
Sebuah cahaya bersinar kehadapan Claude dan meledak tepat didepan wajahnya. Saat itu juga wujud Claude kembali ke asalnya. Dimana Claude berhasil mendapatkan mata sendiri berliannya itu dan Rambut Sekuning jerami gandum itu.
Dihadapannya tiba-tiba ada sebuah kertas yang begitu familiar Dimata Claude. Tepat sekali, kertas itu merupakan kertas surat kematian Zachary yang baru saja turun langsung kepadanya tanpa perantara Krud.
Itu artinya Claude sudah bisa membunuh Zachary sepenuhnya. Walaupun kepalanya sedikit agak pusing setelah mendapatkan ledakan cahaya itu, Claude dengan segera menggunakan kecepatannya untuk menghampiri Zachary.
Tepat dihadapan Zachary yang berusaha bangkit itu, Zachary yang begitu terkejut dengan Claude hendak mengeluarkan sihirnya namun sihirnya berhasil diserap oleh liontin yang Claude miliki.
Dengan pedangnya Claude menusuk jantung Zachary dan mengakhiri hidupnya. Tepat setelah itu entah apa yang diucapkan Zachary, namun kepala Claude benar-benar kacau dan membuatnya ambruk diatas tubuh Zachary.
Pada saat itu juga Krud tiba di tempat dimana Claude berada dan mendapatinya pingsan di atas tubuh Zachary. Krud melihat arwah yang sudah dikumpulkan oleh Claude yang siap Krud antar ke gerbang kematian.
Krud yang sudah berubah menjadi wujud malaikatnya itu. Mengantarkan mereka ke gerbang kematian. Tidak disangka-sangka oleh Krud arwah terakhir yang dibawanya adalah arwah milik Zachary, yang surat kematiannya baru saja tiba tanpa sepengetahuannya.
***
"Ibu!" Teriak Claude kecil yang sangat imut itu.
"Ada apa sayang anak ibu!" Wanita itu dengan segera menggendong Claude yang umurnya kurang lebih masih berusia lima tahun.
"Ibu, kak Carpel memiliki sihir diusianya sekarang kenapa aku tidak punya Bu?" Claude begitu penasaran dengan yang terjadi sebenarnya.
"Itu karena kau masih kecil, kalau Claude sudah besar sihirmu akan muncul." Suara lembutnya menggetarkan hati Claude.
"Aku ingin menjadi penyihir seperti ibu!" Claude memeluk wanita itu dengan erat dan hangat.
"Tidak boleh! Ibu adalah penyihir yang payah!" Wanita itu tersenyum lembut.
Claude tidak begitu jelas melihat bayangan ibunya dalam mimpinya itu. Namun sekilas ia menyadari bahwa bola mata milik ibunya adalah berwarna ungu seperti permata.
"Aku akan menangis sepanjang waktu jika ibu tidak mau mengajarkan aku menggunakan sihir."
"Baiklah-Baiklah! Ini adalah mantra untuk anak seusia mu kau harus mengingatnya!
__ADS_1
"Naik Gunung~
Turun Gunung~
Ada Sungai~
...*...
...**...
...***...
...**...
...*...
Tiba-tiba Claude tersadarkan dari mimpinya suara yang begitu berisik itu, berasal dari luar tendanya. Bau panggangan daging dan arak dimana-mana.
Mari kita merayakan kemenangan kita!" Seru Eden.
"Sayang sekali Tuan Penasehat masih belum sadarkan diri." Lyon menyayangkan hal yang harusnya dirayakan oleh Claude, malah terbaring tidak sadarkan diri didalam Campnya.
"Fermilion! Apa kau melihat bagaimana Tuan Penasehat bertarung? Pasti kau sangat senang melihat hal itu bukan?" Dior penasaran apa yang dilakukan Fermilion saat Claude bertarung dengan para penyihir itu.
"Kau mengejekku setelah melihatku tidak sadarkan diri dan membuat tuan Penasehat menyelesaikan semuanya?" Ujar Fermilion yang kesal dengan ejekan Dior.
"Tapi tidak disangka, Tuan Marquez yang awalnya sangat mencurigakan itu benar-benar membawa kemenangan untuk kita. Untuk kedepannya aku ingin sekali menjadi pengikut Tuan Marquez." Sergion ikut bergabung dengan para jendral untuk membicarakan Claude.
