Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
67


__ADS_3

“...Bertanya apa?"


“Mengapa Ayah bisa dikalahkan oleh Duke Lourik saat perang masa lalu?” Pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Vischa, dilemparkan begitu saja oleh Claude kepada Vischa.


“Hohoho, ku kira kau tidak akan menanyakan hal itu juga. Ku rasa kau mendengarnya di pemakaman ya?”


Calude terdiam karena sebenarnya informasi yang didapatkan bukan dari gosip para bangsawan ketika di pemakaman melainkan, ia dapatkan sendiri dari data di alam atas yang sempat Krud baca.


“Sepertinya benar, Janji kau tidak akan memberitahukannya pada siapapun.”


“Aku tidak bisa janji.” Claude tentu saja tidak bisa menjanjikan hal ini kepada siapa pun karena ia juga harus memberitahukannya pada Krud perihal tentang Ayahnya.


“Apa alasanmu tidak bisa berjanji?” Vischa penasaran mengapa sebelumnya ia dengan mudah menyetujuinya namun kali ini Claude menolak untuk berjanji.


Claude pun terdiam sejenak, karena pada perjanjian sebelumnya ia tidak akan memberitahukan informasinya pada orang lain. Kata orang artinya hanya berlaku pada manusia. Sedangkan pada siapapun artinya cukup luas, sedangkan krud termasuk didalamnya, yang merupakan malaikat yang harus diberitahu untuk menambah informasinya.


“Mengapa kau tidak bisa menjawabnya?” Vischa semakin mencurigai Claude bahwa ada orang di baliknya yang sedang membutuhkan informasi mengenainya.


“Karena aku rasa aku tidak bisa melakukannya.” Jawaban singkat dari Claude membuat Vischa mengernyitkan dahinya bingung dengan apa yang diucapkan oleh Claude.


“Baiklah, kalau begitu jangan beritahu pada saudara dan teman-temanmu.” Vischa memperpendek jangkauan claude untuk bersumpah. Saat itu tentu saja claude menolak. Karena Krud sudah dianggap sebagai temannya sendiri.


“Mengapa kau menolak hal itu juga?” Vischa bingung dengan apa yang dipilih oleh Claude karena informasi ini sangat berharga sengga Vischa rasa tidak bisa memberitahukannya pada Claude. “Kalau begitu ayah juga tidak bisa memberitahukannya pada mu.”


“Bagaimana kalau begini aku berjanji padamu tidak akan memberitahukannya pada orang lain.” Claude dengan santainya berbicara seperti itu. namun pernyataan tersebut sangat membingungkan vischa..


“Apa kau mempermainkan ayah?”


“tidak,”

__ADS_1


“Baiklah terserah padamu akan ayah ceritakan. Jadi ayah sebenarnya adalah seorang buronan saat ini."


"Apa maksud ayah? Buronan? Bagaimana bisa?"


"Tepat saat ayah mengajarkan sihir pada pangeran Henry IV, dia adalah teman sekaligus sepupu Ayah, umur ayah saat itu tidaklah berbeda jauh dengannya. Malah ayah dianggap sebagai adiknya sendiri.


Kurang lebih ayah sangat begitu jelas bagaimana ia menghadapi semua bangsawan dengan kejam tetapi sebenarnya hatinya sangat baik dan tulus.


Saat pertama kali ia mendapatkan makhluk rohnya untuk dijadikan peliharaannya. Ia begitu senang bahkan ia memberikan nama Queen untuk makhluk peliharaannya itu. Saat itu aku yang mengajarinya untuk mengendalikannya merasa bahwa Henry sudah tidak perlu diajarkan untuk mengendalikannya karena mereka sudah begitu sangat dekat.


Namun pada saat itu ayah masih memberikan mereka pelajaran, suatu saat queen melakukan kesalahan. maka saat itu juga aku memberikan pelajaran untuk Queen. Henry tidak terima dengan apa yang aku lakukan sehingga ia pun marah besar padaku.


Aku menasehati Henry juga, tetapi ia tidak mau mendengarkan ku. Padahal mereka belum sesungguhnya membuat kontrak sebagai partner, tetapi mereka sudah begitu menjaga satu sama lain.


