
"Tuan Alger tolong dengarkan permintaan terakhirku ini. Tolong katakan pada Tuan Claude, bahwa aku sangat senang Tuan Claude datang dan merubah semua prajurit yang menjadikan hari-hari ku jadi bersemangat dan merasa bahagia. Salam dari saya Gayle dari keluarga Marquess Loke."
Kata-kata terakhir yang begitu panjang dan merepotkan bagi Krud, namun hati nuraninya sebagai malaikat tidak bisa mengabaikan permintaan terakhir nya.
Ketika itu juga roh prajurit itu terpisah dari tubuhnya. Segera oleh malaikat maut yang sudah menunggunya itu membawa arwahnya ke gerbang kematian.
Apa daya Krud yang seorang malaikat tidak bisa membunuh seseorang tanpa surat kematian. Ia hanya bisa melihat kematian berjatuhan di depan matanya.
Endus-endus, hidung Krud merasakan sebuah bau busuk yang besar berasal dari dalam tanah. Sepertinya serangan kedua sudah dimulai.
Krud memberikan aba-aba pada Eden dan pasukan tengah dan belakang untuk segera melakukan hal apa yang sudah diajarkan oleh Claude sebelumnya.
Melihat aba-aba dari Krud Eden langsung kembali ke posisinya dan meniup tangannya sampai mengeluarkan suara seperti peluit.
Segera setelah itu ia mengacungkan tangannya untuk memberikan isyarat lain pada prajurit bagian tengah untuk membuka barisan tengah dan membuat sebuah lingkaran besar kosong di bagian tengah.
Sesuai informasi yang di berikan Claude jangkauan segel yang bisa di buat oleh Krud sekitar puluhan kilometer meter sehingga kemungkinan ada beberapa prajurit yang mungkin akan terkena sihir segel yang dimiliki Krud.
Awalnya mereka tidak percaya dengan jangkauan yang bisa mencapai puluhan kilometer itu, saat itu juga Claude menjelaskan bahwa saat percobaan di penjara bawah tanah sebagian sihir Krud telah banyak terkuras untuk mempelajari sihir segel itu, sehingga jangkauannya hanya bisa mencapai setengahnya saja.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa jarak sesungguhnya yang bisa ia capai adalah puluhan kilo meter dengan bantuan tongkat sihir yang berhasil Claude ciptakan.
Semua prajurit begitu paham yang dimaksudkan oleh Claude. Pada saat itu juga Claude membuat kertas yang terbuat dari serbuk batu liontinnya, namun hal itu tidak cukup untuk semua prajurit sehingga dengan kemampuan sihir Krud yang bisa meniru sesuatu itu termasuk sihir.
Ia mengunakan sihirnya untuk membuat salinannya yang sama persis, namun sihirnya itu hanya bisa digunakan satu kali pakai saja.
__ADS_1
Pada awalnya ia tidak bisa menyalinnya karena efek anti sihir di kertas itu tetapi dengan sekali sentuh ketika jarinya menyentuh kertas itu. Krud akhirnya bisa menyalin kertas itu sebanyak prajurit jumlah semua prajurit untuk berjaga-jaga.
Semua prajurit bersiap, dengan di bawah pimpinan jenderal Dior semuanya mengikuti Arahannya sesuai dengan latihan sebelumnya.
Jenderal Dior memberikan isyarat untuk menunggu Undead itu akan keluar. Bau para Undead itu semakin menyengat, mayat yang di hidupkan kembali itu bagaikan sebuah bangkai yang berjalan..
Mereka mulai menampakan tangannya, ternyata informasi yang di dapatkan sebelumnya salah, jumlah mereka sangatlah banyak. Seperti perkiraan Krud seorang pangeran yang merupakan pewaris kekuatan dewa untuk setiap kerajaan mereka memiliki mana yang cukup besar.
Lyon Jendral para pemanah itu terlebih dahulu menghentikan serangan para pemanah dan berfokus untuk bersembunyi.
"Tuan Alger!" sahut Lyon.
"Aku bukannya takut pada mereka, tapi sepertinya korban dalam tentara kita juga tidak bisa terhindarkan." jawab Krud.
