
...Peta Distrik 6...
...----------------...
"Itu aku akan segera menemuinya jika pergi ke dekat stasiun Greenbean, tepat di sebrang Stasiun itu ada sebuah kediaman keluarga Iroas yang sangat besar."
Claude tersenyum lagi dibalik topengnya itu, ia dengan mudah mendapatkan informasi yang sangat penting ini. Ia pun berpikir untuk bertanya satu kali lagi pada pria mabuk itu untuk mencari tahu jembatan whitedevils dimana perjanjian Baron Prieto dan Viscount Hawks akan terjalin disana.
Tetapi Claude tidak punya detail peta tentang tempat itu untuk membuat strategi, sedangkan Claude tidak mau menyusahkan Gabriel yang merupakan seorang malaikat yang sangat kaku. Tidak seperti Krud yang sudah seperti temannya sendiri.
"Satu lagi aku akan memberikan mu uang yang banyak, apakah kau tahu letak jembatan Withedevils?" Claude bertanya seolah semuanya akan dijawab oleh pria yang sedang mabuk itu.
"Hmm, aku tidak pernah dengar." Pria mabuk itu tidak bisa menjawab pertanyaan Claude karena ia sendiri belum pernah mendengarnya. Karena itu adalah tempat temu rahasia para bangsawan yang sering berbisnis ilegal sehingga tempatnya benar-benar tersembunyi dari publik.
"Baiklah terima kasih atas informasi mu, ini uang kau." Claude pun berdiri beranjak dari kursinya sambil memberikan sepuluh keping koin perak untuk pria yang mabuk itu.
"Ini terlalu banyak, padahal aku berniat meminta sepuluh upice saja Hehe...zzzzz." Begitu selesai berbicara dengan Claude iapun tertidur.
Claude-pun pergi meninggalkan tempat itu dan kembali menempuh perjalanan nya. Ia tidak bisa terus berlari yang bisa membuang energinya sangat banyak. Iapun mencoba mencari cara untuk menggunakan alternatif lain.
Saat berbalik mencari sesuatu saat itu juga Claude melihat sosok putih yang tiba-tiba berdiri dihadapannya sehingga membuatnya terkejut. "Haaaaa!!!" Teriak Claude nyaring sehingga membuat beberapa orang didalam kedai itu keluar melihatnya.
Beruntung Claude sudah dibawa bersembunyi oleh sosok itu. "Sstt..bodoh!" Ujar sosok putih itu.
"Gabriel!" Claude tidak menyangka bahwa sosok putih yang tiba-tiba muncul dari belakangnya itu adalah Gabriel. "Sedang apa kau disini?" sambung Claude bertanya penuh keheranan dengan sosok Gabriel yang tiba-tiba muncul itu.
"Kau sedang kebingungan mencari transportasi bukan?" Gabriel berusaha menebak dengan tepat apa yang dibutuhkan oleh Claude.
"Memang benar, karena jarak antara tempat ini dan stasiun sangatlah jauh. Maksudku tidak begitu jauh jika dari sini. tapi posisinya akan jauh jika aku harus kembali ke kediaman Marquez." Ujar Claude sambil memegangi dagunya berpikir sejenak.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" Ujar Gabriel berkata dingin. perasaannya sudah tidak enak ketika Claude menatapnya lekat-lekat.
__ADS_1
"Kau kan bisa terbang dengan sayap mu yang indah itu, bagaimana jika kau membawaku kesana?" Claude tertawa dengan sangat menyeramkan.
"Tidak. Kau pikir aku ini sama dengan Krud?" Gabriel dengan cepat menolak permintaan Claude itu.
"Hei Ayolah, aku tidak mungkin berjalan atau berlari ataupun yang lainnya." Claude mencoba membujuk Gabriel untuk mengikuti permintaannya.
"Sihir asap anugrah setiap malaikat pensuci, tolong ubah wujud mu menjadi tunggangan ku." Gabriel tiba-tiba mengucapkan sebuah mantra. Hingga seluruh angin berasa berkumpul di suatu tempat didekatnya.
Angin yang menggerakkan rambut, baju dan pohon disekitarnya itu seketika berubah menjadi asap-asap yang berkumpul seperti awan, membentuk seekor kuda yang sangat gagah.
