MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
10.Kerinduan Reza vs kerinduan Ilham.


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu semenjak kepulangan Via kerumah orangtuanya.


Reza mulai merasa kesepian, kehilangan dan tentu kerinduan yang mendalam, walaupun setiap saat Reza selalu meluangkan waktunya untuk sekedar mengirim chat bahkan menelepon Via.


Pagi ini Reza terlihat malas beranjak dari tempat tidurnya padahal seharusnya dia sudah berangkat kekantor.


Untung perusahaan milik sendiri, jadi saat sang pemilik sedang malas-malasan tidak menjadi masalah besar, masih ada Roni yang bisa diandalkan.


Reza masih duduk diatas ranjang sambil mengerjapkan matanya dan sedikit menguceknya berusaha untuk membuka lebar matanya yang masih ingin terpejam, lalu ponselnya berdering.


Reza memeriksa ponselnya, berharap yang menghubunginya adalah Via, tetapi ternyata Roni.


Sedikit kecewa namu Reza tetap mengangkat telepon dari Roni.


"Halo, ya ada apa Ron?"


"Hemmm,,,sepertinya lagi badmood? hahaha!"


Celetuk Roni mengejek bosnya.


"Mau datang kekantor apa tidak hari ini?"


Tanya Roni.


"Memang ada agenda apa hari ini?


Seingatku hari ini aku hanya ada meeting dengan PT.ADITAMA?"


Jelas Reza.


"Cukup bagus ingatanmu ya Pak, hahaha!


Aku pikir setelah ditinggal oleh kedua istrinya, bos yang satu ini amnesia hahaha!"


Ujar Roni meledek Reza.


Diujung telepon Reza menyahut sembari tersenyum.


"Puas kau ya mengejek ku terus!"


Kemudian Roni menjelaskan maksudnya menelpon Reza, memastikan kehadiran Reza.


"Kapan lagi aku bisa mengejek bos besar? Hahaha!


Hari ini ada kabar dari klien baru kita, yang meminta memajukan schedule pertemuannya,


mereka meminta pertemuan diadakan nanti siang setelah jam makan siang.


Bagaimana?


Kamu menyetujuinya atau tidak?


Mereka sedang menunggu keputusanmu!"


Sambil memijat keningnya, Reza memberi keputusan pada Roni.


"Emm,,,baiklah atur schedule sesuai permintaan, aku akan berada di kantor sekitar satu jam lagi!"


Tegas Reza dan Roni mengiyakannya


"Ok, aku tunggu di kantor!"


Lalu telepon terputus dan Reza segera bangkit dari malas-malasnya untuk mandi dan siap-siap berangkat kekantor.


Sembari berjalan menuju kamar mandi Reza bergumam.


"Padahal punya istri dua tapi seperti bujangan jomblo.


Biasanya ada yang membangunkan ku, lalu siapkan pakaianku dan masakin sarapan baut aku, tapi sekarang, apa-apa serba sendiri.


Duh nasib buruk apa ini menimpa seorang Reza Atmaja!"


Menepak jidatnya sendiri lalu bercermin dan berteriak.


"Viaaaaa,,,istriku,,,bidadari surgaku,,,cepatlah kembali sayang,,,aku merindukanmu,,,!


Apa kau tidak merasakan hal yang sama denganku?"


Mendengar teriakannya sediri Reza tersadar dan tersenyum malu.


Didepan cermin sembari menyisir rambutnya Reza kembali bergumam sendiri.


"Ada apa denganku?


Apa aku sudah gila?


Atau aku diam-diam mulai terbiasa dengan kehadiran Via?


Atau aku beneran jatuh cinta padanya?


Mengapa perasaanku jadi begini?

__ADS_1


Tapi memang akhir-akhir ini aku merasa sangat nyaman bersama dia!


YA ALLAH, perasaan apa ini?


Tapi apa mungkin Via bisa mencintaiku sedangkan aku sudah menggoreskan luka dihatinya?


Hemm,,."


Menghela nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.


"Ya sudahlah, kita ikuti saja alurnya, semoga kamu beruntung Reza!"


Reza berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Setelah itu Reza pergi kekantor dan berjibaku dengan segala urusan bisnisnya.


---------------------------------------


Dikampung halaman Via sedang berada di pasar menemani ibunya berbelanja keperluan rumah.


