
“Claude sepertinya penyamaran kita belum berakhir.”
“Ada apa?”
Mereka berbicara secara berbisik-bisik karena masih mengikuti Duke Lourik secara diam-diam. Krud menunjukan jari telunjuknya kearah dimana Duke memasuki sebuah tempat yang sangat mencurigakan.
Karena beberapa menit sebelumnya duke sudah memulangkan Duchess kedalam kereta kuda dari kediamannya. Sekarang ia bergerak sendiri, kedalam ruangan itu sambal celingak celinguk melihat kanan kiri seperti memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
“Kau tidak melihat dia sangat mencurigakan begitu setelah Duchess pergi dengan kereta kuda itu.”
“Aku tidak merasa begitu.”
“Ya sudah pokoknya kita akan mengikuti duke sampai selesai dan ia Kembali ke kediamannya.”
“Tapi orang-orang rumah pasti akan-“
“Tinggal manipulasi dengan kekuatanku apa susahnya. Semua malaikat punya kekuatan sperti itu.”
“Kalau begitu Ayo kita masuk diam-diam.”
Mereka masuk, secara diam-diam dan merusak kunci sebuah Gudang besar di pojok ibu kota. Tempatnya benar-benar terpencil sehingga tidak ada satupun orang yang melintas bahkan ditemukan berkeliaran disana. Ini menjadi salah satu alasan bahwa Duke benar-benar orang yang mencurigakan.
Begitu mereka masuk, mereka melihat begitu banyak anak-anak dan orang-orang di dalam sel tahanan. Menurut perkiraan Claude mungkin saja mereka adalah seorang Jelata, atau warga yang tidak memiliki kekuatan sihir seperti para bangsawan lainnya.
“Tolong~” suara lirih dari para rakyat jelata itu meminta bantuan. Walaupun mereka tahu tidak ada satupun orang yang akan menolong mereka.
Perlahan-lahan Claude mendengar suara yang agak jauh sehingga terdengar sangat kesil di telinganya. Begitu pula dengan Krud, sehingga merekapun sengaja mendekat untuk mendengar lebih jelas suara itu.
“Perdagangan Budak ini sungguh tidak menguntungkan. Padahal mereka para Customer Bajing*n itu membeli mereka untuk mereka permainkan. Bahakan sebagian budak Wanita dijadikan pelac*r di rumah bordil yang menguntungkan banyak untuknya.”
“Sungguh tidak berperasaan, bahkan mereka sengaja memesan anak-anak untuk dijadikan bahan eksperimen sihir mereka.”
“Kalian Tidak usah marah.”
__ADS_1
“Suara Duke!?” Claude terbelalak sambal berbisik pada Krud, diantara orang yang bercakap-cakap itu ternyata salah satunya adalah Duke.
“Walaupun pendapatan kita menurun, tapi para tahanan perang ini tidaklah membutuhkan modal yang banyak. Kita hanya memberinya sepotong roti sehari mereka sudah merasa Bahagia.” Sambung Duke, yang berbicara pada kedua orang yang mengeluh tenyang keuntungan mereka yang menurub itu.
“Krud kau itu malaikat, pasti kau sangat-“ Claude kaget melihat Krud yang nampaknya sedang marah besar itu hendak menggunakan kekuatan murninya untuk menghancurkan Gudang itu.
“Krud tahan! Kita bisa ketahuan. Apa kau membunuh semua orang yang ada disini dengan kekuatanmu?”
“Kau benar, kalau aku sembarangan membunuh orang aku akan kena hukum dewa.”
“Sekarang aku sudah tahu bagaimana alasan kita membunuh Duke.”
Kembali ke waktu sekarang.
“Jadi kau mau menggunakan alasan itu untuk membatalkan kecurigaan para polisi kerajaan pada keluargamu? Tidak-tidak, kau bodoh. Kau akan semakin dicurigai karena mengetahui alasan Duke mati.”
“kau tenang saja, aku tidak akan memberitahu polisi itu secara langsung. Sebagai gantinya aku harus berpura-pura tidak sengaja dengan menangkap salah satu dari mereka.”
“Saat itu…
Saat ketika kita akan keluar dari Gudang itu. Aku tidak sengaja memungut lencana keluarga milik seseorang. Ketika aku hendak menginjaknya. Ini.” Claude memperlihatkan lencana keluarga milik keluarga Luberio.
“Bakankah ini..”
