereka sama?"
Duke Lourik bertanya pada Claude yang berada tepat di sebelahnya, bersama dengan Vischa yang sama-sama mendengar pertanyaan dari Duke Lourik itu.
"ten-" Satu patah kata Vischa itu di sela oleh penjelasan dari Claude.
"Oh ya, kalau begitu apa sihirmu?"
"Sihir ku adalah Menghapus sihir seseorang." Claude mengatakannya dengan tatapan tajam, namun setelah itu ia segera tersenyum kembali pada Duke Lourik.
Duke merasakan sedikit kengerian yang timbul dari tatapan tajam Claude saat ia mengatakan bakat sihir yang dimilikinya. "Apa ini sebabnya Vischa diturunkan menjadi bangsawan Baron karena sihirnya melemah?" Dalam hati Duke Lourik yang begitu tidak mengerti dan tidak pernah melihat ada bakat sihir yang seperti itu.
Begitupula dengan Vischa ia sangat terkejut mendengar perkataan Claude. Sebelumnya ia pernah merasakan bagaimana sihirnya tiba-tiba diserap banyak oleh Claude tanpa sengaja. Bahkan Claude sendiri tidak mengetahui hal itu.
__ADS_1
Sihir adalah kunci kekuasaan, jika sihir itu bisa terhapus dari seseorang. Maka seseorang yang tidak memiliki sihir itu akan menjadi rakyat jelata yang tinggal di bawah kolong ibukota.
"Apa kalian tidak percaya dengan perkataanku?" Carpel bertanya para hadirin tamu yang hadir itu dengan percaya diri bahwa mereka semua akan percaya dengan bualannya
"CARPEL! HENTIKAN!" Teriak Vischa yang sangat marah dan geram dengan apa yang dilakukan oleh Carpel yang memalukan bagi dirinya.
"Tidak usah Ayah, jika kakak ku sudah berbicara seperti itu maka kita harus melihat siapakah yang benar dan siapakah yang salah bukan?"
Claude nampak sedang menantang Carpel untuk beradu sihir. namun ia tahu bahwa hal itu tidaklah sopan di sebuah acara pesta jamuan seperti ini. namun ia akan tetap melakukannya dengan memancing Carpel untuk yang memulainya lebih awal
"Setahuku kakak tidak bisa menggunakan sihir di depanku, jadi sebenarnya siapa yang tidak punya sihir aku atau kakak?"
Claude berusaha memancing amarah Carpel dengan beberapa kata-kata provokasi. Agar Carpel terpancing dan mengeluarkan sihirnya tanpa harus memalukan dirinya sendiri.
"Kau! Kau hanya bisa membual saja." Carpel sedikit marah namun ia juga sedikit ragu jika harus menyerang Claude sekarang. Bisa-bisa ia akan terkena hukuman oleh Vischa.
"Bukannya kau yang membual? Jadi untuk apa kau berbicara dihadapan banyak orang seperti ini jika kau tidak mau membuktikan apa yang dikatakan oleh dirimu sendiri?"
Claude sedikit membisikan dengan gerakan bibirnya pada Carpel agar tidak terdengar orang para hadirin tamu undangan pesta itu. Dalam bidiknya Claude mengatakan "Looser" pada Carpel yang sontak membuat Carpel terbelalak dan marah besar.
Carpel membawa pisau kue, dan hendak menyerang Claude. Semua tamu undangan terlihat panik melihat aksi yang dilakukan oleh Carpel.
Carpel pun berlari kearah Claude, semua orang yang menghalangi jalan Carpel menuju Claude dengan sendirinya membuka barisannya karena takut terkena serangan pisaunya itu terlebih dahulu.
__ADS_1
Semuanya menutup mulut, kengerian melihat aksi yang dilakukan oleh Carpel. namun Claude sudah mengetahui semua yang akan dilakukan oleh Carpel.
Sehingga Claude hanya terdiam, dan tersenyum licik. Melihat Carpel yang benar-benar terpancing dengan apa yang di bicarakan Claude.