Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
44


__ADS_3

Setelah pelayan itu memanggil Claude, iapun segera bergegas pergi menuju ruang tengah rumah. Tepat di atas tangga ruang tengah rumahnya itu Claude langsung mengumumkan pidato kecilnya, setelah ia memberikan perhatian pada seluruh tamu undangan.


"Para hadirin yang berbahagia, Saya yang tidak pandai mengungkapkan beberapa kata ini akan mengucapkan terimakasih kepada kalian yang sudah hadir. Aku harap kalian bisa menikmati pestanya dengan baik dan menjalin kerjasama dengan keluarga kami."


Claude mengacungkan segelas Wine-nya untuk membuka pesta yang digelar untuk menyambutnya kembali dalam keluarga Marquez.


"Dengan menandakan pembukaan pesta ini aku akan bersulang untuk kalian semua."


Claude meminum segelas anggur merah yang di berikan oleh pelayannya itu, untuk perlihatkan semua tamu undangan. Sebagai bentuk formal pembukaan pesta yang sedang di gelar itu.


Semua pandangan yang tertuju pada Claude itu, melihat bagaimana cara Claude bersulang mereka dengan begitu ramah namun penuh kewibawaan.


"Mari kita bersulang untuk tuan Bintang hari ini." Vischa berseru untuk melakukan hal yang sama seperti Claude kepada para tamu undangan.


Semua orang mengikuti seruan Vischa dan menekuk segelas anggur merah yang berada di tangan mereka.


Sejauh ini pembukaannya cukup lancar setelah Claude perhatikan dari atas. Ia pun membuat kesempatan itu untuk mencari Duke Lourik.


Setelah ia menemukannya ia pun segera turun dari tangga dan menghampiri Duke Lourik untuk bercakap-cakap sebelum pertunjukan yang sesungguhnya akan dimulai.


"Tuan Duke Lourik?" tanya Claude saat mendekati Duke.


"Kau mengenalku?"


>>>> Sebelumnya...


Sehari sebelum pesta di gelar.


"Krud, apakah kau yakin Duke akan mampir di toko dessert seperti ini. Setahuku ini adalah tempat para lady berkumpul untuk bergosip."


Claude tidak habis pikir dengan ide Krud yang membawanya mengunjungi toko Dessert.


"Walaupun aku tidak bisa mendekati Duke, tapi aku punya cara lain untuk menunjukan padamu bagaimana wajah targetmu."


"Kau benar, aku punya rencana tapi aku belum tahu bagaimana wajah targetmu sendiri. Memang tertera dengan jelas wajahnya di Foto surat kematian yang baru saja kau berikan padaku.Tapi aku harus tahu dan mengikutinya untuk mencaritahu apa yang ia suka."


"Kau benar, setidaknya kau harus melakukan percakapan kecil dengannya. Itulah kenapa aku mengajakmu kemari."


"Tapi apa dengan kita menguntitnya seperti ini, tidak akan menjadi masalah bagi kita dan keberhasilan misi kita?"


"Tergantung, kewaspadaan mu. Lagi pula kau tidak punya sihir jadi tidak mungkin keberadaan mu akan mudah diketahui olehnya."


"Baik kalau begitu kau tunjukan dimana Duke sekarang."

__ADS_1


"Sepertinya semenjak kita mengobrol tadi orang itu sudah datang ke tempat duduk favoritnya."


"Dimana?"


"Kau melihat pria dengan topi bulat panjang? Kacamata satu lensa dengan rantai emas dengan menggunakan jas putih bersih dan berambut coklat muda agak terang dan bergelombang. Serta kulitnya seperti sawo matang."


"Maksudmu Pria dengan seorang wanita yang sedang makan tart di dekat kaca toko itu?"


"Tepat sekali. Wanita yang di sebelahnya itu adalah kakaknya Dior, istri dari Duke Lourik."


"Tapi kenapa wajah mereka seperti sudah jauh lebih tua dari Dior?"


"Wajar saja Dior dan kakaknya berbeda tujuh tahun."


"Krud nampaknya mereka akan segera pergi ke suatu tempat.'


"Tentu sekarang adalah tugas kau mengikutinya, aku akan menunggu mu disini."


"Apa kau tidak ikut?"