Ayah pun diusir dari istana oleh Henry IV, kala itu andai ayah tahu lebih cepat. Saat penobatan pendewasaan Henry iapun dijodohkan dengan seorang wanita dari keluarga Duke Heint. bernama Lady Lucynda Heint tetapi henry tidak pernah mencintai istrinya sendiri.


Tiba-tiba saja Vischa berhenti untuk menceritakan apa yang terjadi di masa lalu. Karena ia rasa tidak bisa meneruskan di bagian yang penting ini.


"Saat itu kenapa?" Claude penasaran apa yang terjadi saat itu.


"Ayah tidak tahu, pokoknya seorang Malaikat pensuci tiba-tiba mendatangi Ayah dan menyuruh ayah untuk menerobos masuk istana.


Tentu saja saat itu ayah tidak bisa masuk kedalam istana. Karena hari sudah sangat larut, penjagaan di istana terbilang cukup ketat. Sehingga ayah datang pada pagi hari. pada saat itu juga. Ayah mendengar pertengkaran antara Raja dan pangeran.


Saat itulah terjadi kekacauan yang tak terhentikan, pangeran mengeluarkan semua kekuatannya. Untuk menyerang raja, begitupula dengan Raja. Namun karena Henry IV adalah satu-satunya pangeran dan satu-satunya anak raja. maka dari itu raja pun tidak bertarung dengan benar dan Henry membunuh Ayahnya sendiri.


Saat itu aku tidak tahu bahwa aku yang hanya terdiam di balik pintu singgasana raja. Keberadaan ku di ketahui oleh kedua orang sinting itu. Pada saat itu belum ada malaikat maut yang mengambil rohnya.


Saat itu juga hanya aku yang bisa melihatnya. Karena itulah kelebihan dari sihir yang keluarga kita miliki. Saat itu raja menyampaikan sebuah pesan singkat dan membantu ku kabur dari Henry.

__ADS_1


Tetapi tidak hanya itu, raja juga menyuruh ayah membawa seorang wanita dari Greenbreez yang belum lama ini berkunjung ke Garten untuk melakukan perjanjian perdamaian.


Tetapi begitu Henry menyadarinya ia mengejar Ayah dan wanita itu. saat itu juga seorang malaikat maut agung datang untuk mengambil rohnya. Kalau tidak salah wanita itu juga bisa melihatnya ia memanggil nama malaikat itu kalau tidak salah adalah Rafael.


Rafael mengizinkan raja untuk menggunakan sihir terakhirnya untuk membuat sebuah surat titah pernyataan pengakuan kalah kepada kerajaan Greenbreez. Ia juga mengangkat ayah sebagai prajurit utusan untuk menyampaikan titah itu.


Setelah itu raja pergi ke gerbang kematiannya. Sedangkan malaikat maut itu masih membantu ayah dan wanita itu pergi ke perbatasan juga menyelamatkan Ayah dari kejaran Pangeran Henry.


Saat itu pemimpin perangnya adalah Duke Lourik, Ayah menyerahkan surat tanda menyerah kepada Duke Lourik. Hingga saat itu ayah menyerahkan diri pada Greenbreez untuk jadi tawanannya menggantikan para pasukan yang lainnya.


Sebelum Lady Gracia tertarik pada ayah dan membebaskan Ayah dari tahanan kerajaan Greenbreez."


"Bagaimana nasib wanita yang datang ke perbatasan dengan ayah?"


"Ayah tidak tahu. Tapi yang Ayah tahu dia sudah lama mati."


"Ayah ada sesuatu yang mengganjal menurutku dari cerita yang ayah sampaikan padaku. Biar ku tebak, apakah Queen yang Makhluk roh itu ternyata adalah seorang iblis?"


Mata Vischa terbelalak terkejut, Claude pun mengerti bahwa tebakannya benar. Sifat pangeran Henry yang berubah seperti itu pasti dipengaruhi oleh iblis itu. Menurut analisa di dalam pikiran Claude.


"Ayah, apakah aku boleh meminjam Grimoire milik Ayah?"


"Untuk apa?"


"Tentu saja untuk mempelajari sihir."


"Baiklah" Vischa pun berdiri dan berjalan menuju rak-rak bukunya. Ia pun melempar salah satu buku sihir yang sangat tebal miliknya. "Kau harus mengembalikannya dengan cepat sebelum Charly dan Charmy tahu."


"Baik Ayah!"

__ADS_1


__ADS_2