
"Apa yang kau tertawaan?"
"Sihir keluarga kita memang pengendali makhluk roh, tentu saja bisa melihat makhluk roh seperti ini.
Bahkan sepertinya dulu ayah memilihara yang lebih besar daripada ini. tapi sihirnya yang tiba-tiba menghilang membuat raja menurunkan pangkat bangsawannya.
Beruntung Charly bisa menggantikan ayah untuk bisa dipercaya kerajaan untuk memelihara makhluk roh milik raja. Semua yang kau nikmati hari ini adalah kerja keras Charly. Walaupun Charly tidak sehebat ayah, jadi berterimakasih lah padanya."
"Lalu bukankah kau juga bisa melakukannya, tapi kenapa kau memilih menjadi pelayan di kediaman kita?"
"Itu bukan urusanmu. Aku hanya tidak sudi menjadi keluarga ini. tetapi aku tetap harus mengawasi keluarga bobrok ini. Cepat kalian pergi! aku sudah muak dengan wajah kalian."
Charmy segera pergi meninggalkan Claude dan Krud, untuk kembali berjaga di depan pintu Claude.
"Krud ternyata Charmy menganggap mu sebagai makluk roh. Kenapa sebelumnya aku tidak mengetahui ini? bahkan di buku yang kau berikan tidak ada catatan mengenai makhluk roh ini?"
"Tentu saja, aku hanya memberimu ilmu pengetahuan dasar yang ada di Greenbreez dan beberapa negara saja. sedangkan binatang Roh adalah makhluk tingkat tinggi. Lagi pula makhluk roh hanya ada di Garten. Sama seperti malaikat hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki sihir tingkat tinggi."
"Apa fungsi makhluk roh ini?
"Sebelumnya aku hanya Malaikat yang diutus di daratan Greenbreez dan Everfreez saja. tapi karena jaraknya menyilang dari dataran Greenbreez ke Everfreez terkadang aku mampir untuk sedikit memberi arahan pada junior ku.
tapi disana sedikit berbeda dari negeri yang kuingat dulu. Keadaannya sangat Kacau, bahkan makhluk roh yang biasa hidup berdampingan dengan orang-orang Garten sekarang sedang membuas.
__ADS_1
Aku harap kau mendapatkan tugas dari dewa untuk membereskan masalah di Garten. Karena menurut firasat ku mungkin saja gerbang alam bawah di Garten sedang melemah, itu sebabnya para malaikat yang bertugas disana terkadang kehilangan koneksinya dengan dunia atas."
"Tuan Claude, Lady sudah marah besar sebaiknya tuan segera turun untuk pergi ke pemakanan." Suara pelayan terdengar kembali sedangkan Claude dan Krud sedang mendiskusikan tentang pengaruh energi iblis yang akhir-akhir ini membuat dunia manusia sangat Kacau.
Claude pun langsung mengakhiri percakapannya dengan Krud dan lanjut untuk melangkah ke rencana yang selanjutnya.
Claude jalan menelusuri lorong itu. Di bawah tangganya ia melihat semua keluarga Marquez sudah bersiap untuk menuju ke pemakaman dengan gaun serba hitam yang merupakan baju khas berkabung dari negara Greenbreez.
Bukan hanya keluarga Marquez yang ada di sana melainkan para petugas kepolisian kerajaan nampaknya bersiap mengawasi keluarga Marquez sampai ke pemakaman Duke.
Claude-pun menuruni tangga, dengan sedikit cepat namun masih terlihat elegan dan berwibawa. namun hal itu membuat lady sangat marah karena Claude selalu saja membuatnya menunggu dalam hal apapun itu.
"Kau lama sekali, Lebih baik kau tidak ada di dunia ini jika kau terus membuat aku emosi terus." Lady benar-benar kesal, dan tidak bisa menahan emosinya lagi.
Jika saja mereka menunjukan keterlambatan, Keluarga mereka benar-benar akan di curigai sebagai keluarga yang sangkut pautnya lebih kuat dengan pembunuh yang telah membunuh Duke.
