
Begitu Gabriel pergi Rail pun menghubungi Azrach melalui telepati. "Azrach!! apakah senior Gabriel mengunjungimu?"
"Darimana kau tahu?"
"Dia juga mengunjungi ku. Sepertinya ada sesuatu yang sangat mencurigakan."
***
Di ruang bawah tanah yang begitu gelap dan aura hitam yang pekat membuat bulu kuduk siapapun akan berdiri tegak. namun berbeda dengan Charly, dirinya sudah terbiasa berkunjung menuju ruangan bawah tanah yang letaknya tepat di bawah ruang kerjanya.
"Ku kembali lagi Charly? Ada apa?" Wajah menyeramkan dan angkuh itu menjadi karakteristiknya. Namun yang pasti pria itu sedikit lebih tampan di bandingkan dengan orang menakutkan lainnya.
"Tuan Lucifer, tolong berikan aku sihir lebih banyak lagi." Charly menunduk pasrah pada orang itu sambil meminta kekuatan yang lebih banyak lagi."
"Kekekek, kau saat ini sudah hampir setara dengan bangsawan tingkat Granduke atau penyihir bangsawan tingkat delapan."
"tidak! aku..aku.. masih belum bisa mengalahkan kakakku Claude."
Angin yang entah datang darimana itu tiba-tiba berhembus. meniupkan lilin yang tadinya menyala untuk menerangi ruangan itu.
Lucifer pun mendekati Charly. Ia menepuk punggung Charly secara lembut.
"Tentu saja tidak bisa, Claude keturunan dari penyihir agung. dan kau hanya keturunan counteess Gracia Van Damme tidak bisa dibandingkan dengannya."
"Tapi aku ingin mengalahkan pria sombong itu, bahkan makhluk roh peliharaannya sangat kuat. Dia bisa menghindari sihir ku."
"Ck, ck, saat ini aku tidak bisa menuruti apa yang kau inginkan. Granduke Jacques baru saja dikalahkan olehnya. Aku masih belum bisa mencari pengganti Granduke. Belum lagi aku harus memantau pengikut ku yang ada di daratan Redsole dan Blackriver. Apakah kau mau pergi menggantikan ku?"
Lucifer tersenyum licik sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Charly dengan tangannya Manarik dagu Charly agar ia bisa melihat jelas sorot mata Charly yang sebelumnya sedang menunduk.
__ADS_1
"Akan aku lakukan sesuai perintah mu."
Lucifer pun bangkit dan kembali ke kursinya. "Bagus, sangat di sayangkan keluarga kerajaan Garten yang bersembunyi di Greenbreez hanya menjadi bangsawan Baron saja. Mereka tidak menggunakan kekuatan keluargamu hanya karena kalian berasal dari negara asing.
Mereka hanya menggunakan kalian sebagai pawang makhluk rohnya saja, bukankah itu sebuah penghinaan besar bagi keluarga kerajaan sepertimu."
"Kau benar aku akan menghancurkan Greenbreez terlebih dahulu dan menaklukan Garten kembali kedalam kuasaku."
"Semangat muda yang sangat bagus kalau begitu bagaimana jika kau pergi ke Redsole sesuai arahan ku. disana kau bisa belajar sihir lebih banyak lagi."
"Baik, TUAN!"
***
Begitu Gabriel pergi. Claude turun dari kereta kudanya. Dengan sangat tegap dan berwibawa. Karena lagi-lagi namanya di perbincangkan diantara bangsawan dengan kontribusinya yang bukan main.
"Claude." ucap Vischa memanggil Claude dengan tatapan yang tidak biasa.
"Apakah sepenting itu kau menginginkan identitas ayah?Kalau sebegitu pentingnya untukmu. Baiklah akan ayah ceritakan di ruang kerja ayah sekarang juga."
"Terimakasih Ayah."
Begitu kesepakatan telah terjalin, Claude tidak bisa membayangkan informasi yang akan didapatkan dari ayahnya sendiri akan sangat berguna untuk Krud dan Claude kedepannya. Karena minimal Claude mengetahui apa bakat yang mungkin diturunkan padanya.
