Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
74


__ADS_3

"Kalu itu salinan seharusnya tidak terbakar oleh sihir begitu saja. tapi sepertinya tujuan sebenarnya ia sengaja memberikan Grimoire palsu itu padamu dan membuatnya terbakar secara otomatis setelah kau menyalin semuanya."


"Apa!!?"


"Benar, karena aku merasakan sihir yang sama setelah buku itu terbakar. sepertinya ia hanya ingin memberikan mantra-mantra itu padamu saja."


Claude pun berpikir memang masuk akal yang di ucapkan Gabriel. Ternyata tujuan Vischa bukan hanya sekedar menguji Claude saja tetapi ia juga secara khusus memberikan sebagian mantra miliknya lewat buku itu.


Entah apa yang dipikirkan oleh Vischa sosoknya menjadi lebih misterius dari apa yang ia ceritakan sebelumnya bagi Claude.


"Sepertinya kau benar, seharusnya aku mengucapkan sedikit terimakasih padanya."


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Sepertinya banyak yang harus aku selidiki tetapi aku juga harus mengerjakan tugas tambahan yang diberikan oleh dewa."


"Oh iya aku lupa memberitahumu."


"Kematian Baron Prieto sudah hampir dekat, dan aku akan membawa Azrach untuk membantumu mengantarkan roh baron Prieto ke gerbang kematian."


"Apakah dia junior Krud?"


"Benar, walupun dia juga dalam tahap masa pemulihan. tetapi satu-satunya yang bisa diharapkan hanya dirinya. Luka sihir Krud sangat serius Walau hanya sebentar saja ia tidak bisa melakukan banyak hal.


Kini dia sudah di pindahkan kedalam peristirahatan khusus dimana para malaikat akan ditidurkan di dalam tabung selama bertahun-tahun."


"Itu sangat mengerikan." Claude sangat kecewa sekali dirinya sedikit kesepian tanpa adanya tingkah laku dari Krud si malaikat maut yang menolongnya pada beberapa tahun silam.


"Kau tidak usah khawatir, aku akan menggantikannya. mensucikan para bangsawan level tinggi itu sebenarnya pekerjaannya yang sedikit mengingat para pangsaréan tinggi itu hanya terdiri dari beberapa orang saja."


"Gabriel jadi bagaimana?"


"Hmm?"


"Kau sudah membaca buku itu?"


"Belum semuanya, tetapi setidaknya aku paham dengan apa yang kau katakan.


Beribu ribu tahun aku menjadi malaikat sepertinya aku pernah mendengar orang ini. tapi aku lebih penasaran akan satu hal mengapa Krud menyimpan buku seperti ini."


"Walaupun kau penasaran dengan demikian tetapi kau harus menunggu Krud untuk sembuh bukan?"

__ADS_1


"Tentu saja, aku harus bersabar selama satu tahun kedepan menunggu bocah itu sembuh. Jadi bagaimana rencana mu kita harus bersiap sekitar dua atau empat hari lagi untuk mengambil nyawa Baron Prieto."


"Aku sudah ada rencana, dan besok aku akan pergi ke Ibu kota dahulu untuk menjenguk Granduke. Keputusan hakim kerajaan akan keluar besok jadi aku harus bersiap, karena surat ini."


"Surat apa? Sejak kapan surat itu ada disana?" Gabriel menunjuk surat yang berada diatas meja kerja Claude.


"Entah, tapi ini surat sihir rahasia dari kehakiman kerajaan."


Claude pun membuka surat itu. "Sepertinya mereka memintaku untuk menjadi saksi kejahatan Granduke." Sambil membaca surat itu secara keseluruhan, ia langsung paham dengan apa yang dituliskan dalam surat itu.


"Sangat merepotkan. Apalagi surat kematiannya masih belum turun juga."


"Kau benar, aku tidak suka melakukan hal merepotkan seperti ini."


"Apalagi jika hakim memutuskan untuk menghukum mati Granduke. Bukannya mati, arwahnya akan terus berkelana. bagian ini adalah bagian yang paling merepotkan bagi seorang malaikat maut."


"Jadi arwah gentayangan itu benar-benar ada ya?"


"Apa kau takut?"


"Ti,tidak. Arwah gentayangan kan tidak bisa dilihat bahkan oleh Raja sekalipun. Kecuali kalau mereka ingin membalas dendam dan menampakan dirinya."


