
Claude keluar lewat balkon kamarnya, ia melihat kreta kuda milik Duke Lourik sudah pergi agak jauh. namun hal itu tidak masalah baginya karena, kecepatannya saat berlari sama seperti kecepatan sebuah kereta.
Claude turun dengan berhati-hati, dengan uluran tali yang sudah disiapkan, dengan Krud yang memegangi talinya diatas sana.
"Krud ingatlah untuk berpura-pura menjadi ku, jika ada pelayan yang masuk. Ingat kau harus berpura-pura tidak enak badan dan dekamkan badanmu dibawah selimut.
Claude memperingatkan Krud sekali lagi agar ia benar-benar paham dengan apa yang diucapkan oleh Claude. Krud hanya tersenyum licik yang nampaknya ingin sedikit mempermainkan Claude di misi tambahan kali ini.
"Bye Claude aku akan melepas talinya. Aku tidak mau menuruti apa kata bawahan ku hehehe.."
Krud melepaskan talinya, sehingga Claude terjatuh dari ketinggian lantai dua kediamannya. Beruntung ia hanya terjatuh ke semak-semak. Tidak ada luka dan hanya beberapa lecet di bagian tangannya.
"Sial*an kau Krud, aku akan membalas mu. Sekarang waktunya beraksi. tapi entah mengapa aku punya firasat buruk mengenai Duke."
Claude dengan kemampuan kelincahannya. Ia bisa berlari dengan cepat. Walaupun butuh cukup waktu untuk menyusul kereta yang melaju, beruntung kereta itu tidak melaju dengan cepat. Segera Claude memakai topengnya untuk menutupi identitasnya.
"Ini ide cukup efektif, tapi sepertinya aku akan kesulitan karena tidak memperhitungkan Duchess yang pergi bersama. Apalagi Duchess adalah kakak kandung dari Dior. Akan menjadi masalah besar, jika ada perselisihan antara kami sesama kesatria kerajaan."
Claude memikirkan ulang bagaimana cara ia agar tidak terlalu melibatkan Duchess dan menjadi saksi, walaupun menggunakan penyamaran, namun tetap saja dengan kemampuan harta dan pangkat bangsawannya. Duchess bisa mengerahkan siapa saja untuk menemukan pelaku pembunuhan suaminya.
"Itu artinya aku kesempatanku hanya satu, kurasa keretanya sudah cukup jauh dari kediaman." Claude bersiap melakukan sesuatu.
__ADS_1
Ia berhenti mengejar dan melemparkan sesuatu kearah kereta kuda yang dinaiki oleh Duke Lourik. Segera setelah itu kereta kuda yang dinaiki oleh Duke Lourik meledak dengan dahsyat, memang bunga api ledakannya terlihat sampai ke kediaman Marquez. namun tidak ada satupun orang yang menyadari hal tersebut.
"Inilah saatnya." Claude tersenyum puas rencananya benar-benar berhasil. Kusir kuda dan Duchess terlempar entah kemana, namun mereka masih tetap selamat. Karena peledak yang di gunakan Claude adalah racikan peledak yang menggunakan sihir yang sangat aman, karena sihir itu berasal dari Krud.
Claude melihat dengan jelas bahwa Duke terlempar kearah sisi sebelah kiri, tepat masuk kedalam semak. Itu akan memudahkannya untuk membunuh Duke secara diam-diam. Akhirnya tugas tambahan yang dijalankan oleh Claude selesai dengan cepat.
Claude berlari dan menelusuri semak tempat Duke terlempar akibat ledakan itu. Claude begitu berhati-hati. Agar Duke yang sedang mabuk itu tidak berteriak begitu melihatnya sehingga ia harus secara diam-diam muncul dan kemudian membunuhnya.
Setelah ia menelusuri semak yang tinggi itu begitu cukup lama, akhirnya ia menemukan Duke yang sedang terbaring lemah karena obat yang di berikan oleh Claude masih bereaksi dalam tubuh Duke walaupun sudah sedikit memudar akibat sihir yang digunakan oleh Duke.
"Kau!' Duke tiba-tiba terbangun.
