
"Hahaha, anda sangat lucu. Jikalau saya punya adik seperti anda saya akan selalu menjahili anda."
Claude tidak menyangka bahwa komunikasi Gabriel lebih baik dibandingkan dengan Krud si malaikat maut yang suka bertindak sesuka hatinya bahkan sifatnya sering berubah-ubah sesuai keinginannya.
Gabriel langsung berbicara formal kepada Lyon, tapi yang mengherankan bagi Claude adalah Gabriel terlihat jelas bahwa ia tidak mau mengungkap sihir yang dimilikinya.
"Jangan berusaha mengalihkan pembicaraan."
"Cukup Lyon! aku ingin berbicara empat mata dengan tuan Erick, karena sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang akan di bicarakan oleh Tuan Erick de Alger."
Lyon sebenarnya tidak mau mengikuti perintah dari Claude untuk meninggalkan mereka berdua saja, karena ia juga sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Themir de Alger.
"Baiklah, Tuan Penasehat- Maksudku Tuan Baron Marquez, saya akan memberikan kalian berdua ruang."
Lyon pun pergi meninggalkan mereka berdua. Sehingga Gabriel bisa terfokus dan leluasa membicarakan tentang misi tambahan Claude selanjutnya.
Gabriel nampaknya masih ragu, Lyon benar-benar pergi meninggalkan mereka berdua sehingga ia pun melakukan cara lain untuk berkomunikasi dengan Claude dengan telepati.
"Hei bocah! Apa kau mengengarkan ku?" Ucap Gabriel memulai telepati kepada Claude.
Claude bingung sekaligus terkejut tiba-tiba ada suara yang nyaring di dalam otaknya. "Apakah ini sihir milikmu?" Ujar Claude bertanya pada Gabriel dengan cara yang sama.
"Benar ini kemampuan khusus yang di berikan oleh dewa kepada semua malaikat yang mensucikan para manusia dari kekuatan iblis." Gabriel menjawab Claude dengan enteng.
"Jadi kau tidak punya sihir lainnya seperti yang di miliki oleh Krud?" Claude bertanya pada sesuatu yang mengganjal diotaknya.
__ADS_1
"Memang tidak semua jenis malaikat memiliki sihir, sebagai tambahan kekuatan mereka dari dewa. Tapi karena kamu malaikat pensuci kekuatan iblis tentu saja kami bekerja untuk bertarung dengan para manusia yang menggunakan kekuatan iblis. Sehingga kami di berikan banyak keistimewaan."
Gabriel memberitahukan informasi tentang dirinya tanpa mencurigai Claude sedikitpun. Mungkin ia sudah mempercayai Claude sepenuhnya untuk saat ini.
"Lalu mengapa kau tidak mau memberitahukan sihir apa yang kau miliki?" Claude bertanya kembali tentang apa yang ingin ia ketahui dari Gabriel.
"Sihir malaikat hampir kebanyakan dari kami memiliki sihir angin, Krud pun sama. Angin bisa merubah wujudnya menjadi bentuk apa saja menepati ruangnya. jika kita menghendakinya untuk menjadi sesuatu maka ia akan menjadi sesuatu yang kita ingin kan itu.
Namun agar lebih mudah tentu saja kita menyebutnya ini sebagai sihir peniru. Memang sihir air pun bisa melakukannya. tetapi air memiliki batas peniruan.
Sihir menirukan sihir lain itu hanya dianugerahkan pada malaikat maut yang tercipta selama seribu tahun sekali dan malaikat yang terpilih adalah Krud. Sedangkan pada Malaikat pensuci sepertiku kami hanya dianugerahkan sihir angin tipe penyerang.
Hal ini bertujuan untuk melawan para pengguna sihir hitam dan kekuatan iblis lainnya agar bisa dinetralkan. Manusia yang telah dinetralkan jarang sekali, bisa menggunakan kekutan iblis. Namun adakalanya mereka bisa menggunakannya kembali jika terjadi beberapa hal."
"Beberapa hal?"
