
"Siapa!" Teriak Fermilion
Claude juga berhenti dan mengamati sekitar. Sekilas Claude melihat bayangan para assassin itu berlari di balik bayang-bayang pohon.
"Bahkan bangsa Tarten menyewa para assassin sihir. Betapa lemahnya mereka." Ejek Claude
Siapa tahu jika Claude mengejeknya seperti itu mereka akan keluar, namun nyatanya tidak. Mereka semakin menyerang dengan senjata mereka secara bertubi-tubi. Hal itu tentu saja membual Claude kesal.
Assassin sihir memiliki kemampuan menghilang atau tranportasi, bahkan mereka bisa menggandakan senjata mereka hingga jumlah yang tidak di ketahui.
Tidak ada cara lain menurut Claude, Ia langsung menyebarkan jarum racun disekitarnya dengan cepat. bahkan Fermilion sendiri tidak tahu jika Claude menyebarkan jarum itu.
Dibandingkan dengan Assassin itu, Claude juga tidak kalah hebat dalam adu kecepatan dengan para Assassin itu.
Sambil memerhatikan sekitar, Claude bersiap bergerak cepat untuk menangkap mereka, karena ia tidak memiliki waktu banyak untuk menghentikan pangeran Zachary dan para penyihir hitam itu.
Sihir menghilang yang sangat merepotkan, menurut pikir Claude namun hanya ada satu cara untuk menangkap mereka yaitu mengikuti mereka melompat dan bergerak dalam bayangan.
Ketika mereka mengeluarkan sihir maka otomatis sihirnya akan terserap dalam liontinnya. salah satu dari mereka melempar kunai dan bisa berpindah mengikuti kunai yang ia lempar.
Claude pernah membaca tentang orang yang seperti itu dalam bukunya, mereka termasuk kedalam penyihir murni yang hidupnya bisa ribuan tahun. lalu Claude berpikir, mungkinkah yang dimaksud oleh jendral Eden tentang penyihir murni yang bisa menggunakan sihir ini adalah mereka? dalam kepala terus memikirkan hal itu.
Setelah beberapa menit Claude mengejar mereka, mana mereka sama sekali tidak terserap oleh liontinnya. Hal itu membuat Claude berpikir keras, mungkinkah mereka salah satu Penyihir agung di daratannya.
Ketika melakukan hal itu tiba-tiba saja Claude terjatuh saat ia berlari mengejar mereka. Hal itu tentu saja menjadi kesempatan orang-orang itu untuk menyerangnya, namun Claude berhasil bangkit dengan segera.
Melihat kelihaian Claude, mereka mengubah target mereka untuk menyerang Fermilion. Sungguh tidak adil bagi Fermilion yang hanya setingkat jendral jika harus menghadapi penyihir Murni yang tingkatannya lebih tinggi setara dengan para pendamping dan sekertaris Raja.
__ADS_1
Ketika itu mata iblis-nya kembali terbuka, Claude bisa melihat gerakan para Penyihir Assassin itu. Seketika itu juga Claude mengejarnya dengan mengandalkan kecepatannya. Claude tidak menyadari bahwa mata kirinya sudah berubah menjadi mata iblis.
Seketika beberapa helai rambutnya juga ikut berubah warna menjadi warna hitam legam. Hutan di sekitarnya tiba-tiba saja kehilangan keberkahannya, karena merasakan sebuah kemalangan dari tubuh Claude.
Beruntung Fermilion tidak begitu jelas melihat mata kiri milik Claude yang sudah berubah menjadi mata iblis. Dengan bantuan kekuatan murni iblis-nya Claude bisa menangkap dua orang Penyihir Assassin itu.
Ketika selesai, menangkap para penyihir itu mata Claude kembali menjadi mata biru berlian miliknya. Begitupun dengan rambut beberapa helai yang berubah menjadi hitam kini sudah berubah kembali menjadi warna rambut kuningnya yang senada dengan warna gandum.
"Lepaskan Saya!" Teriak kedua penyihir itu pada Claude.
Fermilion datang mendekat dan membantu Claude untuk memegangi mereka. Agar tidak kabur kembali.
