Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
80


__ADS_3

"Tidak bisa dipercaya, rubah itu!" Suara hati Grand Duke yang kesal dengan suara Claude yang bisa masuk kedalam isi kepalanya itu.


"Kenapa? kau masih belum percaya? sesama iblis kita bisa melakukan telepati seperti ini. Aku baru mempelajarinya dari seorang malaikat agung yang menemaniku sekarang."


Claude hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun, karena ia hanya berbicara menggunakan telepati pada Granduke. Dengan banyak kata-kata provokasi yang membuat Granduke benar-benar sangat marah.


"Dasar rubah sialan!"


Melihat Granduke yang terikat oleh rantai sihir milik raja. Membuat Claude yang melihatnya sangat prihatin sekaligus lucu hingga membuatnya menahan tawa. seperti melihat hewan langka yang sedang dipamerkan di pasar lelang ilegal.


"Siap-siap point' terakhir ini akan menentukan nasibmu!"


Claude sudah seperti iblis sesungguhnya di mata Edmund De Jacques atau biasa dengan panggilan nama Granduke Jacques kerabat jauh Raja terdahulu. Sehingga mendapatkan gelar yang begitu tinggi diantara para bangsawan lainnya.


Setelah putusan bersama akhirnya Hakim mengangkat palunya kemudian memukulnya sebanyak tiga kali untuk putusan persetujuan mengenai pemeriksaan ulang pembunuhan Duke Louirk.


"Tidak perlu berlama-lama lagi mari kita akhiri persidangan ini dengan poin-poin yang sebelumnya masih belum terbahas oleh pihak pembela dan penuntut, yaitu mengenai rencana pembunuhan Raja dan perdagangan manusia. Apakah ada sebuah pernyataan yang dapat di sampaikan oleh tuan Jaksa?"


Oscar mempersilahkan jaksa kerjaan membacakan detail rincian kejahatan Granduke Jacques berserta dengan pasal-pasal yang berlaku didalam kerajaan. Kesalahan terbesar terdapat pada poin rencana pembunuhan Raja yang merupakan hal yang paling sensitif dan tabu di dalam masyarakat kerajaan Greenbreez.


***


Begitu akhir dari persidangan kali ini. tidak bisa terbantahkan oleh siapapun bahkan oleh Claude. Rencana yang sudah ia bangun sekalipun nampaknya tidak bisa membuat keputusan hakim untuk menghukum mati Granduke Jacques.


Satu poin yang sangat fatal adalah tentang rencana Granduke Jacques yang sangat ingin membunuh raja itu terkuak semua tanpa sisa sedikitpun. Salah satu orang yang bisa menguak rencana itu adalah orang yang sangat dekat dengan Granduke. Entah itu adiknya sendiri kesatria Jacques yang kini menggantikan posisi Granduke Jacques. Entah para pelayan setia Granduke yang mulai mengkhianati majikannya sendiri.

__ADS_1


Semuanya diluar dugaan Claude. Para pasukan khusus kerjaan benar-benar sangat kompeten. mereka memang layak disebut pasukan khusus melihat dari pergerakannya yang sistematis dan memiliki kelebihan yang sangat luar biasa. Kali ini Claude benar-benar kalah telak. Padahal ia sudah memaksa Iroas sebagai pembela yang sangat terkenal untuk hal tersebut namun nampaknya hal itu tidak berati banyak setelah poin terakhir itu terkuak.


"Kau masih kesal dengan hasil persidangannya?" Gabriel bertanya pada Claude yang sedang menjernihkan pikirannya sambil menyeruput secangkir teh kelas 2 yang sangat terkenal diantara para bangsawan. Aromanya yang merilekskan pikiran dan tubuhnya itu membantunya untuk kembali berpikir secara rasional.


Claude yang terduduk di meja kerjanya itu hanya bisa memikirkan rencana berikutnya secara mendalam. Tanpa mendengar perkataan Gabriel sedikitpun.


"Kenapa kau murung seperti ini? Kau harus cepat memikirkan rencana bagaimana kau bisa pergi ke jembatan itu untuk membunuh target mu selanjutnya. Apa kau masih kepikiran tentang kekalahan pertama mu? tapi bukankah hukuman mati Granduke masih ditangguhkan setelah pemeriksaan kematian Duke Louirk selesai. Itu artinya kau masih punya waktu untuk menjalankan tugas mu."