"Maafkan aku ayah, kau kan tahu semalam aku tidak enak badan, sepertinya sekarang demamku kambuh, tapi aku masih bisa memaksakan diri untuk datang ke pemakaman Duke sebagai penghormatan terakhir dariku."
Kata-kata manis Claude. Membuat Vischa bisa menerima alasan darinya. namun Carpel tidak setuju dan ia merasa sangat kesal akan hal itu. tapi ia tidak bisa mengungkapkannya karena hukumannya tidak bisa berbicara masih berlaku sampai saat ini.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita berangkat menuju pemakaman Kerajaan. karena mungkin saja Duke sudah dimakamkan disana."
Para petugas kepolisian kerajaan mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Vischa. Merekapun segera bergegas pergi. di bagi menjadi tiga kereta kuda dengan kereta kuda pertama dinaiki oleh Vischa dan Lady Gracia serta Laura, kereta yang ke dua dinaiki Carpel dan Carsten dan yang terakhir Claude dan Charly.
__ADS_1
Dari masing masing mereka terdapat satu orang petugas kepolisian yang berada dalam kereta dan satu lagi berada di sebelah kusir kuda jadi total polisi yang diutus adalah dalam satu kereta dengan dua orang kepolisian. itu artinya enam orang di tambah pemimpin mereka yang menunggangi kuda jadi total seluruhnya tujuh orang kepolisian.
Charly dan Claude sangat tidak akrab sebelumnya, apalagi Charly masih berumur enam belas tahun tetapi sekarang ia sudah menjadi tulang punggung keluarga Marquez.
Hanya keheningan yang tercipta diantara keduanya, bahkan polisi yang mengawasi merekapun merasakan hal yang sama, canggung dan hawa dingin menyelimuti seluruh udara di dalam kereta kuda itu.
"Hmm, anu.., apa kalian semua bersaudara tidak akur satu sama lain?" Pasukan kerajaan itu tiba-tiba bertanya, namun diantara Charly dan Claude tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan darinya.
Di bandingkan dengan Charly, Claude merasa Charmy lebih baik darinya bahkan Claude mau mau saja jika ia harus mengatakan satu dua patah kata padanya, tetapi berbeda dengan Charly yang memiliki hawa lain didalam dirinya.
"A, anu sepertinya kalian seperti yang dirumorkan. Bahwa Tuan Claude mengalami kesulitan di dalam keluarga Baron."
Ketika pasukan kepolisian kerajaan itu berkata demikian, Claude-pun terpancing untuk mengatakan kata-kata dari mulutnya yang sedikit semu pink pucat itu.
"Kurasa masalah keluarga kami tidak usah dicampuri oleh kalian dan Satu lagi, keluarga baron memang miskin tetapi kami tidak seperti apa yang kalian pikirkan."
Penyataan Claude sedikit membingungkan pasukan kepolisian kerajaan. namun ia tahu intinya bahwa ia tidak boleh bertanya-tanya hal yang tidak penting untuk kedepannya.
"Kak Claude terlalu berbelit-belit." Charly tiba-tiba membuka suaranya. "Maksud kak Claude "Kalian para pasukan kepolisian kerajaan tidak punya hak bertanya seperti itu lagi pula apa yang kalian semua pikirkan belum tentu benar." Sambung Charly yang berkata dengan tenang.
"Maaf, tuan Claude lain kali saya akan menjaga kata-kata hamba." pasukan kepolisian kerajaan itu meminta maaf, mengingat Claude sudah diangkat sebagai anggota kerajaan dengan mencalonkannya dengan salah satu putri kerajaan Greenbreez.
Claude tidak membalasnya hanya satu anggukan dan tidak berkata sama sekali. Claude pun menatap Charly, karena ia seperti orang yang diam-diam menusuk dari belakang. Tidak seperti Carpel dan Carsten yang memiliki sifat blak-blakan.
__ADS_1
Claude harus berhati-hati dengan Charly yang nampak tenang diluar itu, walaupun selama ini ia adalah orang yang membuat keluarga baron bisa tinggal di ibu kota, tetapi tetap saja dahulu Charly juga sangat membenci Claude.