"Kau benar Tuan Penasehat sangat pintar dan kuat. Padahal ia hanya bangsawan tingkat Baron saja." Jendral Simon menanggapi sergion, yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sergion.
"Tuan Alger juga, sudah banyak membantu tetapi ia menghilang begitu saja saat membawa kembali tuan Penasehat ke tendanya." Sambung Lyon.
"Untuk apa kita memikirkan hal itu, yang terpenting kita sekarang bisa pulang dengan membawakan kemenangan." Cervus yang sedang sibuk melahap daging panggang itu menanggapi pembicaraan para prajurit lainnya.
__ADS_1
"Menurut ku Tuan Alger sampai akhir perang pun tetap mencurigakan, yang pertama setahuku keluarga Alger adalah salah satu keluarga sihir yang unik di Kerajaan kita. Mereka semua memiliki sihir berlian. Apa lagi saat itu dia terbang dengan cepat setelah-"
Jendral Zaen yang sibuk mengungkapkan pendapatnya itu tiba-tiba terhenti ketika ia mendengar suara yang tidak asing dari telinganya.
"TU,TUAN ALGER!!!" Serempak mereka berteriak dengan mata terbelalak kaget melihat sosok Krud yang tiba-tiba muncul di belakangnya mereka.
"Tidak apa-apa lanjutkan cerita kalian, bukankah begitu Claude?" Tatapan mata yang tajam dan Aura dendam yang sangat kuat terlihat jelas dalam raut wajah Krud.
"Tu,tuan Penasehat!?" Mereka juga kaget saat Krud mengatakan nama Claude dari mulutnya.
Claude pun keluar dari Campnya, dengan tatapan malas dengan tangan kirinya yang mengorek-ngorek telinga kirinya.
"Tuan Alger sepertinya berkunjung untuk menjengukku ya!?" Claude kesal karena ia tertangkap basah sedang menguping pembicaraan para jenderal itu didalam tendanya. Urat matanya keluar menahan kesalnya pada Krud.
"Hahaha, kau selalu tahu apa yang aku lakukan, kalau begitu kau bisa jelaskan keberadaan ku pada mereka?" Krud meminta Claude untuk dibuatkan sebuah alasan untuknya, karena seperti yang kita tahu bahwa Krud tidak bisa berbohong.
"Baiklah-Baiklah, Tuan Themis De Alger ini sebenarnya sedang menyamar. Nama aslinya adalah Themir De Alger. Karena wilayahnya dekat dengan perbatasan perang ini aku meminta bantuannya.
Namun seperti yang kalian tahu bahwa Tuan Duke Themir dan Keluarga Alger di asing kan di dekat perbatasan ini, karena satu hal dan berbagai hal yang berkaitan dengan kerajaan.
Sehingga ia lebih memilih menyamar, tetapi tetap menggunakan keluarga Alger untuk membersihkan nama keluarganya.
Alasan ia tidak menggunakan sihir keluarga Alger adalah sihir Alger memiliki banyak sihir unik, tetapi sebagai kepala keluarga dan keluarga utama haruslah memiliki sihir berelemen berlian."
Kebohongan yang terlihat tanpa celah itu, benar-benar sempurna. Membuat para tentara yang awalnya meragukan mereka kini mulai percaya kembali, setelah mendengar penjelasan singkat dari Claude.
beruntung kebodohan para prajurit itu masih sama seperti ketika mereka sebelum perang. Hal inilah yang membuat Claude sedikit khawatir, tentang mereka.
"Jika kalian selesai cepatlah beristirahat, aku ada beberapa hal yang akan dibicarakan dengan Tuan Alger." Claude pun segera mempersilahkan Krud masuk kedalam tendanya dengan hormat.
Krud kembali duduk di kursi yang biasa ia duduki, sedangkan Claude duduk di kursi meja kerjanya. Tatapan Krud mulai serius. Bahkan matanya tidak mengedip sama sekali.
Begitupun dengan Claude yang menunggu perkataan yang akan diucapkan oleh Krud. Ia penasaran dengan misi pertamanya kemarin apakah berhasil atau tidak, karena ia tidak ingat apapun setelah ia terkena serangan besar oleh pangeran Zachary waktu itu.
__ADS_1
Krud pun membuka mulutnya dan mengatakan "Besok utusan dari kerajaan akan datang!" Ujar Krud dengan serius.