"Kau benar, kekalahan persidangan bukanlah akhir dari segalanya. Aku hanya lelah saja, apa aku tidak boleh beristirahat sebentar saja untuk melangkah ke depan untuk rencana selanjutnya?"


Gabriel tersenyum puas, Awalnya ia pikir Claude seperti iblis-iblis lainnya yang tidak menyukai kekalahan dan haus kemenangan. Seperti perang antar manusia dan iblis pada ribuan tahun silam.


"Yah, mungkin aku selalu salah menilai mu. Isi kepalamu selalu saja membuat semuanya tidak bisa dibaca sama sekali. Sebagai hadiahnya aku akan memberikan satu informasi penting mengenai saudaramu."


"Kau terlalu banyak memuji, dan sepertinya informasi itu tidak berkaitan dengan rencana ku selanjutnya bukan?"


"Yang kau maksud saudaraku apakah itu Charlie?"


"Mungkin saja itu dia, karena semua kekuasaan keluarga Marquez hampir ia tangani semuanya kecuali persoalan pribadi Tuan Marquez."


"Sebelumnya aku rasa, ayah pun berpikir sama denganmu ia mencurigai Charlie melakukan hal yang tak terduga. Atau bahkan hal itu akan mendatangkan bencana pada keluarga ini.


Tapi aku tidak bisa menemukan banyak celah yang ia lakukan. Karena semua keluargaku tidak beres. Bahkan Charmy yang kupikir ia bisa dijadikan sekutuku pun setelah sesuatu hal yang menimpa Krud Aku yakin hal ini berkaitan erat dengan Charmy yang sebelumnya melihat Krud.


Namun disisi lain aku tidak bisa bertindak gegabah atau mengerjakan misi dan urusan pribadiku secara bersamaan. Biasanya disaat seperti ini Krud membantuku dengan menyamar sebagai Themis."

__ADS_1


"Maaf aku tidak terbiasa menyamar menjadi manusia. Bahkan saat aku menjadi Erik De Alger aku tidak tahu harus bersikap apa."


"Tidak masalah, itu bukan hal yang ku pikirkan sekarang. Kita masih punya waktu sekitar dua hari lagi, yang artinya Lusa kita harus bersiap memasang strategi kita di jembatan untuk membunuh target kita."


"Jadi apakah kau mau memeriksa dengan pasti identitas dari kedua bangsawan ini."


"Tidak kita tidak perlu itu. Memang biasanya aku mencari tahu dahulu identitas orang yang akan aku bunuh tapi untuk baron prietto aku cukup mendapatkan banyak informasi tentangnya."


"Dari mana kau mendapatkan semua informasi itu."


"Ayah!"


"Tuan Marquez!? Apakah mungkin ayahmu yang seperti itu memberitahu mu informasi tentang bangsawan lain padamu."


"Sebenarnya aku juga kurang yakin dengan apa yang ia bicarakan, tapi aku ingin mencoba sejauh mana ayahku ingin menipuku."


"Kalau begitu bukankah kau harus mencari informasi tambahan untuk menutupi kekurangannya?'


"Memang informasi tentang target kita itu penting terutama tentang sihir apa yang ia gunakan. Tetapi menurutku Baron prietto untuk seorang yang melakukan banyak tindakan ilegal sepertinya pasti akan menyembunyikan rapat-rapat tentang dirinya, apalagi sihir yang dimilikinya."


"Memang mungkin terjadi seperti itu, tetapi bukankah penyamaran akan sangat sempurna jika kita terlihat natural dan berbaur dengan para orang-orang lainnya."


"Itu mungkin saja, aku sudah memikirkan itu sebelumnya dan hal itu akan tiba sebentar lagi. Sekarang kita perlu bersantai untuk menunggu tanggal mainnya."


"Tiba!? bagaimana-"

__ADS_1


Tiba-tiba seekor burung pengantar surat datang dengan sihir segel yang begitu kuat, kedalam jendela kamar Claude. Mata Gabriel terbelalak melihat binatang sihir itu, karena binatang sihir itu memancarkan sihir yang sangat unik dan belum pernah ia lihat sebelumnya.


__ADS_2