“Benar ini adalah lencana kepala keluarga milik Viscount Luberio”
“Itu atinya dia juga ikut berkomplot dengan Duke?”
“Benar, Duke Livius Willard Lourik yang mengalahkan ayahku saat perang memanglah Tangguh dan menjadi panglima perang yang diakui oleh seluruh negeri, sehingga kekayaannya melimpah. Tetapi Kent Willard lourik berbeda dengan Ayahnya. Ia memanfaatkan Dior yang berperang sedangkan ia mengambil sebagian tahanan perang untuk diperjualbelikan sebagai budak.
Jika hal ini terkuak, Livius tentu saja akan sangat kecewa dengan Kent dan akan menyuruh polisi memberhentikan penyelidikannya. Karena tentu saja ia takut jika nama besar keluarganya tercoreng begitu saja oleh Kent.”
“Cukup masuk akal, tapi menjalankannya tentu saja tidak mudah bukan? Jadi apa strategimu untuk menguak hal itu, tanpa dicurigai oleh keluarga Duke.”
__ADS_1
“Pertama-tama, aku akan menunjukan saat terakhir beliau mabuk bersamaku. Karena saksi matanya bukan hanya ayahku saja, tapi aku yakin seseorang melihatnya.
Lalu Aku akan berpura-pura bahwa Duke menjatuhkan lencana ini dan kemudian aku memungutnya. Karena pengetahuan Keluarga baron terbatas, seperti keluargaku yang miskin tentu saja aku tidak bisa menghafal satu persatu bangsawan yang ada di dalam negara.
Karena viscount dulunya adalah tahanan dari negara everfreez identitasnya disembunyikan negara dan hanya beberapa bangsawan tinggi yang tahu posisinya. Aku bisa menggunakan ini sebagai pengalihan agar keluargaku terbebas menjadi tersangka dalam kasus ini.
Lalu yang kedua aku akan mengajak Eden atau Lyon untuk berpura-pura menemaniku berkeliling ibu kota, seperti yang kau tahu. Aku dianggap orang yang tidak tahu seluk beluk ibu kota, karena ini pertama kalinya aku ke ibu kota.
Kemudian aku akan membawa Eden atau Lyon ke sudut kota. Syukur-syukur aku bisa mengajak Lyon untuk menggali lebih banyak informasi yang dimiliki Lyon tentang kakaknya.”
“Tunggu dulu, kenapa kau tidak ajak dior saja?”
“Seperti yang sudah aku katakana sebelumnya, sepertinya dior juga terlibak dalam kasus penjualan budak illegal ini. Karena disini posisi orang yang paling sering berada di medan perang adalah Dior.”
“Ya masuk akal sih dugaan mu, tapi kita masih belum jelas mengapa itu terjadi dari sebab dan lain-lain sebaganya.”
“Sebaiknya kita lebih hati-hati Claude. Aku punya firasat buruk tentang idemu kali ini.”
“Kau benar. Karena ini sangat beresiko. Mengajak Keluarga Jacques keluar adalah pilihan yang sangat buruk. Alih-alih membantu, tapi keluarga Jacques yang sudah terkenal memiliki kutukan itu. Siapapun pasti akan menjauh bukan?”
“Tidak kau salah, justru kutukan itu yang membuat, para Wanita bangsawan menginginkan posisi untuk berada disamping Grand Duke.”
Sudah begitu lama Claude berbincang-bincang dengan Krud di depan pintu kamarnya. Hingga Membuat Lady Gracia yang menunggunya begitu lama untuk sarapan itu menjadi sangat kesal pada Claude.
Ia pun mengutus pelayannya untuk langsung menjemput Claude ke kamarnya. “Tuan, Claude. Kau sedang apa Lady akan marah besar jika kau bermalas-malasan hanya karena tidak mau sarapan bersama keluarga anda.”
“Baik aku akan segera turun. Krud kita lanjut pembicaraan kita nanti.”
“Okey.”
Claude keluar dari kamarnya tampak wajah pelayan itu mewakilkan wajah kesal Lady Gracia, namun Claude mengabaikannya. Ia segera berjalan kelorong menuju ruang makan. Setelah ia sedikit sampai, ia melihat keluarganya itu sama sekali belum menyentuh makannya demi menunggu Claude.
Claude menyeringai, melihat wajah Lady Gracia yang terilhat kesal itu. Ingin sekali dirina jugabisa menjahili orang yang dulunya paling berperan besar dalam membuatnya menderita dulu.
__ADS_1