"I,itu karena Krud yang memberitahuku."


"Sepertinya bocah itu mengajarkanmu banyak hal seperti di akademi malaikat."


"Kurasa begitu."


***


Hari persidangan.


Suasana ramai mengelilingi gedung Hakim kerajaan. Semua bangsawan penting berkumpul. Namun keluarga Marquez tidak di turut sertakan dalam sidang putusan hukuman Granduke.


Sebuah pasukan khusus kerajaan yang berasal dari gerbang penjara bawah tanah itu menarik paksa Granduke dengan rantai khusus yang terbuat dari sihir raja secara langsung.


Di kursi penonton semua orang berbisik-bisik saling membicarakan kejahatan yang dilakukan oleh Granduke. Mereka tidak menyangka bahwa banyak tindakan yang menyimpang didalam keluarga Granduke.


"Hadirin para bangsawan yang terhormat. Saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu. Saya Soule de Oscar dari keluarga Kejaksaan Oscar sebagai penuntun jalannya sidang.


Karena terdakwa sudah hadir. Saya mempersilahkan hakim Besar kita tuan Liam Wacth!!!"

__ADS_1


Dengan gagahnya pria paruh baya itu berjalan memasuki ruang persidangan dan duduk di tengah ruangan persidangan yang berbentuk melingkar dengan tertuju pada tersangka yang diikat menggunakan rantai sihir dari kekuatan raja.


...tok..tok..tok.....


Palu kayu hakim mulai berbunyi. Tanda untuk memperingatkan para hadirin untuk segera kondusif dan fokus terhadap jalannya persidangan.


Walaupun Claude tampak begitu percaya diri tetapi ia tetaplah ragu akan sesuatu hal. Rencananya membunuh Duke Lourik meninggalkan begitu banyak celah. Sampai Granduke sendiri mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Kini jantungnya berdebar, walaupun begitu ia harus tetap memasang raut wajah yang berbeda dengan keadaan yang sebenarnya.


"Saya nyatakan sidang hari ini akan segera dimulai."


...tok..tok..tok.....


Suara palu kembali terdengar nyaring diseluruh ruangan persidangan. Bukan hanya Claude saja sebagian para bangsawan juga merasakan debaran jantung yang tidak karuan begitu mendengar palu hakim yang diketukan.


"Saya akan bacakan deskripsi kejahatan terdakwa Granduke Edmund de Jacques.


Pertama, penggunaan sihir hitam dilingkungan kerajaan Greenbreez.


Kedua, penyerangan terhadap para bangsawan lain.


ketiga, perdagangan manusia.


empat, rencana pembunuhan raja


Lima, pelaku pembunuhan Duke Lourik.


Demikian paparan kejahatan terdakwa yang akan dibahas secara satu persatu. Dimulai dari jaksa kerajaan yang sangat cerdas dan cerdik sudah secara turun temurun menjadi jaksa karena bakat sihirnya bukan main. Mari persilahkan jaksa


Bedros Catarino mengungkapkan pendapatnya.


Seorang pria dengan umur sekitar tiga puluhan tahun keatas itu muncul dan memasuki sebuah tempat yang berada di tengah lapangan pengadilan seperti sebuah podium yang dilengkapi pagar berbentuk lingkaran dengan luar yang cukup ditempati hanya satu orang saja.


"ehemm..ehemmm... terimakasih tuan Oscar sudah mempercayai kasus ini kepada keluarga Oscar."


Saat pria itu muncul dari sebelah Claude ada seseorang yang kesal sekaligus geram terhadap jaksa yang kini berdiri di tengah ruangan sidang itu.


"Saya nyatakan untuk kasus pertama penggunaan sihir hitam dilingkungan Greenbreez adalah benar adanya. Saksinya terlalu banyak untuk dikatakan satu persatu. Bahkan salah satu keluarga Damianus yang bisa mendeteksi kebohongan dengan perubahan sihir elemen air milik mereka.


Mereka bisa mengetahui lonjakan dan tekanan darah saat seseorang berbohong di hadapannya. Tidak ada satupun dari semua saksi berbohong seperti pada saat sidang pertama. Demikian pemaparan dari saya. Saya kembalikan kepada Tuan Oscar."

__ADS_1


__ADS_2