
"Dasar sinting untuk apa aku membela seorang penjahat kelas berat, salah-salah reputasi ku sebagai Iroas (pahlawan) pasti akan hancur." Keith masih saja keras kepala setelah Gabriel berhasil menangkapnya.
"Hoaam.. sepertinya memang agak membosankan, Claude cepat selesaikan ini." Gabriel memberi isyarat pada Claude untuk melakukan sesuatu agar semuanya cepat selesai.
Tidak ada pilihan lain Claude pun melayangkan tinjunya tepat di wajah Keith. "Apakah kau menyangka ini adalah sebuah candaan? Lihat siapa yang ada di depanmu!" Claude menunjuk Gabriel. "Dia ini seorang malaikat pensuci. Dia bertugas mensucikan Granduke dari kekuatan iblis." Claude mencoba menekan Keith tapi penyihir cermin tidak pernah bisa diperlakukan seperti itu sehingga hal itu tidak ada pengaruh apapun.
"Jadi zaman sekarang sudah berubah ya, malaikat yang bekerja sama dengan iblis? Sungguh Gila, apa dewa sudah menyerah menjadi dewa?" Keith berbicara asal yang membuat Claude benar-benar sangat kesal.
Claude pun memukul Keith sekali lagi tepat diwajahnya. "Wajah kau ini terbuat dari apa, otakmu juga terbuat dari apa?" Claude sudah tidak tahan dengan kelakuan Keith.
Bukan hanya Claude yang merasa kesal begitu pula dengan Gabriel. Ia bahkan nekat hendak memotong leher Keith. "Jangan berbicara sembarangan tentang Dewa!"
Keith benar-benar ketakutan ketika Gabriel mengacungkan sebuah senjata yang dihadapan wajah Keith untuk memotong lehernya. "B,baik akan ku lakukan jelaskan secara rincinya."
Akhirnya mereka bisa mengendalikan Keith. "Berikan tanganmu!" Ujar Gabriel. Keith pun memberikan telapak tangannya. Gabriel pun membuat sebuah garis. Ini adalah tanda perjanjian mu denganku. Untuk berjaga-jaga kau berkhianat maka tubuh kau akan terbakar oleh asap panas semacam asap belerang yang mengenai kulitmu.
"B,baik!"
"Kalau begitu dengarkan perintahku. Aku sudah mempunyai rencana, kau tidak perlu membelanya Samapi dosanya diampuni. Cukup kau memperingan hukuman Granduke saja." Claude-pun angkat bicara begitu Keith Iroas benar-benar sudah ditangani.
"B,baik! lalu bagaimana cara aku melakukannya?"
"Pertama ada tiga poin yang kau harus perhatikan, pertama seperti yang kau tahu tersangka boleh berbicara saat ia di cekok obat kejujuran. Buat hakim itu bertanya pada Grand Duke tentang permasalahan penjualan budak. Hakim hanya bisa bertanya tiga kali.
Poin ke dua, jika jaksa menyadarinya kau harus berdalih dengan menghasut hakim untuk memakai pertanyaannya yang kedua menggunakan poin pembunuhan Duke Lourik.
Poin ke tiga, kau ungkap semua kejahatan Duke Lourik secara jujur semuanya sudah ku rangkum di kertas ini, Claude memberikan secarik kertas yang berisi semua kejahatan Granduke.
__ADS_1
"Sebenarnya apa permasalahan Granduke yang sebenarnya?"
" Kau akan tahu setelah kau membaca catatan surat kejahatannya yang sudah ku tulis itu."
Claude pun menatap Gabriel, tidak tahu apa yang mereka maksud iapun tetapi Gabriel mengangguk mengerti apa yang dimaksud oleh Claude.
"Kalau begitu sampai jumpa." Claude pergi menggunakan tunggangan sihir milik Gabriel meninggalkan Keith Iroas.
Jujur sebenarnya, Claude tidak terlalu mempercayai Keith Iroas apalagi setelah ia melihat bahwa Keith menggandakan kapsul darah iblis untuk memperkuat kekuatan sihirnya, namun apa daya ia juga tidak ada pilihan lain lagi. Untuk demi mencegah Grand Duke terkena hukuman mati sebelum waktunya kematiannya tiba.
Claude kembali melayang terbang melesat membelah langit untuk kembali kekediaman Marquez.
