Menjadi Asisten Malaikat Maut

Menjadi Asisten Malaikat Maut
43


__ADS_3

...****************...


"Benarkan yang aku bilang? Mereka datang ingin membunuhmu."


Krud terduduk dengan menyilang kan tangannya. Suara angkuhnya sudah lama Claude tidak dengar selama ia berada di istana.


"Kau tahu mereka akan membunuhku itu karena kau seorang malaikat." Claude tidak suka Krud yang angkuh hanya karena ia sedikit tepat menebak apa yang akan terjadi pada Carpel dan Carsten.


"Kau juga seharusnya tahu hal itu akan terjadi bukan?"


"Aku tanya satu hal padamu. Apa Carpel dan Carsten bisa melihatmu?"


Sambil membereskan barang-barangnya, setelah lampunya dinyalakan ternyata kamar miliknya lumayan cukup besar dibandingkan dengan kamarnya yang dulu.


Figura-figura lukisan terkenal berjejer rapih menghiasi dinding, lemari yang cukup besar dan kasur sederhana namun cukup nyaman dan empuk untuk digunakan tidur itu benar-benar rapih.


Tidak seperti kamarnya yang dulu, bisa dikatakan kamarnya yang dulu lebih cocok menjadi sarang tikus. Berbeda dengan sekarang yang sepertinya sudah Vischa perlakukan dengan sedikit spesial.


"Sepertinya tidak, aku yakin sembilan puluh persen mereka tidak bisa melihatku." Krud dengan percaya diri bahwa ia tidak bisa dilihat oleh penyihir lemah seperti Carsten dan Carpel.


"Aku tidak yakin, karena aku bisa melihatmu. Mereka juga pasti bisa melihatmu." Claude membuka gorden dan pintu kaca itu. Ia pun berdiri di balkon sambil menyeruput teh yang sudah di siapkan oleh pelayan sebelumnya.


"Aku kurang yakin dengan itu, Ibumu itu seorang penyihir agung. Mereka hanya penyihir bangsawan tingkat rendah."


"Aku ingin mencoba sesuatu, bagaimana kau muncul dihadapan Vischa?" Claude mencoba menguak informasi tentang Vischa dengan cara mempertemukan Krud dengan Visca.


"Ide yang sangat cemerlang. Dengan begini aku bisa mengetahui siapa ayahmu sebenar."


"Aku juga penasaran akan hal itu, jika suatu saat misi ku berada di Garten mungkin aku bisa meminjam identitasnya sebagai ksatria veteran di Garten."


"Pfftt.., kau selalu berpikir jauh kedepan ya."


"Yah, sepertinya aku juga harus bersiap untuk pertama minggu depan. Aku yakin seratus satu persen Carpel dan Carsten sedang merencanakan sesuatu untuk ku di pesta nanti."


"Aku juga berpikir begitu."


"Baik, sekarang aku harus merencanakan pengambilan nyawa Duke Lourik.

__ADS_1


Pertama aku akan menganalisis peluangnya terlebih dahulu. Dalam pergerakan yang aku bisa lakukan tentu saat Duke berada di tempat yang sepi karena gawat jika ada orang yang melihatnya.


Pilihannya adalah menyeret Duke pergi ke tempat sepi atau menyerangnya diam-diam. Jika menyerangnya diam-diam resikonya sangat besar karena di tambah para tamu undangan akan memusatkan perhatiannya padaku. Aku benar-benar membutuhkan satu orang lagi untuk membantu."


"Bagaimana jika kau mengalihkan perhatian para hadirin tamu undangan itu pada Carpel dan Carsten. Aku yakin mereka akan menjebak mu untuk menjatuhkan mu. Saat itu bagaimana jika kau manfaatkan situasi itu untuk memerangkap mereka sekaligus membuat mereka dalam ruang lingkup perhatian semua orang."


"Kau benar mungkin bisa dicoba. tapi ada satu hal lagi yang harus di persiapkan. Seperti yang kau bilang, jika Duke Lourik adalah kakak ipar dari Dior.


Sedangkan insting Dior sangat kuat, aku harus menjauhkan mereka jadi intinya aku masih harus memisahkan Duke Lourik dari para hadirin yang lainnya.


Apa kau masih bisa menyusup para hadirin yang datang ke pesta itu Krud?"


"Tidak. Kau tahu sendiri pesta mu diadakan secara besar-besaran. Mungkin Duke yang lain seperti Duke Jacques, kemungkinan akan menghadiri pestanya."