Tentu saja ditemani Bi Saroh yang selalu membuntuti Via kemanapun Via pergi sesuai mandat dari majikanya.


Saat ibu dan Bi Saroh sedang memilih-milih belanjaan, Via berjalan menuju toko lain yang tak tidak begitu jauh dri tempat Ibu dan Bi Saroh berbelanja.


Kemudian ada seorang laki-laki yang sedari tadi sudah memperhatikan Via dari kejauhan, menatapnya dalam-dalam dan segera menyapa Via.


Di tepuklah pundak Via dari arah belakang oleh laki-laki itu.


"Vi!"


Via kaget saat ada yang menepuk pundak dan memanggil namanya.


Dan Via segera menoleh kearah sipenepuk pundaknay.


Semakin terkejut tatkala Via melihat sosok yang sekarang ada di depan matanya.


Betapa tidak, dialah mantan kekasih Via semasa Via Sekolah namun akhirnya harus berpisah karena orang tua Ilham tak merestui hubungan Ilham dengan Via sebab mereka beda kasta.


Semenjak laki-laki itu meninggalkan Via untuk menikah dengan pilihan orangtuanya, semenjak itu pula Via tidak pernah berjumpa lagi sampai saat ini.


Via masih terkejut dengan keberadaan mantan kekasihnya itu dan tiba-tiba lelaki itu memeluk erat Via, ketika yamg dilihatnya adalah benar orang yang ia duga.


Via tersadar sedang dipeluk oleh Ilham, dia meras risih karena status mereka bukan lagi sepasang kekasih, terlebih Via sudah menjadi istri Reza.


Lalu Via mendorong Ilham dengan kencang dan membuat pelukan Ilham terlepas dari tubuh Via.


"Lancang sekali kamu!"


Merasa bersalah Ilham memohon maaf.


"Mmm,,,maaf Vi, aku terlarut dalam suasana.


Aku merindukanmu Vi, sangat merindukanmu!"


Mendengar ungkapan hati Ilham membuat Via sedikit terbawa suasana, namun ia segera tersadar bahwa ia sekarang adalah istri Reza.


Ya, meski hubungan pernikahan mereka sedingin salju dan entah mau di bawa kemana dan tak jelas arah tujuannya, tapi Via masih berusaha menghormati pernikahannya bersama Reza.


"Kamu semakin cantik saja Vi, tadinya aku hampir tidak mengenalimu.


Penampilanmu berubah total Vi, sepertinya kamu sekarang sudah menjadi wanita sukses ya Vi?"


Ujar Ilham dengan keterpukauannya terhadap Via.


(tentu saja Via semakin terlihat cantik dan penampilannya berubah drastis, itu semua kan berkat bunga-bunga cinta yang Reza berikan kepada Via selama Via menjadi istri Reza).


"Tapi mengapa aku menangkap ada sesuatu kesedihan di matamu Vi?


Ada apa denganmu Vi?"


Pungkas Ilham yang memang masih sangat paham dengan mantan kekasihnya ini.


Sangat wajar jika Ilham masih paham tentang Via, karena mereka kenal dari SMP hingga pacaran sampai lulus SMA.


Apalagi Ilham memang masih menyimpan cintanya kepada Via meski Ilham sudah menikah dengan orang lain dan pernikahan itu juga sudah kandas sewaktu usia pernikahannya masih seumur jagung, mungkin penyebabnya karena Ilham yang tidak bisa move on dari Via.


Via masih terdiam membisu akhirnya membuka mulutnya.


"Bagaimana kabarmu mas?


Sudah berapa lama ya kita tidak berjumpa?"


Sapa Via dengan senyuman manisnya, sengaja Via mengalihkan sejuta pertanyaan dan keingintahuan Ilham.


"Aku baik!"


Jawab Ilham.


"Jawablah pertanyaan ku tadi Vi, kamu kenapa?"


Ilham masih saja kepo dan berharap Via mau berbagi cerita dengannya.

__ADS_1


Tapi sayang, Via tidak ingin masalah rumah tangganya diketahui orang lain, terlebih Ilham adalah sang mantan kekasih.


"Tidak, aku tidak memiliki masalah apapun!"


Seru Via dengan senyuman diwajahnya mencoba meyakinkan Ilham.


Namun berbeda dengan Ilham, ia benar-benar merasa yakin bahwa Via sedang bersedih.