"Claude, sepertinya kau masih kepikiran sesuatu." Gabriel bertanya melihat Claude sepertinya tidak puas akan sesuatu.
"Aku hanya berpikiran, apakah penjara di istana aman. Aku takut jika aku yang melakukan ini demi menghindari hukuman mati Grand Duke Jacques, malah menjadikan sebuah kesempatan bagi Grand Duke Jacques untuk kabur."
Angin malam yang menggoyangkan rambutnya, membuat Gabriel bertanya-tanya akan satu hal. Apakah benar keberadaan Claude adalah sebuah tanda becana akhir dunia ini. Gabriel akhirnya mengerti mengapa Krud ingin membantu Claude menjadi malaikat demi menghindari bencana akhir dunia itu.
"Terimakasih Gabriel." Suara samar Claude yang lembut, membuat Gabriel benar-benar tidak memahami jalan pikir Claude yang sebenarnya.
"Ck, entah mengapa aku merasa terganggu melihat wajahmu murung begitu."
"Aku hanya kepikiran Krud, apa yang terjadi padanga, jika aku gagal lagi pada misi utamaku."
"Kau tidak perlu memikirkan hal itu. Sebaiknya jika kau khawatir akan bocah itu kau selidiki saja apa yang terjadi padanya. Kematian Grand Duke cepat atau lambat menurutku setelah kau menyelesaikan tugas tambahan dengan kali ini akan segera turun secepatnya."
"Kau benar awalnya aku ingin menyelidikinya, tapi sidang dan tugas tambahan ini memiliki rentang waktu yang sangat singkat."
__ADS_1
"Kau benar, aku harap selesai membereskan tugasmu membunuh Baron Prieto, kau masih memiliki waktu untuk menyelidiki-"
Entah mengapa Gabriel tiba-tiba saja mengeluarkan darah dari dalam hidung bangirnya itu.
"Gabriel? Apa yang terjadi hidungmu berdarah??"
"Mungkin aku harus kembali ke dunia atas, untuk beberapa hari. Maaf aku tidak bisa menghadiri persidangan mu besok."
"Baiklah, tidak apa-apa aku sudah menyiapkan berbagai hal untuk di persidangan nanti."
>>> Kembali ke persidangan.
"Maaf yang mulia hakim, apakah saya sudah bisa diberikan hak untuk berbicara?" Claude tidak ada pilihan lain sepertinya Keith Iroas lupa dengan rencana B yang sudah ia jelaskan padanya.
"Maaf tuan tetapi sekarang pembela harus memberikan pembelaan pada tersangka dahulu." Jaksa itu tidak mengizinkan Claude untuk berbicara satu patah katapun. Keadaannya mulai menegang.
Bagaimana cara ia untuk mengingatkan Keith Iroas akan poin kedua yang sudah dijelaskan oleh Claude. Benar-benar sulit, bahkan diatas gedung persidangan sudah disiapkan lingkar sihir yang bisa menghapuskan segala macam sihir. tetapi jika ia menggunakan kekuatan murni, tidak ada jaminan bahwa kekutan murni milik Claude akan terlihat jelas oleh beberapa bangsawan yang hadir.
"Yang mulia izinkan saya melanjutkan pembelaan saya.
Semua orang tercengang dengan kegigihan palsu Keith Iroas. Begitu pula dengan Claude, ia tidak menyangka Keith bisa mengatasi keraguannya.
"Baik, Pembela di persilahkan untuk naik ke podium."
"Yang mulia, memang benar sebelumnya saya terlihat jelas membahas poin yang belum seharusnya kita bahas. Tetapi aku hanya mengatakan beberapa pernyataan.
Tentang penggunaan sihir hitam dengan meminjam kekuatan iblis itu memang dilakukan oleh Duke, tetapi kekuatan iblis yang menempel pada jasad Duke Lourik itu bukanlah milik Tuan Granduke Jacques, melainkan berasal dari iblis lain.
__ADS_1
Anda bisa menggunakan pil kejujuran yang kedua anda untuk menanyakan kebenaran tentang pembunuhan Duke Lourik."
"Point pertama berhasil di akui oleh pembela, untuk point kedua apakah yang Mulia tuan Hakim akan menggunakan pilihan kejujuran yang kedua untuk bertanya langsung pada Granduke atau pada Saksi kasus ini?"