Krud berpikir keras dan melihat siapa saja dari mereka yang sudah diturunkan surat kematiannya. namun jika ada yang tidak menerima surat kematian kemungkinan mereka akan hidup dalam kecacatan, jika terkena segelnya.
Jendral pasukan belakang segera bersiap untuk serangan balasan setelah para Undead itu selesai diatasi. Jendral Cervus tidak berhentinya memerhatikan perang itu dari belakang.
Dior dan yang lainnya sibuk menyerang para Undead yang tidak ada habisnya itu, namun berkat senjata yang bisa memperbesar mananya ia tidak terlalu kesulitan untuk menghadapi para Undead itu namun sebaliknya para prajurit yang lain mulai kesulitan saat mereka bangkit kembali dan terus bangkit tanpa ada habisnya.
Penggiringan para Undead itu tidak berjalan dengan sempurna, begitu banyak prajurit yang menjadi korbannya. Hal itu sangat di luar nalar, Krud sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.
Sehingga Krud di luar strategi mereka membantu sedikit mereka untuk mengalahkan para Undead itu. Lyon yang berada di samping Krud langsung menghentikan tindakan Krud yang tidak sesuai dengan latihan sebelumnya, karena kemungkinan sihir penyegelan milik Krud akan mengurangi dampaknya.
"Tuan Alger! Hentikan! Rencana penyegelan akan gagal jika tuan mengeluarkan sihir tuan Sekarang!." bentak Lyon.
__ADS_1
"Tidak! Jika ini tidak dilakukan maka-"
"Percayakan pada kami! Setelah ini aku akan mengerahkan pasukan pemanah sihir petir. Sesuai dengan Tuan Penasehat katakan."
Krud tersadar bahwa selama ia menjadi manusia, emosinya mulai mendekati seperti manusia. Bahkan ia menjadi seorang yang tidak sabaran ketika melihat banyak korban yang berjatuhan tanpa ada surat kematian mereka.
"Pasukan pemanah sihir petir! Siapkan panah kalian! Pemanah sihir api pergi ke camp medis untuk merawat luka kalian!" Lyon berteriak mempersiapkan pasukan untuk memerintahkan pemimpin pasukan segera mengatur pasukannya.
Para pemanah sihir petir langsung meluncurkan panah sihir petir mereka dengan itu juga pemanah sihir tanah bisa dipatahkan. Petir yang merambat di udara sangat menakutkan.
Kecepatannya tidak sebanding dengan panah sihir lainnya. Maka dengan itu mereka juga bisa menembus membantu pasukan tengah melakukan penyerangan. Saat itu juga pasukan tengah bisa bangkit kembali dan melawan para Undead untuk menggiringnya ke area tengah.
...****************...
"Fermilion!" Panggil Claude pada Fermilion.
"Ada apa tuan!" Jawab Fermilion.
Mereka tengah berlari di dalam hutan menuju tepat barisan belakang musuh untuk menyusup. Dari dalam hutan Claude merasakan pertumpahan darah yang begitu dahsyat. Bahkan bau anyir darah sangat menyengat menusuk hidung Claude.
"Ingat kau tidak boleh mengeluarkan sihirmu atau kau akan kehilangan sihirmu selamanya." Claude mengingatkan kembali pada Fermilion agar ia tidak mengeluarkan mananya sebelum ia perintahkan.
Memang betul jika Claude yang pergi sendirian, akan lebih cepat Sampat karena kemampuan bergeraknya sangat lincah, namun Claude membutuhkan sihir milik Fermilion untuk membukakan jalan baginya membunuh para penyihir Murni dan mengalahkan Pangeran Zachary.
"Baik tuan akan selalu saya ingat." Fermilion dengan patuhnya, langsung mengiyakan apa yang Claude katakan.
__ADS_1
Namun ketika itu juga tiba-tiba mereka di serang oleh seseorang menggunakan sebilah kunai yang biasa di gunakan oleh penyihir assassin.
Para penyihir assassin seharusnya tidak berada di Tarten melainkan mereka berada di sebrang dunia, tepatnya di Kerajaan Redsole.