Claude memeriksa identitas mereka, dengan melihat surat kematian yang telah Krud berikan kepadanya. namun setelah Claude periksa secara bolak balik kertas kematian itu, tidak ada satupun dari mereka yang tercantum dalam surat kematian yang di berikan oleh Krud.
Claude kembali mendekat kepada kedua orang Penyihir Assassin yang sudah diikat dengan tali sihir oleh Fermilion. "Katakan siapa kalian sebenarnya!" Teriak Claude kepada kedua Penyihir Assassin itu.
"Sampai matipun kami tidak akan memberitahu kalian!." Teriak salah satu dari mereka.
"Hahaha, kau bercanda!!?, Jika kami mengeluarkan sihir kami tentu saja kau akan mati!" Orang itu berusaha menguji kesabaran Claude.
Claude sungguh tidak punya waktu lagi untuk terus mengintrogasi mereka. Claude memutuskan sesuatu untuk membuat mereka mengeluarkan mananya dan lalu menyerap seluruh mana yang mereka miliki.
"Fermilion Serang aku dan dua penyihir ini dari jarak jauh dengan sihirmu!". Claude melemparkan senjata jarak jauhnya pada Fermilion untuk menyerang Claude dan dua Penyihir itu dari jarak jauh menggunakan senjata itu.
Hal itu ditujukan agar Claude tidak bisa menyerap mana yang ada di dalam tubuh Fermilion saat ia mengeluarkan mana sihirnya.
"Baik aku mengerti!" Fermilion mengerti apa yang dimaksudkan oleh Claude.
__ADS_1
Ia langsung pergi menjauh dengan jarak yang tidak bisa di jangkau oleh liontin milik Claude.
"Apa kau gila? apa kau ingin mati bersama kami?" Penyihir Assassin itu tidak mengerti apa yang di rencanakan oleh Claude. namun saat itu Claude hanya membalas mereka dengan senyuman tipis yang mencurigakan
Ketika itu Claude mengacungkan tangannya untuk memberi aba-aba pada Fermilion. Ketika Claude menurunkan tangannya dengan cepat Fermilion melesatkan senjata Boomerang yang di buat oleh Claude dengan memberikan senjata itu sihir api milik Fermilion.
Dengan begitu dua Penyihir itu dengan otomatis akan mengeluarkan sihir pelindung mereka dan saat itulah, Claude dapat menyerap seluruh mana sihir dari kedua Penyihir itu.
Kedua Penyihir Assassin itu tidak menyadari apapun. Mereka tidak merasakan apapun karena senjata yang di berikan Claude pada Fermilion adalah sebuah Boomerang, ketika sihir api milik Fermilion habis terserap oleh Claude persamaan dengan mana sihir kedua Penyihir itu didepan matanya. Dengan otomatis Boomerang itu akan kembali pada Fermilion.
"Bagaimana Tuan!" Teriak Fermilion dari kejauhan.
"Berhasil." jawab Claude.
"Kalau begitu kita bisa melanjutkan misi kita!'
"Ayo kita tinggalkan saja mereka disini."
Claude kembali berlari menuju area musuh untuk menangkap pangeran Zachary dan sebelas Penyihir hitam itu.
Memang mustahil menangkap dua belas orang hanya dengan dua orang saja. namun sesuatu yang diingat Claude bahwa Krud adalah malaikat, setelah selesai menyegel para Undead itu. Krud akan berubah menjadi malaikat dan terbang melesat dengan kecepatan cahayanya tepat dimana Claude berada.
Sehingga begitu dengan percaya diri Claude bisa menanganinya berdua dengan Fermilion. Tepat di Area Musuh Claude langsung bersembunyi di balik semak-semak untuk diam diam mengamati mereka.
Terdengar samar teriakan salah seorang penyihir, yang nampaknya bersiap untuk serangan kedua secara besar-besaran, namun ketika itu ada seorang pria yang menggunakan zirah seorang jendral dengan pedang esnya datang menunduk pada Penyihir itu.
"AAPA KAU BILANG!!! MEREKA MENJADI KUAT??" Bentar Penyihir itu.
__ADS_1
"Benar yang mulia ratu! Eden tidak tahu mengapa ia menjadi sekuat itu."
Tubuh dan semua badan pria itu bergetar hebat saat menghadapi Penyihir wanita itu.