"Menurutku tidak, karena tamu undangan yang hadir akan kurang dari tamu undangan yang diundang. Mereka menghargai status mereka menjadi seorang bangsawan tinggi seperti Count, Marquis, Duke, Grand Duke dan lainnya."


"Kau salah, sebentar lagi kau akan menjadi anggota kerajaan. Siapa yang tidak melihatmu diacara penobatan itu. Mereka akan mulai menanamkan kerjasama mereka pada keluargamu."


"Kau benar, jadi apa yang akan kau lakukan?"


"Tentu saja aku akan menunggumu membunuh pria itu dan mengambil rohnya untuk diantarkan ke gerbang kematian."


"Bukan begitu, aku kan bos mu dan kau asisten ku. Kenapa aku harus membantu asistenku terus."


"Nampaknya setelah kau berkata demikian aku jadi terpikirkan suatu hal."


"Apa?"


"Aku tidak harus membunuhnya secara langsung, mungkin aku bisa memasukan obat mabuk yang kuat, agar Duke mabuk berat dan pulang lebih awal.


Setelah itu dalam perjalanan pulang aku bisa melakukan penyerangan secara diam-diam."


"Ide lumayan bagus, kapan kau akan memberikan obat mabuk itu padanya."


"Tentu saja saat semua perhatian itu tertuju pada Carpel dan Carsten. Saat itu aku akan memasukan bubuk obat mabuk pada minuman Duke."


"Haha, kau sangat licik. Tidak hanya bisa membunuh Duke tapi kau bisa membalas dendam mu juga pada Carpel dan Carsten. Sekali dayung satu dua pulau terlampaui."

__ADS_1


"Mari kita tunggu hasilnya secara seksama di saat pesta nanti."


"hehe, aku tidak sabar melihat pertunjukan yang kau buat."


...****************...


Pesta penyambutan Claude di mulai. Semua hadirin yang datang sesuai perkiraan Krud. Mereka banyak berdatangan karena tidak hanya menjalin pertemanan dengan para jendral yang merupakan para bangsawan yang lebih tinggi darinya. Bahkan namanya sudah terdengar sampai ke penjuru negeri.


Sesuai rencana, Keluarga Baron Marquez sedang sibuk menyambut tamu undangan. Sedangkan Claude masih sibuk mempersiapkan dirinya. karena hari ini dia adalah bintang dalam pesta ini.


"Tuan Claude, apakah tuan sedang gugup?" tanya pelayan yang membantu merapihkan pakaian Claude.


"Tidak, aku sudah terbiasa menghadapi banyak orang ketika di perbatasan."


"Tuan sangat hebat! Tuan Vischa pasti bangga."


"Sepertinya tidak begitu, oh ya bolehkah aku bertanya satu hal pada mu?"


"Dengan senang hati tuan saya akan menjawabnya semampu saya."


"Apa kau mengenal Ren?"


"Ren? Sepertinya aku pernah mendengarnya. Bukankah Beliau adalah pelayan di kediaman anda yang dulu Tuan?"


"Kau benar, bagaimana dengannya?"


"Saya kurang yakin, terakhir yang saya dengar senior Ren menjadi pelayan nona Laura, tapi saya dengar lagu senior berhenti bekerja dari kediaman."


"Berhenti? Apa alasannya dia berhenti?"


"Setahuku, senior Ren memiliki hubungan gelap dengan salah satu bangsawan. Sehingga setelah kabar itu menyebar, tuan Vischa sedikit menghukumnya."


"(Ren tidak mungkin melakukan itu, ini sepertinya akal-akalan dari keluarga Marquez. Aku akan menyelidiki ini juga setelah aku menyelesaikan tugas tambahan ini.)." Claude bergumam dalam hatinya.


Karena pelayan yang membantunya keluar dari neraka penderitaan itu sepertinya mendapatkan perlakukan yang buruk juga ketika Claude pergi meninggalkan kediaman yang lama.


"Terimakasih informasinya. Suatu saat aku akan membalasnya nanti."

__ADS_1


"Terimakasih Tuan."


"Tuan!" Salah satu pelayan yang lain masuk membuka pintu dengan perlahan sambil menghormat pada Claude. "Tuan pestanya akan segera dimulai, tuan di mohon untuk menyiapkan sedikit pidato pembukaan."


__ADS_2