Claude dan Vischa, juga berapa playan lainnya yang mengikuti dari belakang mereka. Berjalan diantara kebun bunga yang dipelihara khusus oleh lady Gracia yang sangat indah. Mereka merasakan angin sepoi-sepoi yang membelai lembut kulit mereka dan begitu menyejukan. Bukankah perasaan damai ini sangat nyaman, ujar claude di dalam hatinya sambil memejamkan matanya meresapi kedamaian sesaat itu.
“Claude, setelah kau mengetahui identitas Ayah. Berjanjilah untuk tidak memberitahukannya pada orang lain.” Vischa menyipitkan matanya pada Claude untuk memastikan Claude berjanji dengan Benar.
“Ayah tenang saja, kapan aku pernah mengkhianati ayah?” Claude tertawa licik didalam hatinya karena ia sudah tidak sabar mendapatkan informasi yang sangat penting tentang keberadaan ayahnya yang informasi data identitasnya di segel oleh dunia atas.
__ADS_1
Setelah mereka berjalan cukup lama, akhirnya mereka tiba di depan pintu ruang kerja Vischa. Beruntung Vischa sengaja membuat dua ruangan kerjanya, yang dimana satu ruangannya lagi ia berikan kepada Charly dan yang satunya lagi ia pakai untuk kebutuhan pribadinya. Ruangan itu dirancang secara khusus menggunakan mantra-mantra sihir di setiap dinding dan lantainya. Untuk menjamin keamanan ruangan itu.
“Duduklah!”
Begitu mereka masuk ke ruangan itu Vischa terlebih dahulu duduk di kursi meja kerjanya dan kemudian menyuruh Claude untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
“Terimakasih Ayah.”
Claude pun duduk tepat di hadapan Vischa sambil tersenyum menantikan, informasi berharga yang akan didapatkan.”
Vischa menggunakan tangannya memberikan isyarat kepada pelayannya untuk keluar dan menutup pintunya, dan pastikan bahwa tidak ada siapapun yang mengganggu mereka.
“Jadi bagaimana, Siapa identitas Ayah sebenarnya?” Tanpa basa basi lagi Claude langsung menanyakan intinya, sambil melipat kedua kaki dengan tangannya secara angkuh di hadapan Vischa.
“Kau, benar-benar sudah berubah banyak. Melihat tingkah lakumu seperti ini. Aku memikirkan seseorang yang aku kenal.” Vischa tidak langsung menjawab pertanyaan Claude, ia malah mengganti topiknya untuk mengomentari pribadi Claude yang sekarang.
“Pfft..Kau berusaha mengalihkan topik pembicaraan ya ayah?” Claude tertawa meremehkan Vischa agar ayahnya itu segera memberitahukan informasi yang ia butuhkan.
“Baiklah, jika kau bersi keras ingin mengetahui Identitas Ayahmu ini.”
“Benar cepat dan lanjutkan!” Claude menatap tajam Vischa, untuk menekannya.
“”baik, jadi aku adalah… seorang guru pengendali makhluk roh. Semua Keturunan Kerajaan di garten belajar mengendalikan makhluk roh dari keluarga Marquez secara turun temurun,
Jika kau sudah mendapatkan pencapai seperti ini, seharusnya kau sudah mendapatkan banyak wawasan tentang dunia ini. Orang-orang garten bukan hanya dikaruniai kekuatan yang sangat kuat tetapi, pengetahuan yang sangat luas
Maka dari itu mereka berperang dengan memanfaatkan makhluk roh. Ada lima tingkatan makluk roh. Dan memiliki bentuk yang sangat beragam. Aku dengar kau memiliki Makhluk roh peliharaan mu sendiri. Makhluk roh tingkat apa yang kau pelihara?””
Dengan mata menyelidik, Vischa juga mencoba menggali informasi tentang Claude yang menurut gosp yang tersebar di dalam kediamannya bahwa Claude memiliki makhluk roh.”Sial, apakah Charmy yang membocorkan informasinya? Aku terlalu gegabah. Tapi disisi lain apa mereka bodoh sampai mengira Krud adalah makhluk roh bukan malaikat Agung.” Ujar Claude di dalam hatinya.
__ADS_1
“Ayah sepertinya berita itu tidak benar. Aku tidak memelihara makhluk roh apapun.” Claude mencoba untuk jujur tapi ia tahu bahwa pernyataan itu pasti sudah jelas akan ditolak, karena gosip lebih cepat menyebar daripada angin.
“Ada satu lagi pertanyaanku, Ayah!”