"Kau! Aku bisa melihatmu, kau adalah seorang iblis kutukan. Ternyata ramalan itu tidak salah. Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Duke berbicara agak cukup keras sehingga membuat kusir kuda pribadinya mulai bergerak mencarinya.
Claude yang merasakan hal itu ia langsung mengeluarkan pisau kue yang sebelumnya digunakan oleh Carpel untuk menusuknya namun tidak berhasil. Claude mengambil kesempatan untuk menggunakan pisau yang digunakan oleh Carpel sebelumnya itu untuk membunuh Duke.
Claude berjongkok, mendekatkan wajahnya di hadapan Duke. "Jika Duke sudah tahu sebaiknya Duke pergi dengan tenang hari ini." Claude pun menusuk jantung Duke dengan pisau itu, walau tidak terlalu tajam Claude sengaja menggunakan kekuatan murni iblis-nya untuk membuat tajam pisau itu.
Dan kemudian perlahan pisau itu menembus kulit dada Duke hingga kebagian dalam dan menusuk jantung Duke, sehingga jantung Duke pecah dan mengalami pendarahan didalam tubuhnya, dan akhirnya secara perlahan Duke Lourik mati sesuai dengan surat kematiannya yang mati pada saat pesta Claude di gelar.
Claude merasakan bahwa kusir kuda Duke mulai mendekat, dengan jaraknya sekarang mungkin tidak akan sempat untuk berlari kabur, karena Claude masih harus mencari token milik Duke dimana token itu bisa membuat Duke bisa membedakan sihir dan kekuatan murni dari seorang iblis atau malaikat.
__ADS_1
Claude menggeledah dengan terburu-buru, untuk mendapatkan token itu, sehingga ia tidak sadar sudah membuat Duke yang sudah mati itu telanjang akibat dari semua pakaiannya yang diambil oleh Claude.
Claude segera bersembunyi dengan membawa pakaian Duke. Segera setelah Claude bersembunyi, kusir kuda milik kediaman Duke Lourik menemukan Duke yang sudah berbaring tidak bernyawa.
Dan setelah itu, Krud datang untuk mengambil arwah milik Duke dan mengantarkannya ke gerbang kematian. sedangkan Claude yang bersembunyi itu melanjutkan pencariannya mencari token milik Duke.
Begitu kusir kuda kediaman keluarga Duke melihat Duke yang seperti itu, ia sangat terkejut melihat keadaan Duke yang sangat mengenaskan. Ia dilucuti dan di tusuk jangkungnya menggunakan pisau pemotong kue.
Setelah sekian lama Claude mencari token itu, Kusir kuda kediaman keluarga Duke Lourik menyadari bahwa ada seseorang di balik pohon besar yang berada dekat dengan semak dimana mayat Duke ditemukan.
Dengan penuh kehati-hatian, Kusir kuda Duke itu berjalan dengan sangat pelan, sehingga tidak menimbulkan suara apapun saat ia melangkah. Kusir kuda itu pun memeriksa pohon itu yang ternyata tidak ada siapapun selain baju Duke yang tergeletak begitu saja.
Orang itupun kemudian memungut baju Duke. Sambil melihat kearah samping kanan kiri memastikan bahwa orang yang ia pikir jahat telah membunuh Duke itu sudah tidak berkeliaran di sekitarnya.
namun pada kenyataannya, Claude berhasil di tarik naik keatas pohon oleh Krud, sehingga ia masih bisa selamat.
"Duchess, maafkan saya! Saya menemukan mayat tuan Duke." Mendengar teriakan kusir kuda kediaman Duke itu Duchess segera berlari kearah suara itu dan melihat Duke yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tangisan pecah dari Duchess, membuat hati Claude goyah. Ia tersadar apakah keputusannya menjadi asisten Krud adalah pilihan yang tepat. Jika di bandingkan dengan wasiat ibunya yang mengharuskan dirinya untuk berbuat baik kepada semua orang.
"Claude jangan goyah, demi mendamaikan dunia ini seperti semula. Kau terkadang memang harus menghadapi hal semacam ini untuk kedepannya."
__ADS_1