"Waw, kenapa kau tidak bilang jika kau bisa seperti ini?" Claude tidak menyangka sihir perwujudan asap dari Gabriel ternyata banyak sekali manfaatnya.
"Naiklah! aku akan membuatnya terbang mengikuti ku." Gabriel menyuruh Claude untuk menaiki kuda asap yang diciptakan oleh Gabriel.
"Baiklah, tolong bawa aku ke kediaman Iroas secepatnya." Ujar Claude pada Gabriel sambil menaiki kuda asap itu.
"Pegangan yang kuat!" Gabriel pun bersiap terbang bersama dengan kuda asap yang ia ciptakan itu.
Langit malam membelai lembut rambut dan kulitnya. Hingga tidak terasa merekapun sampai di kediaman Iroas. tepat seperti yang di katakan oleh sang pemabuk itu ternyata kediaman Iroas terletak tepat di depan stasiun kereta api. yang disebut dengan stasiun Magdalene.
"Gabriel apakah di dalam ada anggota keluarga iroas?" tanya Claude.
"Ya, jumlahnya sekitar sepuluh orang."
"Gawat, aku tidak bisa meninggalkan jejak kekuatan murniku lagi. Apakah kau bisa melakukan hal yang sama dengan Krud untuk menidurkan mereka semua kecuali Keith Iroas." Claude memerintah Gabriel secara tidak langsung.
"Baiklah. Tidur.."
"Sudah?"
"Belum, aku membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit sampai gas tidurku menyebar di semua kediaman."
"Krud bisa melakukannya dengan cepat."
__ADS_1
"Hei, kau terus membandingkan aku dengan bocah itu. Kekuatan malaikat pensuci tidak seperti para malaikat maut." Gabriel tiba-tiba kesal karena dirinya selalu dibandingkan dengan Krud oleh Claude.
Sepuluh menit berlalu. Gabriel pun mengatakan semua tata letak kediaman Iroas setiap sudutnya dan keberadaan Keith Iroas.
"Jadi dia ada di kamarnya?"
"Benar, m nurut semua gas tidur yang aku sebarkan di seluruh kediaman ini aku melewatkan satu kamar Keith Iroas."
"Tunggu dulu aku masih belum percaya bagaimana kau mengetahui bahwa dia adalah Keith Iroas?"
"Sederhana saja, Aku menggunakan gas tidur sambil menggunakan sihir asap memori. Itu bisa melihat masa lalu seseorang."
"Kau sangat pintar Gabriel. Aku sangat berterimakasih kali ini. Kalau begitu turunkan aku tepat di balkon kamar Keith Iroas."
"Kamarnya tepat ada di depanmu."
"Hahaha, ini sangat mudah daripada dugaan ku. Aku pergi dulu Senior!" Claude langsung melompat ke depan balkon kamar Keith Iroas. untuk melakukan aksinya.
"Dasar bocah bodoh, apa bedanya dia dengan Krud. keduanya benar-benar orang yang merepotkan."
Gabriel menunggu Claude di depan kediaman keluarga Iroas, sedangkan Claude langsung memasuki kamar Keith Iroas melalui jendelanya. Nampak Keith yang sudah tertidur pulas di atas ranjangnya saat itu juga Claude membangunkannya dengan mencekik Keith.
"Uhuk..uhuk.." Batuk dari Keith Iroas saat ia dicekik oleh Claude. "Si,siapa kau? uhuk.." sambung Keith dirinya benar-benar tidak bisa melihat. Kamarnya terlalu gelap karena lampunya padam.
"Apakah kau Keith Iroas?" Claude bertanya sambil mengeluarkan sedikit aura iblis-nya.
"Si,siapa kau? darimana kau tahu namaku?" Keith meronta-ronta untuk dilepaskan dari cengkraman Claude.
"Jika kau ingin hidup ikutilah permintaan ku." Claude mengancam Keith Iroas dengan tidak melepaskan cemilannya itu.
"Jika aku tidak mau?" Keith masih menantang Claude yang sudah mencekiknya seperti itu.
"Tentu saja kau akan mati bodoh, tapi bukan hanya mati. Saat kau mati kau akan menderita terlebih dahulu." Claude pun mengeluarkan auranya hingga membuat semua hawa udaranya benar-benar menakutkan seperti didalam gua iblis.
__ADS_1