"Aku seorang malaikat Agung, tentu saja jika aku berada di dekatnya ia akan merasakan aura seorang malaikat disekitarnya dan mungkin akan segera mencari dan menangkap ku."


"Semenjak misi kita di ibukota kau hanya berdalih dan mengeluh akan kekuatanmu yang bisa membuat identitas kau terbongkar."


>>> Masa sekarang


"Tidak sulit menemukan Duke dengan topi dan kacamata khas milik Duke."


"Hahah, kau sangat pandai bercakap-cakap dibandingkan dengan ayahmu yang cukup payah itu."


"Terimakasih pujiannya, Tuan."


"Ngomong-ngomong, kau mirip sekali dengan Vischa, berbeda dengan Carpel dan saudara mu yang lainnya mereka mirip dengan Lady Gracia."


"Benarkah?'


"Benar."


"Sekali lagi terimakasih atas pujiannya. Apa Tuan ingin memakan kue tart stroberi?"


"Hahaha, kau sepertinya tahu cara menyenangkan orang lain."


"Sebuah kehormatan bagi saya bisa membuat anda tertawa"

__ADS_1


Claude memanggil salah satu pelayan dan menyuruhnya untuk mengambilkan sepotong kue tart strawberry kesukaan Duke.


"Tidak, tidak, saya merasa terhormat di sapa pertama oleh bintang hari ini."


"Kalau begitu aku akan pergi menyapa tamu undangan yang lain. Permisi Tuan."


"Ya silahkan."


Claude berhasil bercakap-cakap sebentar dengan Duke untuk selanjutnya adalah tujuan yang kedua untuk mencari Lyon yang Claude undang secara pribadi untuk memanfaatkan momen ini menggali informasi tentang Gran Duke Jacques lebih banyak.


Butuh waktu yang cukup lama untuk menemukan Lyon karena ia adalah tipe orang yang menyukai kesendirian. Mungkin karena beberapa hal yang harus ia pikirkan akhir-akhir ini.


Claude terus mencari Lyon sampai hampir batas waktu yang telah ia atur untuk ke langkah selanjutnya, namun para tamu yang datang silih berganti untuk menyapa Claude tidak ada habisnya. Hingga saat dimana Claude menemukan Lyon sedang berada di balkon sambil melihat keluar


Beruntung balkon yang satu ini cukup sepi, sehingga Claude bisa membicarakan pembicaraannya dengan Lyon tapi harus di ketahui orang lain.


"Apakah kau Lyon?"


Tanya Claude memastikan orang yang berada dihadapannya adalah Lyon teman seperjuangannya. Saat di Medan perang beberapa waktu yang lalu.


"Tuan Penasehat ?" Lyon memanggil Claude sama dengan panggilan saat di perbatasan Medan perang.


"Kau tidak perlu memanggilku dengan panggilan itu lagi disini. Kau bisa memanggil namaku Claude."


"Tidak, tuan Baron Marquez.. Mungkin ini lebih tepat bukan?"


"Bebas kau mau memanggilku apa, yang terpenting adalah satu hal. Ada yang ingin kukatakan padamu."


"Apa?"


"Apakah kakak mu datang hari ini?"


"Tentu saja tidak Aku yang adiknya sendiri pun merasakan yang sama . Akhir-akhir ini kakakku lebih sering berada dalam laboratoriumnya.


Alasannya karena raja memesan banyak sekali obat mujarab yang sebelumnya kakakku pernah lakukan, namun tidak disangkal bahwa masakannya itu dapat memikat lidah raja.


Selain rasanya yang enak dan sebagai obat yang mengandung beberapa herbal yang menyehatkan. Kakakku bahkan tidak menyambut ku. Karena baginya aku hanyalah sebuah beban


Maka dari itu dimana di hari Pangeran Garg dan pasukannya aku pun ikut serta dalam anggota pasukannya itu. Dari sana aku belajar bagaimana strategi yang tepat dan efektif untuk berperang."


"Jadi bagaimana dengan penemuan kakakmu ini?"


"Aku tidak bisa memberitahumu lebih banyak tentang penelitiannya, karena bahkan pelayan tidak ada yang mengetahui apa yang di lakukan kakak.

__ADS_1


sehingga aku sendiripun. kurang yakin dengan dugaan ku."


__ADS_2