Kali ini Ilham harus merasa cukup sampai disini atas keingintahuannya, karena ia tidak ingin merusak momen pertemuan pertama mereka setelah sekian lama berpisah.


"Baiklah jika begitu!


Vi kamu tidak ingin bertanya apa-apa tentang diriku?"


Ujar Ilham yang ingin sekali Via menanyakan tentang dirinya.


"Bukankah tadi aku sudah tanya tentang kabarmu?"


Jelas Via mengingatkan pada Ilham.


"Maksudku bukan pertanyaan itu Vi, yang lain Vi, tentang kehidupanku atau tentang perasaanku gitu!"


Ilham mecoba menjabarkan maksud hatinya malah dibalas dengan tertawa renyah Via.


"Hahaha, kamu tuh lucu ya mas!"


Sambil menepuk bahu Ilham dan mereka tertawa bersama.


Diseberang toko, Bi Saroh memperhatikan Ilham dan Via dari semenjak Ilham menghampiri Via hingga memeluk dan mengobrol lalu tertawa bareng, hal ini membuat Bi Saroh semakin penasaran dan bertanya-tanya dalam hatinya.


"Siapa lelaki itu?


Kenapa dia begitu akrab dengan non Via?


Sepertinya lelaki itu menyimpan perasaan yang dalam terhadap non Via?


Tidak mungkinkan kalau hanya sekedar teman biasa tapi tatapannya terhadap non Via sungguh luar biasa?


Haduh,,,bisa jadi masalah besar ini jika non Via meladeninya dan akhirnya terbawa suasana!


Bagaimana nasib mas Reza?


Ini tidak bisa dibiarkan, harus segera di atasi!


Non Via tidak boleh akrab dengan lelaki itu, karena non Via adalah masa depan mas Reza, walaupun hubungan mereka sedang bermasalah, tapi diantara mereka ada cinta yang kuat dan harus diperjuangkan dan diselamatkan!"


Dengan sigap dan cepat Bi Saroh menghampiri Via seraya berkata;


"Non, ayo kita segera pulang, Mas Reza pasti marah lho kalau non terlalu lama di luar begini tanpa Mas Reza yang menemaninya!


Lagipula ibu non Via juga sudah selesai belanjanya, ayo!"


Seketika Via dan Ilham kaget dengan celotehan Bi Saroh.


Pasti Ilham bertanya-tanya dalam benaknya.


Via berpikir sejenak lalu segera menyudahi obrolannya dengan Ilham karena dia tidak ingin Ilham bertanya macam-macam tentang hidupnya sekarang.


"Emm, sudah dulu ya mas aku harus segera pulang!"


Ujar Via sambil menepuk pundak Ilham lalu


meninggalkan Ilham kemudian bersama Bi Saroh menghampiri Ibunya.


"Vi, aku sudah bercerai, aku akan berkunjung kerumahmu!"


Teriak Ilham pada Via.


Walaupun jaraknya tidak dekat, Via masih mendengar jelas teriakan Ilham, sedikit gundah dan membatin.


"Apa!


Mas Ilham sudah bercerai?


Sejak kapan?


Terus bagaimana kalau dia jadi datang kerumah?


Bisa-bisa aku dimarahin bapak!"


Sambil menggaruk-garuk kecil kepalanya, Via terlihat bingung dan gelisah.


Bi Saroh yang juga mendengar teriakan Ilham, menjadi geram pada Ilham, apalagi waktu melihat reaksi Via ketika mendengar kata-kata Ilham tadi, membuat Bi Saroh harus memutar otaknya supaya apa yang ia khawatirkan jangan sampai terjadi.


Karena Bi Saroh adalah asisten rumah tangga keluarga Reza yang sudah sangat lama mengabdikan dirinya pada keluarga Reza, terlebih dia yang mengasuh Reza sewaktu Reza kecil, membuat naluri keibuannya menjadi terpancing ketika melihat Reza dan Via semakin cocok.


Bi Saroh yakin Reza akan bahagia seutuhnya jika bersama Via dibanding dengan Bela.


Bagaimanapun Bi Saroh selama ini juga sudah memperhatikan kehidupan rumah tangga Reza bersama Bela, menurut Bi Saroh ada kejanggalan dan Reza tidak benar-benar bahagia bersama Bela.


bersambung,,.

__ADS_1


__ADS_2