Tetapi setelah melihatmu dan Krud yang begitu dekat. Sepertinya aku sedikit meragukan, siapa sebenarnya iblis kutukan yang dimaksud. sejauh ini manusia yang dikutuk langsung oleh dewa hanya dirimu saja. Selebihnya mereka para manusia di berikan oleh malaikat penghukum.
Karena saat ini penyihir Agung menghilang entah kemana. Bahkan dewa sendiri tidak memberitahukan keadaan mereka pada kami. Mengingat ada beberapa malaikat yang berperan sebagai mata-mata dan menghancurkan serta mengambil data manusia di alam atas."
"Apa? Maksudmu malaikat yang berkhianat?"
"Benar, selain Lucifer. Ada beberapa malaikat yang mengkhianati kepercayaan dewa. Sehingga hanya beberapa malaikat senior sepertiku yang hanya bisa mengakses data-data manusia."
"Boleh aku bertanya satu hal lagi? Bagiamana keadaan senior Krud?" Claude sekali lagi bertanya pada Gabriel namun kali ini adalah pertanyaan yang sangat sulit bagi Gabriel untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Entah sejak kapan ia menghilang dan tidak pernah terlihat di dunia atas. Tetapi sebaiknya kau tidak terlalu mencampuri urusan Krud dengan seniornya. Jika itu terjadi poin kepercayaannya dewa yang selama ini kau kumpulkan akan menjadi sia-sia."
"Jadi begitu ya, apakah aku boleh bertanya satu hal lagi... saja untuk kali ini."
"Apakah semua malaikat berwarna putih sehangat cahaya sepertimu? tetapi mengapa Krud memiliki rambut berwarna hitam gelap?"
"Ini.. pertanyaan yang sangat tidak penting tapi akan aku jawab."
"Hehehe, aku hanya penasaran mengenai Krud."
"Baiklah, para malaikat maut yang tercipta saat ini hampir semuanya berwarna hitam, namun ada beberapa dari mereka yang berwarna putih.
Untuk malaikat maut yang berwarna putih seperti senior Krud. mereka memiliki tipe malaikat yang secara khusus untuk mencabut nyawa para bangsawan yang bisa melihat malaikat. Dan jika mereka sudah memiliki banyak poin hingga menjadi malaikat senior mereka akan secara khusus di berikan tugas untuk mencabut nyawa semua raja dan keturunannya.
Untuk malaikat hitam seperti Krud mereka hanya di tugaskan untuk mencabut nyawa para penyihir murni. Sedangkan malaikat pensuci sepertiku kami hanya memiliki satu warna tetapi kami bisa di bedakan dari mata kami. Selain itu kami memiliki tato yang dapat menyerap kekuatan murni iblis.
tapi tentu saja kekuatan iblis pada manusia. Bukan kekuatan murni pada iblis sepertimu." Gabriel memperlihatkan tato di lehernya. tato berwarna biru terang seperti berlian dengan beberapa cahaya yang berkelap-kelip seperti bintang.
"Kemampuan sihir kami mengubah sihir angin menjadi sebuah kecepatan tapi itu hanya berlaku untuk pemilik warna abu-abu mereka adalah tipe jarak dekat. berdasarkan mata kami salah satu mata yang sejenis ku adalah tipe jarak jauh sihir asap. kau akan berpikir hal itu tidak berguna, tetapi semua malaikat pensuci tidak memiliki kemapuan ini. dan mereka sangat menginginkannya karena lebih mudah digunakan untuk menjebak musuh.
Daripada kita terus menerus membahas hal tidak berguna. Aku akan memberitahukan mu satu tugas tambahan dari dewa. Tugasnya adalah hanya pekerjaan yang sangat mudah yaitu membunuh Baron Prieto. Waktunya tepat saat perjanjian perdagangan dengan keluarga Viscount Hawks."
"Kau sebut ini mudah, tapi perjanjian perdagangan tentu saja mereka akan membawa banyak pengawalnya. Akan sulit untukku bereaksi, meskipun mereka tidak bisa melihat kekuatan murni milikku."
"Bukankah, si bocah sialan Krud sudah mengajarkan mu banyak hal. kurasa ini tidak akan jadi apa-apa bagimu."
__ADS_1
"Jadi kapan kau akan mengirimkan surat kematiannya?".